
Clara bangun tidur dengan kepala yang terasa sedikit pusing serta rasa mual yang hebat seakan semua isi perutnya akan ia keluarkan
Entah akhir-akhir ini, ia selalu merasa tidak enak badan bahkan terkadang terlalu malas untuk melakukan sesuatu
Hal ini juga yang membuat ibunya merasa penasaran dengan anak semata wayangnya itu, tidak biasanya Clara menghabiskan banyak waktu di rumah bahkan untuk urusan makan pun saat ini ia tidak banyak menuntut
"Kau sepertinya kurang sehat sayang?! apa mau ibu panggilkan dokter?!"
"Tidak usah Bu, aku cuma kecapean saja"
"Apa kau yakin?! wajahmu pucat sekali sayang"
"Iya Bu, aku tidak apa-apa. Beristirahat sebentar juga pasti sembuh"
"Apa mungkin kau mau datang bulan sayang?! biasanya badan akan terasa kurang enak kalau sudah mendekati waktunya"
"Se-sepertinya begitu Bu"
"Ya sudah ibu buatkan teh hangat dulu, kamu beristirahatlah"
Clara tidak mengingat kapan siklus datang bulannya terakhir datang, kesenangan akan pertunangannya membuat ia lupa akan hal ini. seandainya saja ibunya tidak membicarakannya mungkin ia bahkan tidak sadar kalau sudah sebulan lamanya tamunya itu tidak datang
Ia lalu bergegas berganti pakaian hendak membeli alat tes kehamilan, ia khawatir keadaannya seperti yang ia pikirkan
"Kau mau kemana sayang?! bukannya kau lagi kurang enak badan"
"ah..itu..a-ku aku lupa sudah ada janji sama teman Bu, sekarang ia pasti sudah menungguku. Aku pamit ya Bu"
Dengan terburu-buru Clara memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
Begitu pula ketika di apotek,ia tidak ingin berlama-lama makanya secepat mungkin ia menyelesaikan transaksinya.
Tidak lupa pula ia memakai masker dan kaca mata ketika berbelanja supaya tidak ada yang mengenalinya. Sekarang ia sudah di kenal sebagai calon istri dari Rey jadi sudah pasti berita akan dirinya yang terekam sedang membeli tespect akan menghebohkan dunia
"Ti-tidak!! ini tidak mungkin, pasti alat ini salah"
Clara kembali mengulang dengan tespect yang lain tapi hasilnya sama saja, bahkan setelah menggunakan sepuluh tespect berbeda dua garis merah itu tetap saja terlihat
__ADS_1
Clara tidak pernah merasa lupa memakai pengaman ketika berhubungan dengan Leo sampai hal ini terjadi. Ia begitu yakin kalau leo lah ayah dari bayi di kandungannya karena sebejat apapun Clara tidak pernah ia tidur dengan pria lain selama bersama dengan leo
"Breng*** kau Leo!!! aaargghhh...sekarang harus bagaimana?! ayo Clara berpikir!!!"
Clara mondar mandir di dalam kamarnya, ia nampak berpikir keras tentang kehamilan yang tidak ia inginkan ini
"ya aku harus mengeluarkan anak ini,harus!! bagaimana pun dia hanya akan menghalangi rencanaku menjadi istri Rey dan itu tidak boleh terjadi"
***
Sudah sepekan Dani mencari Serena, namun belum ada tanda-tanda dimana Serena berada. Meskipun sudah mengetahui identitas pemilik dari plat mobil yang di gunakan para penculik itu tapi tetap saja menemui jalan buntu sebab mobil itu merupakan barang curian yang sampai saat inipun belum di temukan
"Masih belum ada petunjuk juga ya Dan?!" Nisa menyuguhkan teh kepada Dani yang semenjak penculikan Serena makin sering berkunjung kerumahnya
"Begitu lah Nis, bagaimana dengan Frans?! apa dia sudah menghubungimu?!"
"hhh...Sama seperti kita, dia juga belum dapat petunjuk apa-apa bahkan pihak kepolisian juga tidak banyak membantu"
"Baru juga kita menemukan dia, sekarang dia sudah menghilang lagi"
"Awalnya aku marah Nis tapi begitu mendengar cerita yang sebenarnya dari Serena, aku selalu di hantui rasa bersalah karena tidak bisa menjaganya padahal aku ini kekasihnya"
"aku mengerti perasaanmu Dan, tapi kurang baik rasanya kalau kau menyalahkan takdir"
"Aku tidak menyalahkan takdir, cuma yang aku sesalkan aku tidak ada di saat ia butuhkan"
"Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Setelah Serena ketemu cobalah memulai semua dari awal lagi, aku yakin ia masih sangat menyayangi mu"
"Aku berjanji Nis, aku akan menjadikan Serena istriku dan mengakui kalau anak yang di kandung Serena adalah anakku"
"Kau orang baik Dan, aku berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua"
Entah mengapa ada rasa yang tidak ia mengerti ketika mendengar ucapan Dani tadi, bukannya tidak senang akan kebahagiaan temannya tapi tanpa ia sadari ada rasa yang diam-diam telah tumbuh selama kebersamaan mereka yang berusaha ia tepis
***
Leo sedang melintas di daerah sekitar rumah Clara ketika ia tanpa sengaja melihat Clara mengendarai mobilnya. Ia memutar balik arah mengikuti Clara dari belakang karena penasaran akan kemana gadis itu
__ADS_1
Sekitar sejam kemudian mobil yang di kendarai Clara memasuki sebuah bangunan yang di depannya terpampang tulisan yang membuat Leo mengernyit
"Klinik bersalin permata bunda!! untuk apa dia kesini?!" gumam leo sembari menepikan kendaraannya
Cukup lama ia menunggu hingga Clara terlihat keluar dari klinik tersebut, kemudian setelah mobil Clara sudah tidak terlihat ia memasuki klinik itu untuk mencari informasi
"Permisi!! apakah istri saya sudah sampai disini?! soalnya tadi kami janji bertemu disini"
"Kalau boleh tau nama istri tuan siapa?!"
"Nona Clara"
Perawat itu memeriksa daftar tamu yang datang hari ini dan benar saja disana tertulis nama Clara serta data diri dan alasan kedatangannya
"Nona Clara sudah datang tuan, tapi sepertinya ia sudah pulang belum lama ini"
"Mungkin kami berselisih jalan padahal saya ingin sekali mengetahui hasil pemeriksaannya"
"Tuan langsung menemui dokter saja kebetulan dokter belum kedatangan pasien lagi"
"Terima kasih kalau begitu saya ke dalam dulu"
Leo masuk keruangan dokter dan melanjutkan aktingnya sebagai suami Clara hingga dokterpun percaya dan menceritakan maksud kedatangan Clara kesana
"Istri bapak kesini berniat ingin menggugurkan kandungannya"
"menggugurkan kandungan dok?!"
" iya pak, kenapa?! sepertinya bapak terkejut"
"Hmmm... saya cuma kaget karena menurut pengakuannya pada saya, ia akan memeriksa kandungan saja"
"Mungkin memang nona Clara ingin menyembunyikan ini dari anda"
"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas informasinya dok. Kalau begitu saya pamit"
Leo meninggalkan klinik tersebut dengan menahan amarahnya, ia marah karena niat Clara yang ingin menggugurkan anak yang ia yakini adalah anaknya
__ADS_1