PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 33 (upaya pemerkosaan)


__ADS_3

Di rumah Dani saat ini terlihat tiga orang tengah berkumpul membahas perihal Serena, mereka tidak lain adalah Dani, Nisa serta Frans yang semalam baru saja tiba di kediaman Dani


Frans merasa kesal pada dirinya sendiri karena hingga saat ini belum juga mendapat kabar apa-apa soal keberadaan Serena karena hal itu ia berinisiatif untuk langsung menemui para sahabat Serena tersebut


"Pencarian ini selalu menemui jalan buntu" desah Dani yang sudah mulai lelah akan misinya kali ini


"Kenapa juga kita tidak bisa menemukan satu pun petunjuk tentang keberadaan Serena padahal semua hal sudah kita lakukan!!"timpal Frans frustasi


Mereka pun kembali larut akan pikiran masing-masing, tak lama kemudian nisa datang membawa minuman. Melihat kedua orang di depannya seakan putus asa, ia menyalakan televisi berharap siaran kali ini bisa sedikit merilekskan otot serta otak mereka yang sudah tumpul


"Eh coba deh Dan lihat yang lagi di beritakan, itu bukannya paman Serena?!" Nisa menunjuk sosok yang saat ini sedang di perbincangkan di acara yang sedang ia tonton


"Iya kau benar itu paman Evan, ada apa Nis?!"


"ah tidak, aku cuma tidak sengaja saja melihat wajahnya di televisi"


Mereka bertiga kembali melihat ke layar Televisi hingga tanpa sengaja mata Frans membulat melihat seorang pengawal dari orang yang tadi di bicarakan dua orang di sampingnya itu yang ia kenali sebagai pria di malam penculikan Serena


"Pria itu!! tidak salah lagi, pria itu yang aku temui waktu Serena di culik"


"Apa kau yakin Frans?! mungkin saja mereka sekilas cuma terlihat mirip apalagi waktu itu sudah tengah malam" Dani menanggapi ucapan Frans yang masih ia ragukan


"Aku tidak mungkin salah karena pria itu yang aku lihat berada di dalam mobil yang sama dengan Serena waktu itu"


"Menurutku masuk akal kalau Frans berkata seperti itu, soalnya sepengetahuanku selama ini Serena tidak memiliki musuh. Orang yang paling bisa di jadikan tersangka ya cuma pamannya itu"


"Kau benar Nis!! tapi kalau memang paman Evan pelakunya, apa alasan paman Evan menculik Serena?!"


"Simpan dulu pertanyaanmu itu, sekarang lebih baik cari cara untuk membuktikan dugaan kita"


"Sepertinya orang itu mau mengadakan pameran seni, bagaimana kalau kita kesana?! mungkin kita bisa menemukan petunjuk" Frans begitu bersemangat hingga ia tidak memperhatikan obrolan mereka karena terlalu fokus ke layar televisi

__ADS_1


"oh ya!! kapan dan dimana pameran seni itu di gelar?!" tanya Nisa bersemangat


"Tenang Nis, aku sudah foto semua informasi yang kita perlukan"


"Kau memang bisa di andalkan Chef.. hahaha!!!"


Ketiganya pun sepakat akan bersama-sama mengunjungi pameran seni itu sekiranya mereka tetap harus mencoba mengikuti setitik cahaya yang mulai terlihat


***


Evan mengunjungi tempat yang akan di gunakan untuk pameran seni besok, ia harus memastikan semua sudah selesai dan nantinya tidak ada lagi kendala yang menghalangi


"Semua sudah Selesai Tuan, saya pastikan besok semua berjalan sesuai dengan yang kita harapkan" penanggung jawab acara memberikan laporan saat Evan telah selesai berkeliling


"Bagus!! pastikan besok semua berjalan lancar karena keberhasilan pameran kali ini menentukan masa depan perusahaan kita"


"Baik tuan"


Setelah selesai memastikan segalanya, Evan mengajak asistennya untuk menemui Serena yang sampai saat ini masih ia sembunyikan.


