PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 88 (Cemburu)


__ADS_3

Rey telah selesai membersihkan diri dari pasir pantai yang melekat di tubuhnya, ia menatap ke arah tempat tidur dimana Serena tengah berbaring membelakanginya.


Sejak tadi posisinya tidak berubah, bahkan masih mengenakan pakaian yang tadi ia kenakan saat berjalan-jalan


"Ganti baju dulu bee, nanti kau bisa sakit kalau tidur dengan pakaian basah begitu" ucap Rey sambil duduk di samping istrinya itu setelah selesai mengenakan pakaiannya


"Tidak usah pedulikan aku, pergi saja temui wanita yang akan kau nikahi itu" ketus Serena tanpa membalikkan badannya


"Bukannya kamu yang menjodohkan aku dengan temanmu itu bee, kenapa sekarang kamu yang marah?!"


"Ya itu sewaktu aku tidak tau siapa pemilik tempat ini, lagian harusnya kamu menolak kalau ada yang mau mengenalkanmu dengan seorang wanita karena sekarang kamu sudah punya istri dan anak" gerutu Serena mengerucutkan bibirnya yang entah sudah sepanjang apa bibirnya saat ini saking kesalnya


CUP


Rey mengecup bibir tipis itu, membuat Serena makin terlihat kesal terhadapnya


"Kau terdengar sedang cemburu padaku bee"


"Mana mungkin aku cemburu. aku hanya kesal pada pria yang tidak bisa menghargai istrinya padahal istrinya itu sudah memberikan segalanya pada suaminya"


"Ya sudah kalau kamu tidak cemburu, kalau begitu aku akan menyuruh teman wanitaku untuk datang kesini"


drrrrttt!!!


Bunyi telepon genggam Rey bertepatan dengan niatnya yang hendak menghubungi seseorang untuk melihat reaksi Serena atas tindakannya


"Hai cantik, kau seperti bisa membaca pikiranku padahal baru saja aku akan menghubungimu​ tapi kau malah menghubungiku​ lebih dulu" sapa Rey seraya berjalan keluar dari kamar


"Tuan apa anda sedang mabuk?! sejak kapan saya berubah jadi cantik?!" tanya Indra memastikan pendengarannya​ tidak salah


"Untung saja suasana hatiku lagi baik, hampir saja ucapanmu itu membuatmu harus merelakan gajimu terpotong bulan ini"


"Ma-af tuan, saya hanya terkejut mendengar anda memanggil saya dengan sebutan cantik" Indra menelan salivanya dengan susah, ia tidak sengaja mengatakan kalau tuannya itu sedang mabuk beruntung Dewi Fortuna sedang berada di pihaknya kalau tidak ia harus rela mengencangkan tali pinggangnya bulan ini


"Cepat katakan ada apa kau menghubungiku??"


"Begini tuan sepertinya​ tuan Evan sudah mengetahui kalau tuan lah yang berada di balik kehancuran perusahaannya saat ini. Tadi tuan Evan mengatakan ingin bertemu dengan tuan karena​ ada hal yang ingin ia sampaikan langsung pada tuan"


Rey menyeringai mendengar laporan asistennya, ia sudah menduga saat ini pasti Evan sudah Kalang kabut memikirkan nasib perusahaannya yang berada di ujung tanduk

__ADS_1


"Katakan padanya kalau aku tidak punya waktu untuk menemuinya"


"Baik tuan, akan saya sampaikan"


"Terus buat pria br*ngs*k itu tertekan sehingga nanti ia yang akan datang sendiri kepadaku untuk menyerahkan kembali semua yang menjadi hak Serena selama ini"


"Baik tuan"


Rey pun mematikan sambungan telepon ketika ia sudah menerima semua laporan yang di sampaikan oleh Indra. Kemudian ia berjalan masuk ke dalam kamar namun sedikit terkejut melihat Serena memasukkan barang-barangnya kedalam koper


"Kau mau kemana bee?!" peluk Rey menghentikan kegiatan Serena


"Aku mau pulang!! kehadiranku disini sudah tidak di butuhkan" Serena menepis tangan Rey namun justru tangan itu semakin erat memeluknya


"Bulan madu kita belum selesai bee, masa kau tega meninggalkanku disini sendirian"


