PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 93 (Kehancuran Evan)


__ADS_3

Serena bisa bernafas lega saat mereka telah sampai di ruangan kerja Rey, sungguh nafasnya terasa tercekat di leher ketika banyak mata yang terus menerus mengikuti kemana kakinya melangkah


"Tidak perlu perdulikan mereka" ucap Rey seraya memberikan minuman pada istrinya yang terlihat sedikit memucat


"Hah!! aku hanya tidak terbiasa dengan tatapan orang-orang itu"


"Nanti juga kau akan terbiasa bee, apalagi kalau mereka mengetahui kau itu istriku sudah pasti mereka akan semakin memperhatikanmu"


"Hhh.. baru mendengarnya saja sudah membuatku merinding" Serena tidak bisa membayangkan seperti apa hari-harinya bila hari itu tiba dimana orang-orang​ akan mencari tau semua tentangnya


"Tak perlu di pikirkan, kesini lah aku ingin makan bersamamu" Rey menepuk pahanya mengisyaratkan supaya Serena duduk disana


"Ckck..kau itu mengajakku makan atau mengajakku bercinta" cibir Serena


"Tentu saja bercinta" kekeh Rey sambil mengecup leher Serena dan meninggalkan tanda kepemilikan disana


"Ish..kau ini, cepat makan makanannya. Aku sudah susah payah memasak makanan ini untukmu" Serena meletakkan steak yang sudah hampir dingin di depan Rey seandainya saja tadi tidak banyak gangguan mungkin steak itu masih bisa di makan dalam


keadaan masih panas


"Steak?! kau yang membuat ini bee?!"


"Ya aku meminta chef untuk mengajari cara membuatnya tapi sampai disini steak ini sudah dingin" Serena menatap makanan itu dengan sedih


"Rasanya tetap enak, apalagi kau membuatnya dengan sepenuh hati" Ucap Rey sembari memasukan potongan besar steak kedalam mulutnya


"Tentu saja enak apalagi yang makan sangat kelaparan begini" kekeh Serena melihat makanan itu sudah berpindah ke dalam perut Rey hanya dalam sekejap

__ADS_1


Banyak hal yang ingin Serena tanyakan pada Rey tentang semua hal yang terjadi hari ini karena sejujurnya ia masih bingung dengan semua ucapan pamannya tadi namun ia urungkan mengingat suaminya itu masih berada di kantor dan tidak seharusnya urusan pribadi ia bicarakan disini


Setelah selesai menemani Rey, Serena pun pulang di antar dengan Indra sesuai keinginan Rey karena takut Evan akan kembali berbuat nekat pada istrinya.


Selepas kepulangan istrinya, Rey menghubungi Rebecca dan menanyakan perihal alasan adiknya itu membatalkan rencana kepergiannya dengan Serena dan betapa terkejutnya ia saat mendengar cerita dari Rebecca tentang rencana ayahnya yang tetap berniat memisahkan Rey dan Serena


"Aku akan membuat kalian menerima Serena menjadi istriku bagaimana pun caranya" gumam Rey


***


Sepanjang perjalanan Evan tidak henti-hentinya mengumpat melampiaskan kekesalannya pada Serena karena sudah menolak mentah-mentah untuk membantunya mempertahankan perusahaannya


Padahal hanya Serena lah harapan satu-satunya tapi justru keponakannya itu ikut menutup mata terhadap kesusahannya bahkan yang terburuk ia malah tidak bisa menahan amarahnya dan hampir memukul Serena padahal seandainya tadi ia bisa sedikit melunak tidak menutup kemungkinan hati Serena akan tersentuh sehingga perusahaannya bisa terselamatkan


"Anda mau kemana tuan?! bukan kah pembicaraan kita belum selesai" Evan menahan langkah salah satu rekan bisnisnya yang sudah cukup lama bekerja sama dengannya


Tadi sewaktu Evan sampai di kantornya, ia melihat begitu banyak rekan bisnisnya yang keluar dari sana dengan membawa berkas-berkas​ yang bisa di pastikan itu adalah saham milik mereka pada perusahaannya dan itu berarti kehancuran yang ia takutkan akan segera terjadi


