
Rey menghabiskan waktu bersama dengan Serena, ia begitu menikmati di manjakan oleh istrinya itu membuat bi Inah yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Tuan muda yang manja, apa kau tidak berniat kembali ke kantor? ini sudah hampir sore" ucap serena pada suaminya yang sedang berbaring memeluknya
"Memelukmu lebih menyenangkan dari pada melihat berkas yang berserakan di meja kerjaku"
"Aku bosan seharian hanya terus berbaring seperti ini"
"Apa kau mau jalan-jalan bee?!"
"Apa kau serius ingin mengajakku berjalan-jalan?"
"Tentu saja bee, kita harus menyiapkan keperluan anak kita yang akan lahir ini" Rey mengusap perut Serena lembut membuat semburat merah di wajah gadis itu
"Kalau begitu aku akan bersiap-siap"
Serena segera bersiap, ia memilih dress dengan warna peach yg menyatu dengan kulitnya yang putih bersih.
"Apa kau sengaja ingin menyiksaku bee??" ucap Rey saat tanpa Serena sadari ia telah melepas pakaiannya di hadapan suaminya itu
"Menyiksa?? apa maksudmu??"
"Apa kau sengaja melepaskan pakaianmu di hadapanku?!"
Serena mengerjapkan matanya, ia awalnya bingung dengan ucapan Rey tapi setelah melihat pantulan tubuhnya di cermin yang hanya memakai dalaman saja membuat ia menyadari kalau ia sudah membangunkan macan yang lagi tidur
Dengan wajah yang merona ia segera menutup tubuhnya dengan gaun yang di pegangnya lalu berjalan ke kamar mandi sambil menundukkan wajahnya
"Percuma kau ke kamar mandi bee, toh dari sini aku juga bisa melihat dengan jelas bentuk tubuhmu" Rey terkekeh dengan tingkah istrinya yang bahkan lupa kalau kamar mandi mereka memakai kaca sebagai dindingnya
Cukup lama Serena berdiam disana, ia masih malu bertemu dengan Rey setelah kebodohan yang tadi ia lakukan namun kesenangan akan pergi bersama Rey membuatnya menebalkan muka
__ADS_1
"Kenapa harus malu bee, aku kan sudah melihat semuanya bahkan merekamnya dalam otakku"
Serena mendengus kesal, bisa-bisanya Rey mengatakan kata-kata fulgar itu tanpa rasa canggung sedikitpun sedangkan wajahnya sudah memerah padam menahan rasa malu
"Kalau tidak mau bersiap biar aku pergi sendiri saja" serena melempar bantal ke arah Rey sambil berlalu meninggalkan Rey yang masih tertawa melihat wajah kesal istrinya
***
Rey keluar dari kamar dengan memakai pakaian casual namun tetap menampilkan sisi menawan dirinya membuat Serena tidak berkedip memandangnya
"Apa kau baru sadar kalau suamimu ini begitu tampan bee? sampai menatap seperti itu"
"kau membuatku menunggu terlalu lama" Serena pura-pura merajuk, ia terlalu malu mengakui kalau suaminya itu sangat tampan di tambah lagi memiliki harta yang berlimpah jadi wajar saja para gadis ingin mendekatinya
Rey mengejar Serena yang berjalan lebih dulu meninggalkannya, dengan lembut ia menggenggam tangan Serena yang sudah kesulitan berjalan karena ukuran perutnya yang makin membesar
"Bagaimana kalau kita mencari restoran dulu bee??"
"Apa tidak sebaiknya menyuruh orang saja untuk membeli kebutuhan anak kita bee?? aku cuma takut kamu kelelahan"
"Tidak usah merepotkan orang lain, aku masih sanggup mencari kebutuhan anakku sendiri"
"Hmm.. baiklah, tapi ingat kalau kau lelah kita akan langsung pulang"
"Iya...iya..kau sungguh cerewet"
Mereka tiba di sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi, tak menyia-nyiakan kesempatan serena membeli berbagai macam barang selain karena ada Rey yang membayar semuanya di tambah lagi jarang-jarang Rey berbaik hati padanya seperti ini
Dua jam lamanya Serena berbelanja, Rey yang terus mengikutinya sedari tadi sudah menekuk wajahnya. Baru kali ini ia menemani wanitanya berbelanja karena selama ini ia hanya akan menyuruh Indra untuk membawakan apa yang ia butuhkan
Nanti tepat pukul 9 malam baru keduanya tiba di apartemen setelah perdebatan yang cukup panjang. Rey tidak habis pikir seorang yang polos seperti Serena memiliki sifat keras kepala yang membuatnya tidak bisa menang melawannya
__ADS_1
"Terima kasih Rey, kau membuatku bahagia hari ini" ucap Serena tulus saat keduanya sudah berada di dalam kamar
"Aku pasti akan membahagiakanmu selamanya bee" balas Rey sembari memeluk tubuh istrinya
"Hmmm.. itu..aku gerah mau mandi"
"Bagaimana kalau kita mandi bersama?? aku bisa membantu memijat punggungmu"
"Tidak perlu!! aku masih bisa melakukannya sendiri"
"Tanganmu tidak akan sampai bee, jadi jangan menolak lagi"
"Ta-tapi itu..hmmm...aku..aku malu" Serena menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Rey, meskipun ia sadar kalau menolak keinginan suami adalah dosa tapi memang ia belum siap
"Kita hanya akan mandi saja bee, tak perlu takut seperti itu. Aku tidak akan memaksamu kalau memang kau belum siap"
Rey menepati janjinya, meskipun harus menahan hasratnya sendiri tapi mengetahui Serena yang sudah mau membuka hati untuknya ada rasa bahagia yang tak terkatakan yang ia rasakan
***
"Bagaimana hasil penyelidikanmu??!"
"Semua sesuai dengan yang bos katakan, perempuan itu memang sudah menikah siri dengan pria itu"
"Apa kau punya buktinya??"
"Tentu saja bos, nanti saya kirimkan hasil rekaman CCTV dari apartemen itu"
"Kerja bagus. Kirimkan secepatnya padaku, nanti bayaran akan aku transfer setelah kau berikan semua yang aku minta"
"Baik bos"
__ADS_1