
Malam ini Clara akan mencoba peruntungannya pada Rey, ia sengaja mengundang Rey untuk makan malam di hotel miliknya tentu saja dengan alasan kalau selama pertunangan mereka tidak sekalipun mereka makan bersama seperti ini
Awalnya Rey menolak namun ketika Clara mengatakan kalau ayahnya yang menyuruhnya melakukan ini, mau tidak mau Rey akhirnya setuju.
Sudah sedari tadi Clara mempersiapkan segalanya, ia berharap makan malam kali ini memberi kesan baik di hati tunangannya itu. Terlepas dari niat yang ia simpan di balik semua itu
"Bagaimana penampilanku Bu?!" Clara memandangi dirinya di cermin memastikan tampilannya saat ini sudah sempurna
"Kau sungguh cantik sayang, ibu yakin pasti Rey akan memandangimu terus malam ini"
"Aku berharap Rey akan terus memandangiku sampai nanti kami tua" Clara menunduk sedih, semula ia hanya ingin membuat Rey jatuh ke pelukannya setelah itu akan ia campakkan tapi siapa sangka justru saat ini ia yang malah jatuh hati kepada pria dingin itu
"Tidak ada yang tidak mungkin nak, ibu cuma berharap kamu bersama dengan orang yang benar-benar mencintaimu"
Ibu memeluk putri semata wayangnya itu dengan lembut, ia bahagia karena putrinya itu kini sedikit melunak tidak seperti biasa yang selalu keras kepala dan juga arogan mungkin karena sebentar lagi akan memiliki anak sehingga sifat keibuan pun keluar dengan sendirinya
***
Di ruang tamu rumah Clara, nampak Rey yang sedang bercengkrama dengan calon ayah mertuanya itu
Meskipun makan malam kali ini atas undangan Clara tapi demi kesopanan ia sengaja ke rumah Clara untuk menjemputnya
Saat melihat Clara yang berjalan ke arahnya dengan balutan gaun hitam yang elegan serta riasan yang lebih minimalis dari biasanya membuat Rey tidak bisa untuk tidak memuji kecantikan tunangannya itu
Mendapati Rey yang memandangnya takjub, rona merah di wajahnya langsung terlihat di susul dengan kegugupan yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya
"Kami berangkat dulu ya bu, pah" pamit Clara menutupi kegugupannya
"Hati-hati ya sayang!! Rey titip Clara ya"
Semula orang tuanya menentang keinginan Clara yang berniat menjebak Rey untuk mengakui anak di kandungannya sebagai anaknya
Tapi karena Clara bersikeras dan mengancam akan menggugurkan kandungannya kalau seandainya orang tuanya menentang, maka mereka akhirnya setuju dengan keinginan anaknya itu
__ADS_1
Selama di perjalanan tidak ada dari mereka berdua yang memulai pembicaraan, begitu pula saat telah sampai di hotel pun mereka tetap membisu. Hal ini membuat Rey merasa heran karena Clara yang ia kenal akan terus berusaha menarik perhatiannya dan tidak bersikap manis seperti ini
"Aku mempersiapkan semua makanan kesukaanmu, semoga kamu menikmatinya" ucap Clara saat makanan sudah tersaji di meja
"Ternyata kau bisa juga bersikap baik seperti ini"
"Ini malam yang spesial makanya aku ingin melakukan yang terbaik"
Mereka pun menikmati hidangan dalam diam, hingga makan malam pun berakhir sesuai dengan yang ia harapkan
"Setelah ini kau akan kemana?!"
