
Rey sedang menunggu di depan ruangan operasi dengan perasaan cemas memikirkan nasib anak serta istrinya yang sedang bertaruh nyawa di dalam sana. Ia tidak sendiri karena adik serta asistennya ikut menemaninya
"Kenapa para bodyguard bodoh itu tidak bisa menjaga Serena Dengan benar, hah!!" Rey mencengkram kerah baju Indra melampiaskan kekesalannya sedangkan Indra hanya terdiam tidak berani menjawab pertanyaan yang lebih terdengar sebagai pernyataan itu
bukk!!
sebuah tinjuan mendarat di wajah Indra hingga membuatnya terjatuh bahkan darah terlihat dari sudut bibirnya
"Sadar kak, jangan lampiaskan kekesalanmu pada orang lain yang tidak bersalah" Re membantu Indra berdiri sambil terus menatap tajam pada kakaknya
"Semua ini salahnya Re, karena dia yang sudah membawaku pergi meninggalkan Serena hingga semua ini terjadi"
"Stop kak, semua ini takdir. Kalau kau mau menyalahkan atau membalas dendam cari orang yang sudah membuat kak Sere jadi seperti ini" Rebecca menarik tangan Rey supaya kakaknya itu bisa duduk dan menenangkan dirinya
Rey dengan segala pikiran yang berkecamuk di kepalanya nampak tidak bisa berpikiran jernih. Ia yang sudah lelah menyalahkan dirinya sendiri mulai melimpahkannya pada orang lain, sampai ucapan adiknya mulai membuat benang yang kusut di otaknya itu mulai mengurai
"Kau benar Re.Kau Cepat temukan bajing** itu dan bawa dia kehadapan ku akan aku bunuh orang itu dengan tanganku sendiri"
Indra yang mendengar perintah itu hanya mengangguk dan langsung pergi dari sana sebelum kemarahan tuannya makin tidak terkendali
Tak berapa lama pintu ruangan operasi pun terbuka dan terlihatlah dokter Mei berjalan mendekati kedua adik kakak itu
"Ma-af Rey"
"Bukan permintaan maaf yang ingin aku dengar Mei, cepat katakan bagaimana keadaan istri dan anakku"
"Hmmm..aku harap kau tidak marah karena Serena saat ini mengalami koma dan putramu sedang di tangani oleh dokter anak karena kondisinya yang kurang baik"
__ADS_1
Rey membelalakkan matanya terkejut sedangkan Rebecca hanya menutup mulutnya dengan kedua tangan karena merasa tidak percaya dengan apa yang dokter ucapkan
"Kau berbohong Mei, Serena pasti baik-baik saja. Tidak..tidak mungkin Serena koma..kau pasti sedang bercanda kan Mei"
"Kau harus kuat Rey demi Serena dan putramu. Sebentar lagi aku akan memindahkan Serena keruangan ICU, nanti kau bisa menemui istrimu disana. Sekali lagi aku minta maaf Rey karena tidak bisa menjaga istrimu dengan baik"
Setelah menepuk pundak Rey, dokter Mei segera memerintahkan para perawat untuk membawa Serena keruangan yang sudah di sediakan.
