PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 80 (Putusnya persahabatan)


__ADS_3

Rey telah kembali ke rumah sakit setelah sebelumnya ia pulang ke apartemen untuk membersihkan diri dan berganti pakaian


'Aku merindukanmu'..sebaris kata yang selalu ia katakan pada sosok yang sedang tertidur pulas di hadapannya itu, sosok yang selama beberapa bulan ini menjadi tempatnya berbagi suka dan duka


Di dalam hati Rey mengatakan bahwa semua sudah selesai dan berharap Serena akan senang kemudian sadar dari tidur panjangnya, tapi tidak bisa ia katakan secara langsung mengingat betapa lembutnya hati perempuan yang di cintainya itu


Ia pun merebahkan dirinya di sofa yang menjadi alas tidurnya disana selama ini, mengingat kembali semua yang telah terjadi yang semakin lama membuatnya sadar bahwa semua ini mungkin sebagai balasan atas dosanya yang terdahulu


Mungkin cara Tuhan berbeda dalam menyayanginya namun semua itu sebagai bentuk pengajaran bahwa sejauh apapun dia melangkah, Tuhan akan selalu hadir mengulurkan tangannya untuk membantunya di saat ia butuhkan


Cukup lama Rey terdiam dalam lamunannya hingga rasa kantuk menyerang dan membawanya tenggelam dalam mimpi


***


Keesokan harinya


orang tua Rey dan Clara berada di rumah sakit tempat Clara di rawat. Berada di dalam satu ruangan namun Mereka sama-sama membisu, tenggelam dalam pikirannya masing-masing

__ADS_1


Memang tidak ada yang pernah tau akan takdir hidup seperti apa, tapi mereka juga tidak menduga kalau saat ini mereka akan di pertemukan dengan situasi yang tidak mengenakkan begini


Dokter yang merawat Clara mengatakan kalau perempuan itu sempat kekurangan darah namun semuanya membaik setelah mendapat tambahan darah serta lengannya cuma mengalami keretakan saja sehingga proses penyembuhan tidak butuh waktu lama


Mereka berempat bernafas lega setidaknya Rey tidak benar-benar ingin membunuhnya namun kelegaan itu tidak berlangsung lama ketika papa Clara mempertanyakan perihal keadaan anak yang di kandung Clara


Dokter mengatakan kalau perempuan itu tidak sedang mengandung sehingga mereka tidak memeriksa lebih jauh tentang hal itu dan lebih fokus terhadap luka yang di alami Clara saja


Kebisuan itu terhenti saat asisten Rey datang menemui mereka, membawa bukti akan keburukan yang di lakukan oleh Clara pada istri tuannya sekaligus menjawab yang menjadi pertanyaan mereka


"I-ini ti-dak mung-kin" ibu Clara menutup mulutnya tak percaya kalau anaknya terlibat dalam kejadian tragis itu namun semua bukti yang Indra bawa sudah cukup untuk meyakinkannya


"Beritahu kepada tuanmu itu, lebih baik anakku masuk penjara dari pada harus mengalami penyiksaan seperti itu" teriak ibu Clara dengan suara meninggi sementara suaminya hanya menenangkan karena ia sadar anaknya saat ini berada di posisi yang salah


"Apa anda yakin, nona Clara akan baik-baik saja selama berada di dalam penjara nyonya?! bukankah kehidupan di dalam sana lebih kejam dari yang nyonya bayangkan" cibir​ Indra


"Kenapa kau tidak memberitahu pada kami kalau Rey memiliki rencana seperti ini?!" mom ikut bersuara saat melihat Eve terdiam mendengar cibiran Indra

__ADS_1


"Maaf nyonya bukan kah sudah seharusnya saya mengikuti apa yang tuan Rey perintahkan, sekalipun anda adalah ibu tuan Rey namun saya tidak punya hak untuk mengatakan apa yang tuan Rey tidak perintahkan kepada saya" skak mat Indra membuat Mom hanya menggeram kesal


"Sekiranya tidak ada lagi yang akan saya bicarakan, kalau begitu saya pamit tuan dan nyonya sekalian. Oh iya saya sampai lupa, tuan Rey berpesan semua biaya pengobatan tuan Rey yang tanggung" Indra berlalu setelah mengatakan semua pesan dari tuannya itu


Selepas kepergian Indra, ibu Clara yang sejak tadi sudah meradang menumpahkan segala kekesalannya pada orang tua Rey karena untuk menyerang Rey ia sama sekali tidak memiliki celah


"Ini semua kesalahan kalian berdua, lihat apa yang telah anak kalian lakukan pada anakku"


"Apa maksudmu Eve?! kami juga tidak tau apa-apa tentang semua ini" Mom membalas ucapan ibu Clara yang menyudutkannya, dad memilih diam karena saat ini mereka harus berpikir secara sehat tanpa melibatkan emosi sesaat


"Bohong!!! kau sama saja dengan putramu itu Serly, kalian semua pembohong"


"Percaya padaku Eve, aku sama sekali tidak tau apa-apa"


"Pergi!! jangan pernah memunculkan wajah kalian lagi di hadapan kami"


"Tapi Eve.." Dad menuntun istrinya keluar dari ruangan itu, menghentikan perdebatan yang tidak akan ada ujungnya

__ADS_1


Mom menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, air matanya sedari tadi mengalir meratapi putusnya pertemanan yang sudah lama terjalin di antara mereka meskipun ia sempat kecewa dengan Clara waktu itu tapi rasa sayang pada ibu Clara tidak pernah berubah


__ADS_2