PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 85 (Rencana bulan madu)


__ADS_3

Rey tengah berada di ruangan kerjanya setelah beberapa bulan ia tinggalkan. Semenjak Serena pulang ke rumah, ia pun kembali bekerja seperti biasa karena sebelumnya ia hanya akan kesana saat ada rapat penting yang tidak bisa di wakili oleh asistennya selebihnya semua urusan kantor akan ia kerjakan di rumah sakit


tok!!tok!!


Indra muncul sambil membawa setumpuk berkas di tangannya yang merupakan laporan pekerjaan yang secara khusus di berikan Rey padanya. Setelah memberikan berkas tersebut pada Rey, ia hanya berdiam memandangi atasannya itu yang kini terlihat jauh berbeda dari sebelumnya


Saat istrinya koma, ia kembali menjadi Rey yang dingin, kejam serta tidak berperasaan. Semua orang yang ia rasa mengganggunya tidak segan-segan​ ia singkirkan. Begitu pula dengan orang-orang​ yang sudah membuat istrinya itu menderita, mereka pun tak luput dari kekejaman Rey entah akan kehilangan harta bendanya atau kehilangan keluarga sebagai balasan perbuatan mereka


"Sejauh mana kau berhasil mengembalikan milik istriku yang sudah di rebut oleh pria itu" tanya Rey tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang di pegangnya


"Kita sudah berhasil menemukan bukti pemalsuan surat kepemilikan perusahaan yang dilakukan oleh tuan Evan terhadap perusahaan ayah nona Serena , namun saya juga masih mengumpulkan bukti-bukti yang lebih akurat lagi supaya secepatnya mengembalikan yang seharusnya menjadi milik nona Serena"


"Bagaimana kondisi perusahaan Evan saat ini?!"


"Perusahaannya mengalami peningkatan yang cukup pesat namun mengingat watak tuan Evan yang suka bermain dengan wanita saya rasa tidak butuh waktu lama perusahaan itu akan kembali mengalami kehancuran"


Rey sedikit berfikir, sebenarnya membuat perusahaan itu mengalami masa sulit cukup mudah hingga nantinya Evan akan mendatanginya lagi untuk meminta bantuan dan dia akan dengan mudah memperoleh perusahaan milik istrinya


Namun ia ingin memberikan pelajaran kepada Evan yang selama ini sudah menyakiti Serena sekalipun ia tidak berniat untuk menghabisi nyawanya mengingat berkat Evan pula ia akhirnya bisa bertemu dengan Serena


"Sudah kau selidiki, perbuatan Evan selama ini terhadap Serena"


"Tentu saja tuan, anda bisa membacanya di situ"


Rey membaca tiap tulisan yang di tunjukkan oleh asistennya itu. Meskipun ia sudah tau bagaimana Serena hidup selama ini tapi begitu membaca langsung semua kesulitan hidup istrinya akibat perbuatan Evan dia juga tidak bisa menahan amarahnya lagi


"Jadi selama ini ce*cung*k itu membuat Serena seperti seorang pembantu di rumah peninggalan orang tuanya sendiri"


"Benar Tuan"


"Kerahkan semua anggota kita untuk mengumpulkan semua bukti kejahatan pria itu, aku mau secepatnya Serena mendapatkan​ miliknya kembali"


"Baik tuan"


"Kalau begitu pergi lah, aku mau pulang menemui istri dan anakku"


Indra mengangguk kemudian ia segera keluar dari ruangan itu. Begitu pula dengan Rey yang langsung berjalan menuju mobilnya terparkir, kemudian melajukannya menuju ke kediamannya

__ADS_1


***


Hari sudah siang namun Serena masih sibuk mengurus taman bunga yang terletak di belakang rumahnya


Saking asiknya, ia bahkan tidak menyadari kehadiran Rey yang sedang menggendong putranya


"Aduh!!" Serena hampir terjatuh karena terkejut saat melihat Rey sudah ada di hadapannya beruntung tangan Rey dengan cepat menariknya hingga ia sekarang sudah berada di pelukan suaminya itu


"Ini lah alasanku tidak membiarkanmu mengurus bunga-bunga itu"


"Jangan katakan kalau kamu cemburu pada bunga-bunga itu sayang" Serena melepas pegangan Rey kemudian mencium pipi gembul anaknya


"Aku cemburu terhadap semua hal yang membuatmu melupakanku"


"Berarti terhadap putra kita juga sayang?!"


