PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 69 (kampung halaman)


__ADS_3

Mereka tiba di kampung halaman Serena setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, semula Rey meminta supaya mereka beristirahat dulu namun istrinya itu tetap memaksa untuk secepatnya menemui orang tuanya


"ma-af mah, pah baru bisa berkunjung sekarang" Serena duduk di antara makam mama papanya yang memang bersampingan sedangkan Rey masih berdiri di belakang istrinya sengaja memberi ruang pada istrinya itu meluapkan kerinduan pada orang tuanya


"Perkenalkan ini suami Rena mah pah, dia pria baik yang sangat menyayangi Rena" Rey tersenyum karena Serena mengenalkannya sebagai suami bukan pria yang memaksanya untuk menikah


Rena adalah nama panggilan orang tuanya dulu semasa hidup padanya, makanya untuk tetap mengenang mereka Serena tidak pernah mengizinkan orang lain memanggilnya dengan nama itu


"Rena sudah hidup bahagia sekarang mah pah, jadi kalian tidak usah mengkhawatirkan Rena lagi" air mata Serena sudah menggenang, tidak pernah sekalipun ia lewatkan berziarah tanpa menitikkan air mata.


"Jangan menangis bee, nanti mama papa mengira kamu berbohong kalau sekarang sudah bahagia" Rey mengusap punggung istrinya untuk menenangkan


"Maaf mas, mungkin aku masih sangat merindukan mereka" Serena menyeka sudut matanya


"Mereka juga pasti merindukanmu bee, sudah hampir sore sebaiknya kita cari hotel untuk menginap kamu juga harus beristirahat"


"Kita kerumah mama saja mas, aku sudah lama tidak kesana"


"Baiklah kalau begitu, kamu tunjukkan jalannya"


"Mah pah Rena pulang dulu, nanti kalau ada waktu Rena pasti kesini lagi mengunjungi kalian" Rey membantu Serena berdiri namun tiba-tiba perut Serena terasa sakit membuatnya memegangi perutnya itu


"Ada apa bee?! perutmu sakit?! kita kerumah sakit sekarang"


"Tidak usah mas, perutku cuma keram saja mungkin terlalu lelah"


"Apa kamu yakin bee?! tapi melihat wajahmu sepertinya itu bukan cuma keram biasa saja"


"Yakin mas, perutku biasa seperti ini kalau di bawa istirahat juga bakal reda sendiri" Rey mengangkat tubuh Serena tidak mungkin membiarkannya tetap berjalan dengan keadaan seperti itu


***


Mereka akhirnya menginap di salah satu hotel mewah yang ada disana, sebelumnya mereka sudah singgah kerumah peninggalan mama Serena namun melihat rumah yang berantakan karena sudah lama tidak berpenghuni itu membuat Serena memilih mengikuti kemauan suaminya meskipun tadi ia sempat mengatakan akan merapikan rumah itu supaya mereka bisa menggunakannya

__ADS_1


"Mandi lah duluan bee, aku mau memesan makan malam untuk kita" ucap Rey yang di angguki oleh Serena kemudian ia mengambil telepon dan memesan makanan untuk mereka berdua


Karena makanan yang mereka pesan cukup banyak, nanti setelah Rey selesai dengan ritual mandinya baru lah makanan itu tiba. Serena melayani suaminya yang tiba-tiba saja manja kepadanya, memintanya untuk menyuapi makanan ke mulutnya sedangkan tangannya sibuk mengelus perut buncit istrinya


"Apa perutmu masih sakit bee?!" tanya Rey saat mereka sudah selesai menyantap makanannya


"Sedikit mas tapi jangan khawatir sebentar lagi juga hilang sakitnya"


"Apa sering seperti itu?!"


"Akhir-akhir ini memang sering sakit tapi tidak apa, aku masih tahan"


"Kenapa tidak memberi tahukan padaku, aku kan suamimu Rena"


"Apakah sekarang suamiku ini sedang kesal karena memanggil namaku padahal biasanya selalu memanggil 'bee' saja" Rena menangkup wajah tampan suaminya, tersenyum melihat wajah cemberut yang di pasang suaminya itu


Cup


Rey masih terdiam di tempatnya, ia masih terkejut dengan ciuman mendadak Serena namun saat ia sudah tersadar istrinya itu sudah berpindah tempat


"Apa yang kamu lihat bee?!" Rey memeluk Serena dari belakang


"Aku hanya melihat keindahan kota ini saja mas, mengingat hari-hari yang kemarin aku lalui di kota ini"


"Pasti berat ya sayang, maaf aku terlambat mengetahui keadaanmu" Rey mengecup puncak kepala Serena lama, seakan ikut memohon maaf seperti ucapannya


"Tidak perlu meminta maaf mas, aku senang bisa memiliki kenangan di kota kelahiran mama ini"


Lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing masih dengan posisi yang sama sambil memandang pemandangan kota di luar sana


Hoaamm


Serena beberapa kali terlihat menguap, pelukan nyaman Rey serta udara yang dingin membuat matanya seakan ingin tertutup

__ADS_1


"Ayo sayang kita tidur, kamu pasti lelah"


Rey ikut berbaring di samping Serena kembali memeluk tubuh Serena yang menghadap kepadanya


"Terima kasih mas"


"Sama-sama​ bee, asal kamu bahagia apapun akan aku lakukan" Serena memukul pelan dada bidang Rey mendengar kata-kata yang seperti gombalan itu


"Apa sekarang kamu sudah mencintaiku bee?!"


"Tidak"


"Tapi ciuman tadi apa?!"


"itu hmmm...itu cuma.."


Cup


Rey membungkam mulut Serena Dengan bibirnya, ciuman lembut yang tidak menuntut namun membuat keduanya tidak ingin melepaskan pangutannya


"Apa aku sudah boleh meminta hakku bee?!" Serena mengangguk malu, wajahnya seketika merona namun sedetik kemudian Rey hanya mencium keningnya saja


"Mas tidak jadi?!"


"Tidak jadi apa bee?!"


"Itu..ka-tanya min-ta hak mas"


"Apa kamu juga menginginkannya sayang?!" bisik Rey di telinga Serena yang membuat wajahnya semakin panas


"Hehehe!! nanti saja sayang, sekarang perutmu masih sakit mana mungkin aku tega melakukannya meskipun yang di bawah sana sudah sangat tidak sabar"


Serena menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rey, memeluk miliknya menikmati kehangatan tubuh suaminya tanpa tau apakah ia sudah mencintai suaminya itu atau belum namun yang ia tau saat ini hanya perasaan nyaman saja yang memenuhi hatinya karena ia yakin suatu saat nanti waktu yang akan mengatakan kebenaran akan apa yang ia rasakan

__ADS_1


__ADS_2