
tok..
tok...
"Maaf tuan, saya sudah membuat janji temu dengan Tuan Daniel hari ini jam 4 di kantornya"
"Apa kau sudah sesuaikan dengan jadwalku hari ini dengan pertemuan itu?"
"Sudah Tuan"
"Bagaimana dengan penyelidikan mu? tidak biasanya kau bekerja selamban ini"
"ah..itu..maaf tuan, saya baru mendapat kabar kalau ternyata tuan Leo memiliki hubungan khusus dengan nona Clara"
"hubungan khusus?" Rey mengernyit mengetahui fakta tersebut dia tidak menyangka bila semua ini ada sangkut pautnya
"Benar tuan, selama ini mereka adalah sepasang kekasih. Tapi saya belum bisa memastikan alasan tuan Leo berani mengusik tuan"
"Sekali tepuk dua tiga lalat mati"seringainya dingin
Ia sudah tau motif Leo mengusiknya, apalagi kalau bukan karena cemburu kekasihnya akan menikah dengannya
Tapi siapa sangka justru itu kabar baik di tengah buruknya situasi yang ia alami, tinggal melenyapkan salah satu maka yang lain pasti akan ikut mati
"Kau bekerja dengan baik, setelah semua ini selesai sebaiknya kau mengambil cuti dan berlibur"
"baik tuan terima kasih" Indra baru akan melangkah meninggalkan tuannya namun telepon genggamnya berdering dan tertulis di layar kalau tuan Evan yang menghubunginya
Indra sengaja tetap berada di dalam ruang kerja Rey selama menerima telepon dari Evan, ia pun sudah lebih dulu meminta izin bosnya itu. Ia juga sengaja menyalakan speaker biar bosnya itu mendengar isi percakapannya
"Siang pak Indra, maaf kalau saya terus mengganggu"
"Tidak apa-apa tuan Evan, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya sudah berulang kali menghubungi Tuan Rey namun sepertinya Tuan Rey begitu sibuk hingga tidak mengangkat telepon dari saya"
__ADS_1
"Seperti yang tuan katakan, atasan saya memang saat ini lagi banyak pekerjaan. Kalau ada perlu bisa tuan sampaikan saja sama say, biar nanti saya yang menyampaikan kepada tuan Rey"
Rey mendengarkan percakapan itu dengan serius, sebenarnya ia penasaran kenapa tiba-tiba Evan menghubunginya padahal setelah kejadian beberapa bulan yang lalu mereka tidak ada kontak sama sekali
"Tidak enak kalau saya tidak mengatakannya langsung kepada Tuan Rey, apa pak Indra bisa mengatur jadwal supaya saya bisa bertemu dengan atasan anda?"
"Kalau begitu saya akan atur jadwalnya dulu, nanti saya akan langsung mengabari anda"
"baik. terima kasih bantuannya pak Indra"
"Sama-sama"
Indra menatap bosnya itu setelah panggilan teleponnya selesai, ia tidak perlu menjelaskan lagi karena bosnya sedari tadi juga mendengarkan semua perkataan Evan
"Katakan padanya satu jam lagi saya tunggu di tempat biasa"
"baik tuan akan saya sampaikan, kalau begitu saya akan menunggu tuan di parkiran"
Rey tidak ingin menunda pertemuannya dengan Evan karena ia masih tidak tau apakah ini ada hubungannya dengan wanita di malam itu atau tidak
***
Ting...
"Tuan Rey menunggu anda di Yesterday backyard restoran satu jam lagi" Evan sumringah membaca pesan singkat dari asisten Rey, ternyata tidak butuh waktu lama untuknya bisa bertemu dengan Presdir tampan itu
Ia tidak ingin membuat Rey menunggu lama makanya secepat mungkin ia bergegas menuju tempat yang di maksud mengingat di jam tersebut rawan kemacetan
"Reservasi tempat atas nama tuan Rey Alderald Rainer" tanya Evan pada pekerja di tempat itu
"Tuan Rey sudah menunggu anda di dalam, silahkan ikuti saya" pegawai tersebut mengantar Evan menuju ruangan khusus yang sebelumnya sudah di pesan oleh Rey
"Anda ingin memesan minuman apa?" tanya Rey setelah mempersilahkan tamunya duduk
"Koktail saja" pegawai tersebut segera meninggalkan ruangan itu setelah mencatat pesanan dari Evan
__ADS_1
"Ada hal penting apa yang ingin anda bicarakan dengan saya tuan Evan?" Rey tidak ingin berbasa-basi lagi mengingat ia masih ada janji dengan Daniel pamannya
"Baiklah saya tidak ingin membuang waktu anda, sebenarnya beberapa bulan lagi saya akan mengadakan pameran Seni yang di gelar di salah satu mall milik anda"
Rey diam mendengarkan sambil sesekali meminum minumannya
"Kebetulan saya masih kekurangan biaya untuk menggelar pameran tersebut, jadi saya harap anda bersedia bergabung untuk menjadi sponsor dalam pameran saya nanti"
"Apa keuntungan saya menjadi sponsor dalam pameran seni anda, tuan Evan?"
"Saya akan memberikan 50% keuntungan dari pameran ini"
"hmmm... Lima puluh persen???" Rey masih mempertimbangkan penawaran Evan, ia sebenarnya tidak tertarik dengan tawaran itu karena menurutnya tidak akan sebanding yang ia dapatkan dengan yang ia keluarkan
Melihat keragu-raguan dari wajah Rey, Evan segera mencari cara untuk terus membujuk Rey menyetujui penawarannya
"Apakah tuan menerima penawaran saya?"
"Berapa banyak yang anda butuhkan?"
"Tidak banyak tuan, sekitar 500 juta"
"Cukup banyak juga!! hmmm... tapi saya rasa keuntungan 50% itu sangat sedikit mengingat dana yang harus saya keluarkan begitu besar"
Evan memutar otaknya, ia tau tidak akan mudah bekerja sama dengan orang semacam Rey.
Tiba-tiba ia teringat akan Serena, ia yakin Rey tidak akan bisa menolak kalau ia menjadikan Serena sebagai bonus penawarannya mengingat tempo hari Rey mengatakan merasa puas dengan Serena
"Bagaimana kalau keuntungan 50% di tambah dengan semalam bersama dengan gadis yang waktu itu saya berikan pada anda?" ia tersenyum licik melihat Rey merespon ucapannya
"Baiklah saya terima tawaran anda, kirim saja berkas kerja sama ini ke kantor saya" Rey tidak harus berfikir lama untuk menyetujui kerja sama ini karena sudah sejak lama ia menginginkan gadis itu
"Besok akan saya kirimkan, kalau begitu saya pamit. Senang bertemu dengan Anda" Setelah berjabat tangan, Evan meninggalkan Rey sendiri dengan tersenyum lebar, meskipun saat ini ia tidak tau dimana keberadaan Serena namun setidaknya ia sudah berhasil membuat Rey bekerja sama dengannya
Rey meneguk habis minumannya untuk menetralisir tubuhnya yang terus bereaksi ketika ia membayangkan gadis yang di maksud Evan tadi
__ADS_1
"Tunggu lah sayang!!! aku pasti akan menjadikanmu milikku"gumamnya seraya meninggalkan tempat tersebut