
"Indra tolong antar mom, dad, serta Rebecca pulang ke rumah" perintah Rey pada asistennya saat mereka sudah berada di luar gedung tempat di gelarnya ijab qobul
"Kau mau kemana Rey??" tanya Daddy yang melihat gelagat Rey yang akan pergi
"Masih ada urusan yang harus aku selesaikan dad, nanti setelah selesai aku akan pulang menemui kalian"
"Baiklah.. hati-hati di jalan Rey"
Rey hanya melambaikan tangannya kemudian ia melajukan mobilnya menuju ke tempat Mike dan Serena berada
***
"Akhirnya kau tiba juga"
"Dimana Serena??!"
"Sabar brother, istrimu ada di dalam sedang di periksa Mei"
"Apa Serena terluka??! apa anakku baik-baik saja??!"
"Tenang lah Rey, semua baik-baik saja. Aku memanggil Mei hanya untuk memastikan semuanya aman jadi kau tidak perlu panik seperti itu"
"Syukurlah..terima kasih Mike kau memang teman yang bisa di andalkan"
"sama-sama Rey, kapanpun kau butuh hubungi aku saja"
"Hhh...terlambat sedikit saja, kau hampir membuatku menikahi wanita ular itu"
"Maaf Rey, membuat pria bajing** itu membuka mulutnya sungguh sangat susah. Belum lagi tempat persembunyian mereka yang sulit di temukan membuat kami benar-benar kewalahan"
"Bersyukur Tuhan masih berbaik hati padaku, kau menelpon di detik-detik terakhir sebelum ijab Kabul di mulai"
"Apa kau tau Rey, saat membebaskan serena salah seorang dari anak buah Leo sempat menjadikan Serena sebagai sanderanya"
"Sandera??!"
Mike mulai menceritakan ulang kejadian saat pembebasan Serena hingga yang membuat istri sahabatnya itu sampai tak sadarkan diri
"Hampir saja aku membunuhmu kalau sampai kau salah sasaran saat menembak Mike"
"hehehe..apa sekarang kau meragukan kemampuanku Rey??!"
"Tentu saja tidak Mike, kemampuan serta pengalamanmu selalu bisa di percaya"
Keduanya terkekeh, pertemanan yang sudah puluhan tahun terjalin membuat keduanya saling mengenal karakter masing-masing bahkan sampai urusan asmara pun mereka terkadang memiliki selera yang sama
__ADS_1
"Bukan kah kau memiliki utang penjelasan padaku Rey soal istrimu itu"
"Penjelasan soal Serena??! memang apa yang ingin kau ketahui??!"
"Semuanya, cepat ceritakan awal pertemuan kalian hingga tiba-tiba ia bisa menjadi istrimu sekarang"
Rey pun mulai menceritakan pertemuan pertamanya dengan Serena, bagaimana ia bisa merindukan perempuan itu padahal baru sekali ia bertemu dengan Serena saat itu hingga ia akhirnya bisa menikahi Serena beberapa hari yang lalu meskipun belum resmi secara hukum
"Apa kau yakin anak yang di kandung Serena itu anakmu??!"
"Aku sudah melakukan Tes DNA dan hasilnya menunjukkan kalau anak itu memang anak kandungku"
"Kau beruntung Rey memiliki istri yang cantik seperti Serena, hhh...andai saja dia bertemu denganku lebih dulu sebelum bertemu denganmu"
"Apa maksudmu??! jangan bilang kau menyukai istriku??!"
"Hahahaha... aku akui istrimu itu sangat manis, tapi tidak mungkin aku akan merebut istri sahabatku sendiri. Kecuali kau tidak bisa membahagiakannya baru akan aku rebut dia darimu"
"Jangan bermimpi.. sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan dia"
Mike kembali tertawa, ia bersyukur temannya itu bisa move on dari masa lalunya dan bertemu dengan Serena yang menurut penglihatannya adalah wanita baik-baik
"Berhenti tertawa, bagaiman caranya kau bisa menemukan Leo lalu menangkapnya??!"
"Aku menyuruh anak buahku untuk menunggui Leo di apartemennya, begitu melihat Leo yang sedang memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen yang saat itu sedang sepi mereka pun bisa menangkap Rey meskipun sebelumnya harus mendapat perlawanan darinya"
"hehehe.. aku bukan orang sabaran Rey jadi aku memberikan sedikit salam perkenalan padanya lagipula salahnya sendiri mengulur waktu terlalu lama"
"Yah apapun itu aku tetap berterima kasih padamu"
Merekapun melanjutkan obrolannya hingga mendengar suara teriakan Serena dari dalam kamar tempat ia di periksa oleh Mei
"aarrrgghhh!!! pergiiii...tolong....pergiiii......aaaarrrggghhhh....!!!"