"Wanitamu akan datang jadi untuk apa lagi aku ada disini" tangis Serena pecah, ia begitu kesal hingga air matanya sudah tidak bisa lagi ia tahan


"Wanitaku hanya kamu saja bee, tadi aku hanya ingin memastikan apa benar kamu tidak cemburu kepadaku soalnya selama ini kamu tidak pernah menunjukkan perasaanmu padaku"


"Kau bohong, tadi kau menghubungi wanitamu di hadapanku lalu mengatakan kalau cuma aku yang menjadi wanitamu"


"Kau bohong!! aku tidak percaya padamu"


"Kalau kau tidak percaya nanti kau bisa menanyakan langsung pada Indra kebenarannya tapi sekarang kau ganti baju dulu setelah itu istirahat karena hari sudah malam"


"Aku mau pulang saja, aku merindukan anakku"


"Ayolah bee, kita baru dua hari disini. Aku bahkan belum menunjukkan tempat yang bagus padamu"


"Memangnya masih ada tempat yang bagus yang belum kita datangi disini?!" tanya Serena penasaran karena sejujurnya ia juga masih ingin sedikit berlama-lama di tempat ini


Melihat Serena yang mulai tertarik dengan ucapannya, Rey mulai memberikan sedikit informasi tentang tempat tersebut berharap Serena berubah pikiran dan tetap menyelesaikan bulan madu mereka seperti yang sudah di rencanakan


"Baiklah aku tidak jadi pulang tapi kalau sampai teman wanitamu itu datang kesini aku akan langsung kerumah dan membawa anakku pergi jauh darimu"


Rey menghela nafasnya kasar, tadinya ia hanya ingin menggoda Serena karena begitu lucu melihat wajah kesal istrinya tapi sekarang justru ia yang kewalahan menghadapi kemarahan istrinya itu


"Aku pastikan itu tidak akan terjadi bee"

__ADS_1


"Kalau begitu lepaskan tanganmu, aku mau mandi"


"Mau aku temani bee?!"


"Malam ini tidur di sofa" ketus Serena sambil berjalan kearah kamar mandi di ruangan itu


"Hhh...juniorku malam ini kita puasa lagi" lirih Rey


***


"Sial!!!"


Evan menggebrak meja kerjanya saat mendapat kabar dari asisten Rey bahwa Rey saat ini sedang tidak ingin bertemu dengannya


Ia tidak pernah menduga kalau Rey akan melakukan sesuatu pada perusahaannya hingga membuatnya harus berada di ambang kehancuran


Namun ia juga masih tidak tau alasan sebenarnya Rey melakukan semua ini padanya, padahal ia sudah membuat Rey menikah dengan keponakannya tapi hal itu tidak membuat Rey berterima kasih justru malah menyerangnya


"Apa yang harus kita lakukan sekarang bos?!"


"Diam kau bodoh!!! kalau aku tau harus berbuat apa, untuk apa aku memanggilmu kesini"


"Tapi bos Satu-satunya jalan hanya dengan berbicara pada tuan Rey karena semua jalan sudah coba kita lakukan namun hasilnya nihil"


"Ya kau benar, tapi bagaimana caranya supaya kita bisa bertemu dengan dia"


"Datang saja langsung ke perusahaannya bos, tidak mungkin tuan Rey menolak anda ketika datang kesana"


"Bodoh!! apa kau lupa kita sedang berurusan dengan siapa, tidak semudah itu menemuinya saat ini apalagi ia sudah bilang tidak ingin bertemu denganku"


Evan memijit pelipisnya, ia tidak tau bagaimana lagi cara untuk bisa bertemu dengan Rey dan meminta padanya untuk melepaskannya


"Serena!!! kenapa aku tidak terpikirkan untuk menemui Serena dan memintanya untuk membantuku berbicara kepada suaminya"


Evan merasa senang, akhirnya ia masih memiliki sebuah jalan keluar dari masalah pelik ini. Setidaknya ia masih bisa mengandalkan Serena untuk membantunya mengingat selama ini ia yang sudah merawat dan membesarkannya


"Cepat kau cari tau alamat tempat tinggal Rey serta nomor telepon milik istrinya"


"Baik bos, akan saya laksanakan. kalau begitu saya mohon undur diri" pamit anak buah Evan yang berada di dalam ruangan kerjanya

__ADS_1


"Pergi lah dan jangan sampai gagal"


__ADS_2