Evan sudah seperti orang gila yang terus menerus memohon bahkan berteriak memanggil orang-orang yang berlalu lalang disana namun tidak ada satu orangpun yang berbelas kasih padanya. Sebenarnya bukan mereka tidak mendengar ucapan memohon dari Evan hanya saja mereka tidak punya keberanian untuk melawan seseorang yang begitu berpengaruh seperti Rey sehingga mereka lebih memilih menyelamatkan diri


"Aarrrgghhh!!!!" teriakan kekesalan Evan menggema di ruangan yang kini hanya di isi oleh ia dan beberapa orang-orang​ kepercayaannya


"Apa yang harus kita lakukan sekarang bos?!" tanya sekertarisnya ragu-ragu​ namun ia juga harus tau apa yang bisa ia lakukan mengingat nasibnya kini sudah tidak jelas


"Pergi kau bodoh!!! perusahaanku sudah tamat, untuk apa lagi kau masih berdiri disini"


"Tapi bos--"

__ADS_1


"Pergiiiii!!!!"


Dengan terburu-buru wanita itu pergi meninggalkan bosnya yang terlihat sangat kacau, meskipun sebenarnya ia masih berat meninggalkan tempat yang sudah lama memberinya kehidupan itu


tok!!!tok!!!


Evan dan para anak buahnya yang masih setia menemaninya menatap ke arah pintu yang dimana kini tengah berdiri beberapa orang dengan pakaian seragam serta seseorang yang sangat di kenalnya tengah berdiri menatap padanya


"Permisi tuan Evan, kami datang kesini membawa surat penangkapan anda karena sudah melakukan tindak kriminal dengan tuduhan menyabotase kendaraan yang mengakibatkan kematian" ucap salah seorang petugas kepolisian yang berdiri di sebelah kanan asisten Rey sembari menunjukkan bukti penangkapan pada Evan


"Kalian tidak boleh seenaknya begitu denganku, tuduhan itu tidak benar jadi keluar kalian dari sini" usir Evan pada tamu yang tidak di undang itu


"Maaf tuan, kalau anda mau membela diri silahkan jelaskan di kantor kami saja" sanggah polisi tersebut yang langsung memberi perintah pada bawahannya untuk membawa Evan keluar


"Lepaskan!!! Aku akan menuntut kalian semua karena sudah membuat keributan di perusahaanku" Evan masih terus berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman para petugas


"Perlu anda tau tuan Evan, mulai detik ini perusahaan ini bukan milik anda lagi karena perusahaan ini sudah di kembalikan pada pemilik sebenarnya dan anda juga harus menebus kesalahan anda karena sudah memalsukan surat kepemilikan perusahaan ini" tegas Indra seraya memperlihatkan surat-surat​ yang dipegangnya


"Bedeb*h kalian semua, perusahaan ini milikku dan selamanya akan menjadi milikku"


"Anda tidak bisa mengelak lagi tuan karena kami memiliki bukti yang bisa memberatkan anda di pengadilan nanti. Jadi saya harap anda mau mengikuti kami dengan sukarela" sanggah petugas yang sudah terlihat kesal dengan tingkah Evan


Evan menggeretakkan giginya, ia tidak menyangka Rey akan tau semua kebusukan yang sudah ia simpan dengan rapat bahkan menjadikannya bumerang untuk menyerangnya


Melihat tidak adanya kemungkinan untuk lari, Evan menghentakkan tangannya yang di pegang oleh para polisi itu hingga terlepas kemudian melakukan perlawanan pada mereka yang juga turut di bantu oleh para anak buahnya yang berada disana hingga perkelahian tidak bisa terelakkan


Melihat jumlah petugas yang masih kalah jumlah dengan anak buah Evan, Indra memanggil pengawal yang tadi di bawanya untuk membantu melumpuhkan Evan karena ia sudah menduga hal ini akan terjadi sehingga tidak butuh waktu lama akhirnya Evan dan anak buahnya berhasil di lumpuhkan dan mereka semua di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya

__ADS_1


__ADS_2