Begitu sampai di rumah tempat ia menyembunyikan Serena, ia merasa aneh karena tidak menemukan seorang pun sedang berjaga padahal akan ada dua org yang bergantian jaga tiap harinya


Ia mengesampingkan keanehan itu, lalu melangkah menuju ke kamar Serena namun yang mengejutkan ia malah mendengar suara teriakan dan tangisan Serena


Benar saja ketika pintu kamar itu di dobrak, ia menemukan salah seorang penjaga itu mulai merobek pakaian yang Serena kenakan sedangkan yang satunya lagi sedang membuka bajunya hendak memperko** serena


"Kurang ajar kalian berdua!!!" Evan berteriak marah seraya melayangkan tendangan ke bawahannya yang sedang merobek pakaian Serena itu


Evan melampiaskan kekesalannya pada dua penjaga mesum itu, sebejat apapun ia tidak pernah sekalipun terpikir ingin melakukan hal buruk itu pada ponakannya sendiri tapi malah bawahannya yang hampir melakukannya bahkan di depan mata kepalanya sendiri


Asisten yang sedari tadi menemani bosnya itu hanya berjaga di depan pintu berniat menghalau kalau semisal nantinya dua penjaga itu kabur

__ADS_1


***


Flash back


Satu jam yang lalu, Serena sedang tertidur saat kedua penjaga itu masuk ke dalam kamarnya. Ukuran perut yang sudah bertambah besar membuatnya mudah lelah dan mengantuk, hal ini pula yang di manfaatkan oleh kedua penjaga mesum yang sudah lama tergoda akan kemolekan tubuh Serena yang makin berisi


Serena terbangun dari tidurnya ketika tangan penjaga yang bertubuh pendek memegang kakinya


"Apa yang kalian lakukan disini?!"


"Kami cuma ingin bersenang-senang denganmu sayang" jawab penjaga bertubuh sedikit lebih tinggi dari yang satunya sambil mengunci pintu kamar


"Keluar dari sini, atau aku akan melaporkan kalian pada paman Evan"


"hahaha!!! laporkan saja, kalau perlu berteriak lah sayang toh tidak akan ada yang mendengar suaramu karena sekarang cuma ada kita bertiga disini" penjaga bertubuh pendek menyeka liur yang mulai menetes dari sudut bibirnya


"Kalian jangan macam-macam atau..."


"Atau apa cantik?! tidak perlu menolak, kami pastikan akan memuaskanmu bahkan nantinya kau yang akan memohon meminta lagi"


gelak tawa keduanya kembali terdengar membuat Serena terus beringsut menjauh sebisa yang ia lakukan


"Jangan terlalu banyak bicara jangkung, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi tubuhnya yang mulus itu" Penjaga bertubuh pendek mulai mendekati Serena Dengan seringai buasnya, sedangkan serena terus melempar barang yang ia temukan pada penjaga itu


Ia juga menendang, memukul bahkan menggigit saat mereka hendak menjamah tubuhnya.


Bukannya berhenti tapi justru kedua penjaga itu malah semakin terpancing untuk segera melampiaskan ***** mereka, bagi mereka suara teriakan Serena seakan suara desa*** yang mengalun indah di telinga mereka


"Tolong!!!! tolong!!!!" Serena berteriak sambil berlarian mengelilingi ruangan berusaha menghindari tangkapan kedua orang itu


Ruangan kamar yang tidak cukup luas memudahkan kedua penjaga itu menangkap Serena lalu melemparnya ke ranjang

__ADS_1


Mengetahui ia sudah tidak memiliki pilihan lagi , Serena hanya bisa menangis sesenggukan sambil terus berdoa akan ada orang yang datang menyelamatkannya


Di detik terakhir akhirnya doanya terkabul saat pamannya itu datang lalu memukuli kedua bawahannya itu dan menarik mereka keluar dari kamar Serena meninggalkannya yang masih menangis dengan pakaian yang telah sobek di beberapa bagiannya


__ADS_2