PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 45 (pertengkaran kecil)


__ADS_3

Rey menggebrak meja setelah membaca pesan yang adiknya kirimkan, beberapa hari ini ia cuma terfokus pada Serena sehingga melupakan kehadiran Clara yang merupakan ancaman terbesar buatnya saat ini


Serena yang mendengar hal itu hanya terdiam, ia tidak mau terlalu perduli dengan urusan pria yang sudah beberapa hari ini tinggal bersamanya. Meskipun pria itu selalu memperlakukannya dengan sangat baik tapi ia sangat tau bagaimana menakutkannya ketika pria itu sedang marah


"Aku harus ke kantor hari ini, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucapnya saat mengambil baju yang akan ia kenakan


"Iya" jawab Serena sekedarnya sambil berjalan keluar dari kamar itu


"Kau mau kemana?!"


"Kau kan mau berganti pakaian masa aku harus tetap berada disini" walaupun ia sudah pernah melihat tubuh Rey tapi kalau harus melihatnya lagi dalam keadaan sadar seperti ini ia merasa kurang nyaman


"Masuk, aku belum selesai bicara"


"Kau bisa bicara lagi setelah selesai berpakaian, aku akan menunggu di luar" Serena secepat mungkin menutup pintu kamar itu, setidaknya saat ini matanya terselamatkan dari pandangan yang bisa membuatnya lupa diri


Sembari menunggu Rey bersiap, Serena menyiapkan sarapan untuk pria tersebut sekiranya itu bentuk terima kasih karena Rey sudah begitu baik padanya


"Apa yang kau lakukan?!"


"Menyiapkan sarapan untuk anda tuan Rey"


"Aku sudah melarangmu melakukan hal seperti ini, kita masih bisa memesan makanan kalau memang kau lapar"


"ish.. ini hanya secangkir kopi dan roti, membuatnya tidak akan membuatku lelah seperti yang kau khawatirkan itu"


"Kau tidak ikut sarapan?!"

__ADS_1


"Perutku menolak di isi makanan kalau masih jam segini. Cepat habiskan makananmu, bukan kah kau akan terlambat kalau terlalu banyak protes"


Serena menarik kursi dan duduk di hadapan Rey, ia sengaja menemani pria itu supaya secepatnya pria itu pergi dan ia bisa bebas sendirian disana


"Kau tak apa di tinggal sendiri?!"


"iya tidak apa-apa, aku sudah biasa sendiri jadi kurang nyaman kalau ada orang asing yang tiba-tiba tinggal bersamaku" Rey menatap tajam pada Serena, secara tidak langsung gadis itu mengatakan kalau ia juga tidak nyaman saat bersama dengannya


"Jadi kau tidak suka tinggal serumah denganku, begitu?!"


"Ya kira-kira seperti itu tapi herannya kau juga tetap saja mengurungku seperti ini"


"Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun, jadi jangan berharap untuk pergi atau kabur dari sini karena aku akan bisa dengan mudah menemukanmu"


Kedua mata mereka saling bertemu beberapa saat, ada emosi yang keduanya coba redam dari tatapan itu


"Bagus kalau kau sudah mengerti, aku akan usahakan untuk pulang siang nanti. Ada apa-apa jangan lupa langsung menghubungiku​" Rey pun keluar dari apartemen itu setelah mencium puncak kepala Serena


***


Di ruangannya Rey segera memeriksa semua berkas yang telah berada di atas meja kerjanya, ia harus secepatnya menyelesaikan urusannya lalu pulang karena ada Serena yang menunggunya di rumah


tok!!!tok!!! asisten Rey terlihat masuk sambil membawa beberapa berkas di tangannya


"Anda sudah datang tuan, padahal baru saja saya akan ke apartemen mengantar berkas-berkas ini"


"Tidak perlu, letakkan saja semua disini nanti saya akan periksa semuanya. oh ya apa Clara pernah datang kesini mencari saya?!"

__ADS_1


"Benar tuan, belum lama ini nona Clara datang kesini tapi saya katakan kalau tuan sedang ada urusan di luar kota. Awalnya ia tidak percaya dan hendak menuju ke apartemen tuan tapi setelah saya jelaskan lagi baru ia percaya"


"Cih... dasar perempuan tidak tau malu, masih berani dia menampakkan diri setelah saya mengusirnya malam itu"


"Sepertinya nona clara tidak akan menyerah semudah itu tuan"


"Cepat kumpulkan semua bukti tentang hubungan Clara dan leo serta kehamilan Clara saat ini. Kalau perlu dapatkan rekaman CCTV yang bisa menguatkan kalau Leo adalah ayah biologis anak di kandungannya itu"


"Baik tuan akan saya laksanakan"


"Dua hari lagi laporan itu sudah harus berada di tangan saya"


Indra hanya bisa mengangguk mengiyakan perintah atasannya itu, lima tahun sudah ia bekerja dengan Rey dan ia juga sudah tau baik buruk dari bosnya itu


"Apa jadwal hari ini?!"


"pukul 11 ada rapat dengan perusahaan A yang kebetulan harus anda sendiri yang hadir disana"


"Mundurkan rapatnya, aku harus pulang makan siang nanti"


"Tapi tuan rapat ini sudah beberapa kali kita tunda kalau sampai kali ini juga di mundurkan sy khawatir direktur perusahaan itu tidak jadi bekerja sama dengan kita"


"sial!!! mulai saat ini rubah semua jadwalku, pastikan jam makan siang tidak ada lagi rapat atau apalah itu yang menggangguku. Dan juga pastikan saya bisa pulang pukul lima sore nanti"


Indra mengernyit heran, tidak biasanya bosnya itu membuang waktunya percuma kalau bukan untuk urusan pekerjaan.


Apa karena perempuan yang ia bawa itu penyebabnya?! Indra juga tidak tau tapi ia cuma berharap ini merupakan awal yang baik untuk kehidupan bosnya itu

__ADS_1


__ADS_2