
Serena terbangun saat merasakan sebuah tangan melingkar di atas perutnya, ia yakin tangan ini milik pria kasar itu sebab suara nafas pria itu juga terdengar di telinga Serena saking eratnya pelukannya itu
Ia memindahkan tangan Rey perlahan dan dengan hati-hati turun dari tempat tidur itu. Merasa gerah ia berencana untuk membasuh tubuhnya yang sudah sehari tidak mandi, mengingat hal itu sebenarnya ia merasa malu bagaimana bisa pria itu tidak terusik akan bau tubuhnya ini malah dengan sengaja tidur dan memeluknya begitu erat
"haish!!! dasar pria bodoh, bisa-bisanya dia tidak ingat membawa pakaianku. Kalau begini apa yang harus aku pakai" Serena kembali mengutuk pria kasar itu, mau tidak mau ia akhirnya mengambil salah satu baju pria itu untuk ia gunakan
Setelah mandi, ia berharap untuk bisa tertidur kembali mengingat saat ini baru pukul 2 malam namun malah matanya tidak menunjukkan tanda-tanda akan terpejam
"Hhh... sepertinya aku terlalu banyak tidur Sampai harus terbangun disaat orang-orang masih bermimpi" Serena menyandarkan tubuhnya di kursi, ia sudah melakukan banyak hal supaya merasa lelah dan akhirnya bisa tertidur tapi hal itu tidak terjadi
Entah jam berapa matanya baru terpejam, namun ia merasa ada sepasang tangan yang memindahkan tubuhnya
***
Rey meraba raba kasurnya, ia kehilangan guling hidup yang semalam tidur di sampingnya.
'Serena!! kau dimana sayang?!" semenit, dua menit bahkan setelah lima menit tidak ada Jawaban dari gadisnya itu
Kesadarannya seketika terkumpul, dengan terburu-buru ia mencari ke toilet namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari
Secepat kilat ia berlari ke arah pintu dan disana ia menemukan Serena yang sedang tertidur di sofa dengan handuk yang masih melingkar di kepalanya
"Hhh...dasar gadis nakal, disini kau rupanya. aku kira kau pergi dari rumah ini" gumamnya seraya mengelus lembut pipi serena
Rey menggendong Serena ke kasur karena tidak ingin tubuh Serena menjadi sakit karena posisi tidur yang tidak nyaman. Rey selalu suka dengan wangi tubuh Serena yang bagaikan candu baginya, itu lah mengapa ia sangat menyukai ketika harus menggendong gadisnya itu
Ingin rasanya ia kembali merebahkan tubuhnya di samping Serena tapi ia mengurungkan niatnya karena ada sesuatu yang tiba-tiba terbangun di bawah sana
Ia sudah berjanji akan memperlakukan Serena Dengan baik, ia pun akan bersabar sampai nanti Serena bisa menerima kehadirannya karena itu ia tidak mau hasratnya itu harus menggagalkan segalanya
Rey lalu berinisiatif untuk memasak makanan untuk Serena karena ia yakin saat ini pasti gadisnya itu akan terbangun dengan rasa lapar. Tapi begitu melihat isi kulkasnya yang kosong akhirnya ia keluar rumah untuk membeli beberapa bahan makanan
__ADS_1
***
hueekk!!! hueekk!!! Serena memuntahkan semua yang ia makan, entah kenapa bau makanan yang tercium olehnya membuat perutnya terasa mual padahal awal-awal kehamilannya dulu ia tidak sampai separah ini
Rey yang berniat mengajak Serena untuk makan bersama, mendekati serena yang sedang duduk di pinggir bathtub
"Kau baik-baik saja sayang"
"tidak apa-apa, mungkin masuk angin saja"
"pasti karena kau mandi malam-malam makanya sampai masuk angin begini" ia memapah Serena yang terlihat lemas, mengajaknya ke meja makan
Disana sudah tersedia banyak makanan yang terlihat sangat lezat, seandainya perutnya saat ini sedang baik mungkin makanan itu akan ia habiskan
Serena berusaha menahan gejolak di perutnya saat wangi masakan itu tercium olehnya, ia hanya berusaha bersikap baik pada pria yang sudah susah payah memasak untuknya namun begitu Rey menyodorkan sepiring makanan di hadapannya ia segera berlari ke toilet untuk memuntahkan lagi semua isi perutnya
"Apa mau aku panggilkan dokter?!" tanya Rey setelah ia membawa Serena ke dalam kamar
"Apa selalu seperti ini?!"
"Awal hamil juga seperti ini cuma tidak separah sekarang"
"Apa ada yang bisa aku lakukan untukmu?!"
"aku hanya butuh beristirahat saja, kau lanjutkan saja sarapannya kasian makanan itu kalau tidak di makan"
"baiklah..kalau kau butuh apa-apa panggil saja aku. Ingat jangan melakukan apapun sampai keadaanmu sudah membaik"
Rey sebenarnya ingin menemani Serena di kamar namun ia juga tidak mau kalau gadis itu merasa tidak nyaman dengan keberadaannya
tok!!tok!! Rey menghentikan kegiatan sarapan paginya, entah hari ini rasanya ia tidak bisa menikmati makanannya dengan santai padahal sudah susah payah ia memasak makanan itu
__ADS_1
"Maaf tuan, saya membawa berkas yang anda minta dan juga beberapa laporan yang butuh persetujuan anda"
"Bagaimana kondisi di kantor?!"
"Semua lancar tuan hanya ada beberapa rapat yang harus di tunda karena ketidakhadiran tuan disana"
"Proyek kita di Sulawesi apa ada perkembangan?!"
"Semua berjalan sesuai rencana tuan, sekitar lima bulan lagi kita sudah bisa melakukan peresmian disana"
Rey tiba-tiba teringat akan perkataan dokter Mei yang semalam datang saat Serena masih tertidur, ia menyuruhnya datang bersama Serena di klinik miliknya untuk memeriksa kandungan serta melakukan tes DNA terhadap janin di kandungan Serena sesuai permintaannya
"Bagus terus pantau dan laporkan padaku. oh ya tolong kamu pasang CCTV disini kecuali di kamar saya pada saat saya pergi nanti"
"Apa perlu saya antar tuan?!"
"Tidak perlu, saya akan pergi bersama Serena"
"Tuan yakin mau membawa gadis itu pergi?! bagaimana kalau ada orang atau wartawan yang melihat bisa-bisa tuan akan di beritakan buruk oleh mereka"
"Kau tidak perlu khawatir, nanti saya yang urus semuanya. Sebaiknya kau kembali ke kantor, kalau ada yang menanyakan bilang saja kalau saya sedang di luar kota"
"Baik kalau begitu saya permisi tuan"
Selepas kepergian Indra, Rey mulai membaca berkas mengenai Serena yang ia dapatkan dari asistennya itu. Disana tertulis bahwa gadis itu beberapa bulan terakhir tinggal di kampung halamannya seorang diri
Sudah berulang kali ia membaca informasi tersebut namun tidak tertulis bahwa Serena pernah menikah atau pun menjalin hubungan dengan pria manapun, sekalipun sebelumnya ia sudah memiliki kekasih namun menurut informasi tersebut ia sudah memutuskan kekasihnya itu
Senyum tersungging di wajah tampan itu, keyakinan bahwa ia lah ayah dari anak di kandungan Serena semakin kuat. Bila nanti hasil tes DNA pun sesuai dengan yang di harapkannya, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak mengikat wanitanya itu.
"Aku berjanji akan bersamamu selamanya sayang" gumam Rey sembari memandangi foto masa kecil Serena di tangannya
__ADS_1