***
Rey menatap sendu wanita yang di cintainya itu, menggenggam erat tangannya yang tidak bergerak bahkan ia tidak tau kapan akan melihat senyuman dari wajah cantik itu
"Maafkan aku bee, seharusnya aku terus berada di sisimu tapi aku malah meninggalkan mu dan melanggar janjiku sendiri untuk menjagamu" lirih Rey dengan air matanya yang tidak bisa lagi ia bendung
FLASHBACK
Malam itu Rey yang kelelahan langsung tertidur, ia bahkan tidak mendengar saat ponselnya berdering. Namun ketukan pintu berulang dari Indra membuatnya sedikit terusik hingga dengan malas ia membukakan pintu tersebut
"Apa maksud perkataan mu?!" mendengar nama Serena di sebut kesadaran Rey langsung kembali
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan tuan, sebaiknya sekarang kita bergegas Sebelum terlambat"
Rey hanya mengambil ponselnya karena barang lainnya bisa di urus oleh Indra kemudian mereka berdua pun menuju ke tempat pesawatnya berada
Sepanjang perjalanan Indra menjelaskan situasi yang saat ini tengah terjadi di rumah sakit tempat Serena di rawat, itu juga berdasarkan laporan anak buahnya yang sempat ia suruh untuk mengawasi Serena dari jauh
Indra juga menjelaskan bahwa Bi Inah di temukan di salah satu kamar mandi yang tidak terpakai di rumah sakit itu dalam keadaan terikat, sedangkan bodyguard yang menjaga Serena telah di buat tidak berdaya oleh pelakunya
__ADS_1
Tadi Indra sempat menyuruh semua anak buahnya bergerak kesana dan saat ini mereka sedang berusaha menyelamatkan Serena sambil menunggu mereka berdua tiba, Rey hanya bisa menggertakkan giginya menahan amarahnya mendengar semua penjelasan Indra
Saat mereka tiba disana, perkelahian kedua kubu sedang berlangsung. Rey menerobos masuk sambil berlari menuju keruangan Serena di rawat namun sepanjang jalan yang ia lewati ada saja yang menghalangi jalannya sehingga ia harus mengeluarkan sedikit tenaga untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya
Begitu sampai di depan ruangan rawat Serena, Rey menendang pintu kamar hingga terbuka dan pemandangan yang pertama ia lihat adalah istrinya yang sudah berlumuran darah tapi begitu menyadari bahwa pimpinan penyerangan ini masih ada di kamar itu ia pun berusaha mengejar namun langkahnya sedikit terlambat karena pria itu sudah di bawa pergi oleh helikopter
Rey langsung menggendong Serena hendak membawanya pergi namun terhenti saat Mei dan para tim dokter yang baru mendapat kabar tersebut sudah berada di hadapannya dan memintanya untuk membawa Serena ke ruangan operasi untuk segera di tangani
Sementara itu di luar sana suara tembakan masih terdengar bersahutan, Indra yang melihat pelaku kabur langsung menembak helikopter yang di tumpangi pelaku namun karena jarak pandang serta gelapnya malam membuat ia tidak berhasil mengenai sasarannya
FLASHBACK OFF
Rebecca mendekati kakaknya dan mengatakan bahwa Indra ingin berbicara dengannya. Rey pun menitipkan Serena pada adiknya itu sedangkan ia pergi menemui asistennya
"Tuan pelaku penyerangan adalah James Kristoffer, menurut data yang saya temukan ia merupakan seorang mafia kelas kakap yang cukup terkenal di dunia"
"temukan orang itu secepatnya, aku tidak peduli bagaimana pun caranya"
"Itu yang sekarang sedang kami lakukan tuan, hanya saja pria itu terkenal akan kelicikannya sehingga sampai saat ini ia susah sekali di temukan padahal sudah sejak lama polisi mencarinya"
"Apa sekarang kemampuanmu sudah menurun Indra?!" tatap Rey tajam
"Bu-bukan begitu tuan, maksud saya seandainya ada seseorang yang berasal dari dunia yang sama dengan pria itu yang bisa membantu pencarian kita saya rasa usaha kita tidak akan sesulit sekarang"
Rey nampak berpikir, meskipun ia bisa di kata memiliki segalanya namun selama ini urusan seperti ini akan di tangani oleh asistennya itu
"Cepat hubungi Mike, dan suruh ia menemuiku disini" Rey sempat terlupa akan Mike sahabatnya yang juga merupakan seorang mafia
__ADS_1
"Baik tuan"
Indra segera meninggalkan atasannya itu sedangkan Rey berjalan menuju keruangan putranya di rawat karena ia bahkan belum sempat melihat putranya itu