
Rey menggeram marah saat mendapat kiriman foto Clara yang sedang mencoba baju pengantin dari mommynya karena hal itu secara tidak langsung menjelaskan keseriusan ibunya dengan ucapannya tempo hari yang akan memajukan acara pernikahan ia dan Clara
Rasa kesalnya semakin menjadi saat banyak rekannya yang menghubunginya untuk mengucapkan selamat secara langsung karena sudah mendapat undangan pernikahan yang ia saja tidak tau bagaimana bentuk undangan itu
Rey menghubungi Mike dan memintanya melakukan sesuatu yang nanti akan menjadi kado pernikahan terindah untuk Clara selama hidupnya. Setelah itu dia meminta Indra untuk keruangannya karena ada hal yang harus ia bicarakan
"Apa tuan perlu sesuatu??!"
"Apa kau sampai saat ini belum juga bisa mendapatkan saham milik Adiaksa?!"
"Hmm.. maaf tuan, itu masih sulit di lakukan mengingat tuan Adi menolak untuk menjual sahamnya"
"Kalau dia menolak kenapa kau tidak memaksanya, kau tidak lupa kan dengan prinsipku dalam bekerja"
"Maaf tuan, saya tidak lupa"
"Kalau begitu cepat laksanakan!! saya mau besok perusahaan itu sudah harus berada di tanganku"
"baik tuan" Indra tidak punya pilihan selain mengikuti kemauan bosnya itu, dia memilih mengalah karena Suasana hati bosnya sedang buruk hari ini dan ia tidak mau jadi pelampiasan emosi dari tuan Rey nya itu
Sepeninggalan Indra, Rey beranjak dari tempat duduknya ia berniat pulang ke rumah karena percuma ia di kantor tapi tidak bisa mengerjakan apa-apa. Meskipun di rumah pun hawa permusuhan masih terasa tapi bisa dekat dengan Serena bisa sedikit membuat moodnya membaik
***
Serena sedang berdiri di balkon kamar yang merupakan salah satu sudut terbaik yang bisa ia syukuri ada di rumah itu. Ia memandangi bangunan yang menjulang tinggi yang bisa ia lihat sejauh matanya memandang
Seandainya boleh memilih, ia merasa lebih nyaman tinggal di rumah sederhana tapi bisa memberinya kenyamanan ketimbang di apartemen yang mewah tapi serasa berada di penjara seperti ini. Seandainya nanti ia meminta Rey untuk tinggal di sebuah rumah dan pindah dari apartemen ini apakah pria itu akan menurutinya.
__ADS_1
"Hhh.. jangan terlalu berpikiran jauh Serena, ia hanya berbuat baik karena ada anaknya di rahimmu setelah itu kau pun akan di buang oleh Rey" batin Serena seakan berperang dengan pikirannya sedangkan hati nuraninya tidak bisa menyalahkan keduanya
"Hhh... apakah kami akan terus bersama ataukah ia akan membuangku setelah mendapatkan anak ini" desah Serena lirih, mungkin ia masih belum bisa menyukai Rey sekalipun sekarang Rey sudah menjadi suaminya tapi ia masih rela kehilangan Rey dari pada kehilangan anak yang merupakan separuh dari nyawanya itu
"Kita akan terus bersama sekarang, setelah anak kita lahir bahkan nanti saat kita memiliki anak yang lain lagi" bisik Rey sambil memeluk tubuh Serena dari belakang
Ia tadi sengaja tidak bersuara saat masuk ke kamar karena takut mengganggu Serena yang sedang beristirahat tapi begitu tidak melihat Serena disana ia pun melangkah ke balkon kamarnya dan disana nampak Serena sedang termenung entah apa yang di pikirkannya
"Aku tau kamu masih marah padaku tapi tolong sekali ini saja percaya padaku. Kalau memang ucapanku tidak terbukti kamu boleh meninggalkanku saat itu juga, aku ikhlas bahkan aku yang akan menjauh darimu tanpa kamu minta"
Serena bimbang apa ia bisa mempercayai lagi perkataan suaminya itu setelah luka yang ia torehkan di hatinya namun hati kecilnya mengatakan semua orang berhak akan kesempatan kedua seburuk apapun yang sudah seseorang itu lakukan
"Baiklah aku percaya, tapi ingat sekali lagi kamu melukaiku aku pastikan kau tidak akan bisa lagi melihatku dan anak ini selamanya"
"Terima kasih bee, aku tidak akan melukaimu lagi. aku berjanji"
***
"Apa kau menguntitku Leo??"
" apa maksudmu sayang? aku tidak menguntit tapi aku cuma menjagamu dari jauh karena saat ini kau sedang mengandung anakku"
"Kau hampir saja membunuhku dengan tindakanmu itu, apa kau tidak liat aku sedang bersama dengan ibunya Rey?!"
"Aku tidak peduli kau sedang bersama siapa, lagipula aku tidak mengganggu ataupun menyulitkanmu"
"Dasar bodoh, kalau kau muncul tiba-tiba begitu bisa-bisa rencanaku untuk menikah dengan Rey bisa gagal"
__ADS_1
"Aku kira kau kesini karena merindukanku tapi ternyata hanya membicarakan soal pria breng*** itu padahal aku sangat merindukanmu" Leo memasang wajah memelas membuat Clara jadi tidak enak karena memang ia kesana dengan misi khusus
"Tentu saja aku merindukanmu sayang tapi maafkan aku yang tidak bisa melepaskan Rey begitu saja"
"Tidak apa-apa, asal kamu masih berada di sisiku itu sudah cukup tidak peduli sekalipun kamu sudah menjadi istri Rey nanti" ucap Leo memeluk tubuh Clara dan mencium bibir yang selama ini membuatnya rindu
Cukup lama keduanya menikmati ciuman panas mereka namun Clara tiba-tiba melepaskan bibirnya ketika mengingat tujuan awalnya datang kesana
"Aku ingin meminta bantuan mu, apa kau bersedia membantuku sayang??"
"Apapun itu sayang, aku bersedia" ucap Leo sembari membawa Clara duduk di pangkuannya
"Aku ingin kau mencari tau identitas wanita yang ada di apartemen Rey"
"Wanita siapa maksudmu?!" tanya Leo bingung sambil menghentikan aktivitasnya menggerayangi tubuh kekasihnya itu
"Aku mencurigai Rey memiliki wanita simpanan jadi aku mau kamu mencari tau apa hubungan Rey dengan wanita kampungan itu"
"Bukankah kamu juga sama saja sayang, memiliki pria simpanan jadi bukankah sebaiknya kamu biarkan saja"
"Tidak!! Rey hanya milikku dan aku tidak mau berbagi dengan siapapun"
"Hhh.. itu akan susah mengingat Rey itu seperti apa"
"Tenang sayang, kalau kau membantuku aku akan membayarnya dengan tubuhku ini" goda Clara dengan menempelkan bukit kembarnya di dada bidang Leo
"Baiklah sayang tapi aku mau meminta bayarannya​ sekarang juga"
__ADS_1
Leo membawa tubuh Clara berpindah ke kasur miliknya, ia sudah tidak bisa lagi menahan sesuatu yang sudah mengeras sedari tadi di bawah sana