"Ada apa ini Mei??!" Bee tenang, semua sudah aman"
Rey memeluk tubuh Serena yang masih berteriak-teriak ketakutan sedangkan dokter Mei mengambil jarum suntik kemudian menyuntikkan sesuatu pada Serena hingga membuatnya tertidur
"Dia mengalami syok, sepertinya ada hal tidak menyenangkan yang sempat ia saksikan kemudian terekam di bawah sadarnya hingga membuat ia histeris seperti ini"
"Apa yang sebaiknya kita lakukan Mei??!"
"Sebaiknya bawa dia pulang, mungkin berada di tempat yang ia kenali bisa membuatnya sedikit nyaman"
"Baiklah, Mike sekali lagi terima kasih aku akan membawa istriku pulang"
__ADS_1
"Hati-hati Rey, ada apa-apa jangan sungkan menghubungiku"
"Aku akan ikut bersama Rey jadi tolong urus mobilku" ucap Mei melempar kunci mobilnya pada mike kemudian menyusul Rey yang sudah lebih dulu berjalan di depannya sembari menggendong tubuh Serena
***
Mereka sampai di apartemen Rey setelah menempuh perjalanan yang cukup lama maklumlah kota metropolitan yang selalu di hiasi dengan kemacetan, beruntung obat penenang yang di berikan dokter Mei pada Serena masih bekerja sehingga selama perjalanan Serena terus tertidur bahkan ketika mereka telah sampai di apartemen
"Ya Allah, nona Serena kenapa tuan??!" Bi Inah terkejut saat melihat nonanya ada dalam gendongan tuannya dalam kondisi tak sadarkan diri
"Serena tidak apa-apa bi, saya mau membawanya ke kamar. Tolong bukakan pintu kamarnya bi" Bi inah mengikuti seperti yang tuannya perintahkan.
Rey meletakkan Serena di ranjang kemudian dokter Mei yang sedari tadi mengikuti Rey langsung memasangkan infusan pada tangan Serena karena melihat kondisi Serena yang lemah dan menghindari kekurangan cairan maka hal itu yang harus ia lakukan
"Keadaannya sudah lebih stabil, tapi pastikan kalau nanti dia tiba-tiba histeris seperti tadi jangan biarkan ia melukai dirinya sendiri" dokter Mei mengajak Rey berbicara di luar agar Serena bisa beristirahat dengan tenang
"Aku akan menjaganya kau jangan khawatir"
"Hhh...hubungan kalian terlalu rumit Rey. Kasian Serena harus mengalami hal buruk seperti ini"
"Ini salahku Mei, aku yang tidak bisa menjaganya dengan baik"
"Semua sudah terjadi Rey, tidak perlu menyalahkan diri sendiri . sekarang yang harus kamu lakukan adalah menjaganya karena sesuai perhitunganku kemungkinan bulan depan anakmu akan lahir"
"Bulan depan??!" tanya Rey memastikan
"Ya bulan depan, entah pertengahan atau akhir yang pasti banyak berdoa supaya kelahiran anakmu nanti berjalan lancar"
"Pasti!! aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putraku"
"Sebaiknya cepat pertemukan orang tuamu dengan Serena sebelum anak itu lahir, bukan kah lebih baik kalau anak itu lahir di temani dengan kakek neneknya"
"Aku juga menginginkan begitu Mei, tapi apa tidak terlalu cepat mempertemukan mereka sekarang sedangkan pernikahanku baru saja batal"
"Lebih cepat lebih baik Rey, apa lagi kalau mereka mengetahui akan memiliki seorang cucu pasti mereka akan lebih bahagia"
"Ya kau benar, nanti akan aku cari waktu yang baik untuk mempertemukan mereka"
"sepertinya tugasku disini sudah selesai, kalau begitu aku pamit dulu Rey"
"Tunggu lah dulu biar asistenku yang mengantarmu pulang"
"Tidak perlu, aku akan pulang naik mobil online saja lagipula jarak rumahku dengan apartemenmu cukup dekat"
"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan Mei. Terima kasih selalu meluangkan waktu untuk membantuku"
__ADS_1
"Sama-sama Rey itu sudah tugasku sebagai seorang dokter toh kau juga memberiku bayaran yang setimpal" dokter Mei terkekeh kemudian meninggalkan apartemen Rey