
Drrrrttt!!
"Tuan, nona Clara merupakan dalang dari penyerangan yang terjadi pada nona Serena"
"Jadi perempuan ular itu menyewa pembunuh bayaran untuk mencelakai istriku"
"Sepertinya begitu tuan, dia ingin membalas dendam pada tuan melalui nona Serena"
"Apa kau sudah menemukan dimana keberadaan perempuan itu?!"
"Sudah Tuan, saat ini anak buah kita sedang menuju ke tempat persembunyian nona Clara"
"Segera bawa perempuan itu ke gudang, biar aku yang akan membuat dia merasakan kesakitan seperti yang sudah ia lakukan pada istriku"
Indra menelan salivanya dengan susah, gudang yang Rey maksud merupakan tempat yang dulu selalu Rey jadikan tempat penyiksaan bagi siapa saja yang melakukan kesalahan padanya, tidak peduli pria maupun wanita asal mereka telah berbuat hal yang memancing kemarahan tuannya itu maka akan berakhir di tempat itu
Dua tahun yang lalu gudang itu telah menjadi saksi terenggutnya banyak nyawa yang di lakukan oleh tuannya itu. Emosi yang tidak stabil karena putus dari kekasihnya yang terdahulu membuatnya berubah dari sosok yang sedikit hangat menjadi sosok dingin yang haus darah
Siapapun yang menjadi penghalang apa yang di inginkannya tidak segan-segan ia singkirkan makanya di dunia bisnis dia terkenal akan kekejamannya namun semua berubah sejak kehadiran Serena dalam hidup Rey bahkan gudang itu sempat terlupakan bahkan Indra sampai mengira kalau gudang itu tidak akan pernah lagi mereka gunakan
Namun Clara dengan bodohnya malah membawa sosok yang haus darah itu kembali tanpa pernah berpikir bahwa saat ini Rey bahkan bisa lebih kejam dari sebelumnya
"Apa ada yang kau rahasiakan dariku?!" sarkas Rey saat Indra justru sibuk dengan pikirannya sendiri dan mengabaikan dirinya
"Ti-dak ada Tuan"
"Kalau begitu cepat temukan perempuan itu, dan segera kabari aku kalau dia sudah tertangkap"
__ADS_1
"Ba-baik Tuan"
Tut!!Tut!!!
Sambungan telepon pun terputus, Rey kembali menatap wajah damai Serena yang selalu menjadi obat kerinduan pada istrinya itu.
Semula ia ingin memindahkan Serena ke rumah sakit besar yang ada di Amerika namun mengingat anaknya masih rentan di bawa berpergian jauh apalagi dengan kondisinya yang juga masih belum stabil membuat Rey mengurungkan niatnya
"Sebentar lagi mereka akan merasakan apa yang kamu rasakan bee" gumam Rey sambil mencium kening Serena
***
Setelah percintaan panasnya dengan James tidak biasanya pria itu akan meninggalkannya di hotel sendirian namun di hari itu berbeda, kekasihnya itu seakan terburu-buru pergi padahal biasanya percintaan mereka akan berlanjut hingga pagi hari
Clara yang merasa sedikit aneh dengan tingkah James sudah mempertanyakan perihal itu padanya tapi pria itu hanya mengatakan kalau ia akan melaksanakan misi yang baru saja di dapatkannya
"Akhir-akhir ini kamu jarang pulang sayang, ibu kesepian tidak ada kamu dan juga papa yang menemani disini" ibu membelai rambut putrinya yang tengah berbaring di kamarnya
"Ibu temui papa saja dan ajak papa kembali ke rumah ini. Aku lagi banyak urusan sekarang"
"Hhh...papamu masih marah pada kita sayang, ibu tidak berani menemui papa dalam keadaan seperti ini"
"Terserah ibu saja lah, aku capek Bu mau istirahat" Clara memejamkan matanya menghindari omongan ibunya yang di anggapnya tidak penting itu
Ibu menatap Clara dengan sedih, semenjak kepergian suaminya dari rumah itu tidak ada lagi yang menemaninya disana melewati hari. Sejujurnya ia rindu pada suaminya namun egonya yang tinggi mengalahkan rasa rindunya itu
Perlahan ibu keluar dari kamar Clara supaya tidak membangunkan putrinya itu namun suara pintu yang di buka paksa membuatnya terkejut dan segera berlari ke arah asal suara
__ADS_1
Saat tiba di sana, ibu melihat perkelahian yang masih berlangsung antara pihak keamanan yang menjaga rumah tersebut dengan para orang suruhan Rey namun karena jumlah pihak keamanan yang lebih sedikit membuat mereka kalah dengan telak
"Siapa kalian?!" ibu menatap tak suka pada beberapa pria yang masuk seenaknya kedalam rumahnya
"Kami datang untuk menjemput nona Clara"
"Ada urusan apa kalian dengan putriku?!"
"Kami tidak punya waktu untuk menjelaskan pada anda nyonya, sebaiknya beritahu kami dimana Clara berada?!"
"Clara tidak ada disini" ucap ibu berbohong
"Baiklah kalau anda tidak mau memberitahukan, kami bisa mencarinya sendiri" Kesepuluh orang itu segera berpencar mencari keberadaan Clara sedangkan ibu terus berteriak-teriak menghentikan langkah pria-pria itu
Clara yang terusik dengan kegaduhan yang terjadi di rumahnya, segera keluar dari kamar namun ia seketika terkejut saat tangannya di pegang oleh dua pria yang tidak ia kenal
"Lepaskan bre*ngsek!!" Clara sekuat tenaga melepaskan tangannya dari cengkraman para pria itu tapi justru cengkraman mereka semakin kuat pula terasa di tangannya
"Hentikan!!! mau kalian bawa kemana putriku??" Dengan tertatih ibu mengejar Clara yang akan di bawa pergi oleh pria tidak di kenal itu
"Ibu tolong aku!!!" teriak Clara putus asa saat semua cara untuk bisa terlepas dari para pria itu gagal ia lakukan
Ibu melempari mereka dengan segala yang ia temukan, mengupayakan agar Clara bisa segera menyelamatkan diri. Merasa sang ibu menjadi penghalang, salah seorang pria itu memukul tengkuk perempuan paruh baya itu hingga tak sadarkan diri
Mobil pun membawa Clara pergi menuju ke tempat bosnya itu menunggu. Tempat yang akan menjadi kenangan buruk bagi seorang Clara Beckett
(Maaf tidak bisa update tepat waktu, saya masih sibuk pindahan. Insyaallah kalau semua sudah selesai saya bisa update tiap hari lagi. Terima kasih masih setia menunggu kisah Rey dan Serena 🙏)
__ADS_1