"Tentu saja"


"Ckckckck.. kesini lah pipi gembulku, daddymu itu terlalu berlebihan bahkan ibu tidak boleh berdekatan dengan siapapun termasuk dirimu" bisik serena di telinga putranya yang membuat bayi gembul itu tertawa cekikikan karena kegelian


"Kalau begitu, kita saja yang menjauh dari daddymu yang pencemburu itu"


"Mau kemana kalian!!" Rey mengejar Serena yang telah berjalan lebih dulu meninggalkannya​.


Kejar-kejaran pun berlanjut hingga ke kamar tidur mereka, bi Inah yang menjadi saksi hidup keduanya menatap dengan senyum bahagia di bibirnya melihat kebersamaan yang sempat terenggut dari keduanya


"Hentikan sayang!! aku sudah lelah" Serena merebahkan tubuhnya di kasur sementara putranya bermain di sisinya


"Salah sendiri mengatakan ingin menjauh dariku" Rey ikut merebahkan dirinya di samping Serena bahkan sambil memeluk tubuh istrinya itu


"Aku hanya bercanda sayang, aku tidak akan pergi jauh darimu sampai kapanpun"


"Apa kamu berjanji bee?!"


"Tentu saja aku berjanji, lagipula kemanapun aku pergi kamu dengan mudah akan menemukanku"


"Jangan pernah pergi bee, aku tidak akan bisa hidup tanpamu" ucap Rey tulus sambil mencium puncak kepala Serena

__ADS_1


"Ini masih siang, kenapa sudah pulang sayang?!"


"Apa aku tidak boleh merindukan anak dan istriku?!"


"Bukan begitu sayang, hanya saja tidak biasanya kamu pulang di jam kantor seperti ini"


"Tadinya aku ingin makan siang bersamamu tapi sepertinya adikku itu lebih kelaparan dari pada aku" Serena yang tidak mengerti dengan perkataan suaminya ikut melirik kearah yang suaminya tunjukkan


Wajahnya seketika memerah padam saat mengetahui sesuatu di bawah sana telah berada di posisi siapnya meskipun masih terbungkus oleh celana yang di kenakan suaminya


"Bu-kannya kita akan berbulan madu" ucap Serena terbata sambil memalingkan wajahnya


"Jadi kamu setuju dengan ide berbulan madu itu bee?!" tanya Rey yang hanya di angguki oleh Serena


"Katakan saja kamu mau berbulan madu kemana, pasti aku kabulkan"


"Kemana saja sayang, asal berdua denganmu"


"Kalau begitu besok kita akan berbulan madu ke Paris biar Indra yang mempersiapkan segalanya"


"Paris?! ta-pi a-ku tidak tau berbicara bahasa mereka, bagaimana kalau aku hanya akan mempermalukanmu disana"


"Ada aku bee, cukup percayakan semua padaku"


"Baiklah, tapi bagaimana dengan putra kita?!"


"Jangan khawatir dia akan baik-baik saja bersama bi Inah nanti aku juga akan meminta Re menemani mereka disini"


"Apa Mom dan daddy tidak marah kalau Re menginap disini?!"


"Re akan mengatakan kalau dia pergi berlibur jadi Mom dan daddy tidak akan tau kalau dia sebenarnya ada disini"


"Syukurlah kalau begitu"


"Cukup persiapkan dirimu bee karena besok aku akan memberikan pengalaman yang tidak akan pernah kamu lupakan"


Membayangkan saja membuat wajah Serena kembali memerah, padahal ia sudah mempersiapkan dirinya untuk hal itu namun entah mengapa selalu saja ia merasa malu hanya dengan mendengarnya saja

__ADS_1


__ADS_2