
"Sebaiknya kita bawa sekarang saja bos, mumpung lagi sepi"
"Tunggu dulu, kita tidak boleh gegabah. Akan fatal akibatnya kalau kita terburu-buru,lagian perempuan itu juga tidak akan kemana-mana. Yang penting sekarang kita sudah tau tempat tinggalnya"
"Tapi bos keliatannya perempuan itu sedang hamil, apa tidak masalah kalau membawanya kepada tuan Rey dalam keadaan begitu?!"
"Itu urusan nanti yang penting saat ini aku bisa secepatnya mendapat dana untuk pameran seni itu"
"Baik kalau begitu, jadi sekarang bagaimana bos?!"
"Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum ada yang mencurigai kita, nanti aku kabari lagi selanjutnya. Tapi jangan lupa untuk tetap mengawasi dia, dan pastikan kalau dia baik-baik saja"
"siap bos"
Setelah mengambil beberapa gambar Serena sebagai bukti yang nanti akan ia berikan kepada Rey, Evan pun mengajak bawahannya untuk meninggalkan pekarangan rumah Serena
***
Sudah sepekan semenjak kepergian Nisa dan Dani dari rumahnya, namun Serena masih enggan untuk bepergian sekalipun untuk mencari pekerjaan baru
Sebenarnya tempat kerja sebelumnya tetap mengizinkannya bekerja namun ia juga sadar kalau dengan perut yang sudah membesar pasti akan menyulitkan gerakannya jadi ia pun memilih untuk berhenti bekerja
Beruntung bosnya memberikan gaji dan pesangon yang lumayan besar untuknya sehingga biaya hidupnya beberapa bulan kedepan bisa tercukupi
drrrrttt...
"Hai Ser, bagaimana kabarmu disana?!"
"Aku baik nis, kabar bunda sama ayah gimana?!"
"Alhamdulillah semua baik Ser, oh iya bunda nitip salam buat kamu katanya kangen!"
__ADS_1
"Salam balik juga Nis buat bunda, kangen banget sama masakan bunda. Aduh jadi ngidam nih sama masakan bunda"
"Hahaha... next time deh ya kalau aku kesana lagi nanti aku bawain"
"Ok deh, jangan sampai lupa ya?!"
"Siap bos!! Lagian kenapa gak ikut kita kesini aja sih Ser?! sepi tau gak ada kamu"
"hmmm.. aku masih belum mau bertemu dengan pamanku dulu Nis"
"huh... dasar perjaka tua itu!! awas saja Ser kalau ketemu pamanmu itu bakal aku kremek kayak kerupuk" Serena tertawa mendengar ucapan Nisa, dia tau temennya yang satu ini kalau sudah marah pasti mulutnya tidak berhenti bicara
"Eh iya Ser, chef cakep gimana kabarnya?!"
"hmmm... sudah punya pacar tapi masih lirik yang cakep-cakep juga nih"
"hehehe... kan menyelam minum air, mumpung ada di depan mata ya harus di nikmati. Sayang tau mahluk kayak begitu di anggurin"
"hmm.. chef...baik kok Nis...baik..mmm"
"Sepertinya ada yang ketuk pintu deh Nis, aku liat dulu ya"
Serena seperti mendengar suara ketukan pintu, ia kemudian mengintip di balik tirai jendela sebelum membuka pintu. Ia terkejut karena saat ini ada beberapa pria terlihat sedang berdiri di depan pintu rumahnya padahal sekarang sudah larut malam
Ia juga sudah memastikan kalau di antara orang-orang tersebut tidak ada seorang pun yang ia kenali. Serena yang ketakutan berusaha menutupi pintu dengan sesuatu yang bisa ia jangkau untuk menghalangi orang-orang tersebut menerobos masuk
"halooo!!! Serena!!! siapa yang datang malam-malam begini?!" suara Nisa menyadarkan serena dari ketakutannya, ia sempat terlupa kalau Nisa masih tersambung dengannya
"Di-di depan ru-rumah a-ada orang Nis, aku-aku tidak tau siapa mereka. aku takut Nis!!"
Brakkk!!!Brakkk!!
__ADS_1
"Buka pintunya nona Serena atau kami akan mendobrak pintu ini" Suara teriakan dan dobrakan pintu makin kencang terdengar dari arah pintu depan
"Tenang ya Ser, sekarang kamu sembunyi dulu tapi kalau orang-orang itu macam-macam kamu lari lewat pintu belakang saja nanti aku telpon Frans untuk menolongmu"
"i-iya Nis"
Dengan membawa tas yang sudah ia siapkan, Serena mengendap menuju ke pintu belakang namun baru hendak membuka pintu dari arah pintu depan nampak beberapa orang yang berhasil menerobos masuk
"Siapa kalian?! cepat pergi dari sini" teriak Serena sambil mengacungkan pisau yang tadi sempat di ambilnya untuk membela diri
"Sebaiknya nona ikut bersama kami selagi kami meminta baik-baik, karena kami di perintahkan untuk membawa nona dalam keadaan hidup"
"Siapa yang menyuruh kalian hah!!!"
"Besok juga anda akan bertemu dia, jadi bagaimana nona apakah anda mau ikut atau harus kami paksa?!"
"Pergi!!! sampai mati juga saya tidak mau ikut sama kalian!!!"
"Karena anda yang meminta, jadi jangan salahkan saya kalau anda nantinya akan terluka"
Pria botak yang sedari tadi bicara dengannya, mendadak maju mendekati Serena lalu dengan gerakannya yang cepat ia memukul tangan Serena sehingga pisau yang di pegangnya terlepas. Kemudian dengan mudahnya pria itu mengangkat tubuh Serena dan membawanya pergi dari rumah itu
Serena terus menjerit sambil memukul pria yang membawanya, namun entah kenapa malam ini rasanya orang-orang terlalu lelap dalam mimpi sehingga tidak mendengar keributan yang terjadi
"Berhenti!!! lepaskan Serena!!"
Setelah mendapat telepon dari Nisa, Frans secepat mungkin melajukan mobilnya menuju ke rumah Serena. Namun ketika sampai ia melihat Serena yang hendak di masukan ke mobil oleh seseorang
"Ck.. ada lagi pahlawan ke malaman, cepat bereskan orang itu lalu kita pergi dari sini sebelum warga datang menangkap kita" ucap pria botak itu kepada salah satu rekannya
Saat ini Frans terlibat perkelahian melawan tiga orang kawanan penculik Serena, Meskipun sudah melawan dengan sekuat tenaga tetap saja Frans tidak bisa menang melawan para pria tersebut malah darah sudah mengalir di beberapa tempat di wajahnya akibat terkena pukulan.
__ADS_1
Serena tidak tega melihat keadaan Frans, ia terus melakukan berbagai cara untuk kabur, ia mulai menggigit, memukul, menendang bahkan menanduk pria di sampingnya tapi apalah daya tenaga Serena terlalu lemah untuk bisa melawan pria tersebut
Sampai akhirnya mobil yang membawa Serena pun melaju meninggalkan Frans yang hanya bisa mengepalkan tangan melihat Serena yang sudah tidak sadarkan diri akibat terkena pukulan pria di sampingnya itu di bawa pergi