
Rey Alderald Rainer siapa pun yang mendengar namanya pasti mengetahui siapa sosok pemilik nama tersebut. Putra seorang pengusaha ternama Oliver Rainer yang saat ini sedang menjadi perbincangan di kalangan para pebisnis Nasional maupun internasional.
Bagaimana tidak, karena sosok Rey telah membuktikan kemampuannya dalam bisnis dengan memajukan usaha yang telah di berikan ayahnya kepadanya menjadi dua ah tidak bahkan 3x lipat dari sebelumnya.
Selain terkenal karena kesuksesannya, Rey pun dikenal sebagai sosok yang dingin dan kurang ramah terlebih lagi pada seorang wanita. Entah apa sebabnya namun semua itu hanya Rey seorang yang mengetahuinya. Karena hal itu lah hingga saat ini banyak kabar beredar tentang dirinya yang menyukai sesama jenis.
tok...tok...tok..
Fokus Rey terpecah ketika suara ketukan pintu terdengar yang kemudian menampakkan sosok Indra yang tak lain adalah asisten pribadi Rey
"Maaf tuan ada berkas yang harus tuan tanda tangani" ucapnya seraya menyerahkan sebuah map kehadapan Rey
__ADS_1
"sebaiknya kau sendiri yang mengantar berkas ini kepada tuan Evan, aku cuma tidak ingin ada orang lain yang mengetahui tentang hal ini" sanggah Rey setelah membaca dan menandatangani kontrak pelunasan hutang perusahaan milik Evan
"Baik tuan saya mengerti, kalau begitu saya permisi.."
"ah iya.. tolong kau pastikan gadis itu tidak mengetahui kalau aku yang sudah bersamanya tadi malam, aku cuma tidak mau ada gadis yang datang kepadaku meminta pertanggung jawaban"
Indra mengernyit mendengar pernyataan bosnya itu bagaimana pun selama yang dia kenal bosnya tak pernah sekalipun menghawatirkan hal-hal sepele macam ini, namun Indra segera menepis pikiran buruknya itu sebab yang dia tau bosnya selalu berhati-hati dalam bertindak.
"Baik tuan, akan saya pastikan itu" ucap Indra yang segera berlalu dari ruangan itu.
Meskipun Rey pernah menetap lama di luar negeri dan sudah pernah tidur bersama dengan beberapa wanita namun tak pernah sekalipun ia mengingat wajah perempuan-perempuan itu, tapi anehnya justru wajah gadis semalam masih terngiang di matanya.
__ADS_1
Wajah manis yang menyejukkan itu, ah sayangnya dia tak tau siapa pemilik wajah itu namun satu hal dia ketahui kebenaran bahwa gadis itu masih lah suci karena adanya noda darah yang keluar ketika mereka bercinta.
"akh... andaikan saat itu kau sadar dan tidak dalam pengaruh obat mungkin tidak akan ada malam panas kita berdua,terdengar jahat.. namun aku bersyukur akan hal itu" gumam Rey sembari menyunggingkan sebuah senyuman.
Satu hal yang terlupakan oleh Rey kecerobohan nya yang lupa memakai alat kontrasepsi mengakibatkan tumbuhnya benih di rahim wanita tersebut,,
--------------------------------------------------------------------------
Serena telah sampai di rumah orang tuanya di kampung setelah menempuh perjalanan yang melelahkan seharian.
Ia memutuskan pergi menjauh dari ibu kota yang menurutnya sangat tidak bersahabat dengan dirinya yang sebatang kara, meninggal kan sahabat dan kekasih yang di cintainya.
__ADS_1
Rasanya tak pantas dirinya menerima cinta yang tulus dari seorang lelaki baik seperti kekasihnya itu, mungkin dulu dia gadis yang bersih tapi saat ini dia tidak lebih dari seorang wanita yang kotor yang sudah memberikan hal yang paling berharga dalam hidupnya kepada pria yang tidak di kenalnya.
Serena memutar keran air dan membiarkan air membasahi tubuhnya, berharap air bisa membawa pergi kotoran yang melekat di tubuhnya, ia pun menangis dan berharap saat ini ia hanya sedang bermimpi..