"Aku akan langsung pulang saja sudah larut malam"
Rey sekali lagi terkejut dengan tingkah Clara yang berbeda dari biasanya namun ia tidak menaruh kecurigaan karena berpikir mungkin saja perempuan itu sedang berusaha menjadi lebih baik lagi
"Kalau begitu biar aku antar sampai kerumah"
"Baik.. tapi tunggu dulu aku mau ke toilet sebentar"
Begitu melihat Clara datang, ia buru-buru mengajaknya pergi karena ia tidak tahan dengan hawa panas yang keluar dari dalam tubuhnya
"Kau baik-baik saja Rey?! wajahmu memerah seperti kepiting rebus" tanya Clara berpura-pura khawatir saat melihat gerak gerik Rey yang ia yakini sudah mulai terpengaruh oleh obat yang ia campurkan kedalam minumannya
"Ah..itu..rasanya malam ini sangat panas"
"Sepertinya kau sedang tidak enak badan, kalau begitu biar aku pulang naik taksi saja"
"Tidak perlu, biar aku antar kau sampai rumah"
Clara tersenyum penuh arti, saat ini Rey sudah hampir masuk kedalam jebakannya. Sedikit lagi hingga apa yang ia inginkan akan tercapai
"Apa kita perlu ke apartemenmu dulu?! ketimbang kerumahku bukankah lebih dekat kalau kita kesana, lagian tidak mungkin juga kau mengantarku pulang dengan keadaan seperti ini"
__ADS_1
Rey menurut, ia membenarkan ucapan Clara tidak mungkin dengan kondisi seperti ini ia bertemu dengan kedua calon mertuanya itu apalagi menyuruh clara untuk pulang sendiri bisa-bisa besok daddynya akan menceramahinya
Baru kali ini Clara menginjakkan kakinya di apartemen milik tunangannya itu, meskipun hanya berada di ruang tamu namun itu sudah cukup mengingat sebentar lagi Rey akan membawanya ke ruangan pribadinya
Rey langsung merendam tubuhnya di bathub, ia sudah tidak memperdulikan kehadiran Clara disana karena yang lebih penting ia harus mengendalikan sesuatu di tubuhnya yang sudah meminta haknya
Setelah satu jam berendam bukannya berkurang justru hasratnya semakin besar, ia lalu teringat akan Serena dan bersiap akan menemui gadisnya itu namun saat keluar Kamar ia mendapati Clara yang tertidur di sofa
Melihat belah** da** Clara yang nampak indah membuatnya tidak bisa menahan diri lagi, ia langsung menyerang Clara yang tengah tertidur
Mendapati dirinya yang sedang di serang oleh Rey, Clara pun mengikuti alur permainan pria itu ia bahkan tidak mempermasalahkan tempat mereka bersenang-senang baginya asal Rey sudah masuk keperangkapnya saja itu sudah cukup
Makin lama permainan mereka semakin memanas hingga desa*** terus keluar dari mulut keduanya
Namun Saat hendak berlanjut ke acara puncak, mereka di ganggu oleh panggilan telepon yang terus menerus berbunyi sekalipun sudah ia abaikan
Dengan geram Rey mengangkat telepon itu yang ternyata dari asistennya. Rey terdiam menerima laporan dari asistennya itu, bahkan hasrat yang tadi sudah di ubun-ubun seakan menghilang
Saking kesalnya dengan laporan yang baru saja ia dengar, ia lalu mendorong tubuh tanpa busana Clara hingga terjatuh di sofa saat wanita itu berusaha untuk merayu Rey meneruskan kegiatan mereka yang tertunda
"Dasar wanita jala**!! beraninya kau berbuat hal rendah ini padaku"
"A-apa maksudmu sayang?! bukan kah tadi kita sedang bersenang-senang tapi kenapa sekarang kau malah mengasari ku seperti ini?!"
"Cepat pergi dari sini sekarang juga sebelum tanganku ini yang melemparmu keluar"
"Katakan ada apa sayang?! siapa yang menghubungimu tadi?! kenapa kau tiba-tiba berubah seperti ini?!"
"Aku bilang keluar atau memang kau mau pergi dari sini dalam keadaan menjadi mayat" Rey mencengkram leher Clara hingga ia kesulitan bernafas
Sekuat tenaga Clara berusaha melepas cengkeraman tangan Rey di lehernya, lalu saat Rey melepaskan tangannya ia segera memakai bajunya kembali lalu menatap penuh amarah kepada Rey
"Aku bersumpah Rey, suatu saat nanti akan aku balas semua yang kau lakukan padaku hari ini. ingat itu"
__ADS_1
Clara pun pergi dari apartemen Rey dengan suasana hati yang buruk seburuk penampilannya saat ini