
Pukul 10 pagi pameran seni itu sudah resmi di buka hingga seminggu kemudian, terlihat begitu banyak orang yang antusias untuk melihat banyaknya karya seni yang di tampilkan disana.
Selain sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku seni, di pameran seni ini juga pengunjung bisa membeli barang-barang seni yang di inginkan tentu dengan harga yang terbilang masih ramah di kantong hal ini di maksudkan untuk menumbuhkan kembali minat orang-orang pada seni itu sendiri
"Selamat Tuan!! Melihat pengunjung yang begitu ramai, sepertinya pameran seni kali ini akan sukses" Penanggung jawab acara memberikan ucapan seraya menjabat tangan Evan yang tengah tersenyum senang
"Kau benar, ternyata bukan hal buruk melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya" seperti kata Evan memang tidak biasa melakukan pameran besar seperti ini di area perbelanjaan namun ia meyakini sesuatu yang baru tidak salah untuk di coba sehingga ia nekat dan ternyata sekarang semua usahanya tidak sia-sia
"Anda pasti akan kedatangan banyak tamu, kalau begitu saya pamit soalnya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan"
"Saya percayakan semuanya padamu jadi jangan mengecewakan"
Pria itu mengangguk lalu meninggalkan atasannya itu yang juga kedatangan beberapa tamu yang hendak memberikan ucapan selamat padanya
Disana pula tiga orang yang telah bersahabat itu tengah berbaur bersama pengunjung yang lain, mereka sengaja memisahkan diri untuk menghindari kecurigaan bahwa mereka kesana dengan maksud tertentu
Frans yang ketika datang langsung mengenali beberapa orang yang berdiri di dekat paman Serena itu, seketika memperpendek jarak antara ia dan orang-orang tersebut tentu saja setelah ia sedikit merubah penampilannya supaya tidak ada yang mengenalinya
"Apa kau sudah mendengar soal si bantet dan si jangkung?" salah seorang pria itu memulai obrolan dengan rekan di sebelahnya
"Ya aku sudah mendengar berita itu dari yang lain, sungguh di sayangkan mereka bertindak ceroboh seperti itu"
"Tidak bisa di salahkan juga toh siapa yang tidak tergoda melihat bentuk tubuh nona Serena yang begitu menggoda bahkan wajahnya juga terbilang cukup cantik"
mendengar nama Serena di sebut, Frans segera mempertajam telinganya berharap menemukan petunjuk baru dari obrolan dua pria itu
"Yah wajar mengingat kita-kita ini lelaki normal, bohong kalau aku bilang tidak tergoda tapi beruntung aku masih memiliki istri untuk pelampiasan hahaha!!"
__ADS_1
Keduanya tanpa sadar tertawa lantang membuat di sekitarnya menoleh kearah mereka berdua begitu pula Evan yang langsung melotot membuat keduanya tertunduk takut
Setelah mengetahui bahwa memang benar Serena di culik oleh pamannya, Frans melangkah keluar lalu mengirim pesan pada kedua temannya untuk bertemu karena ada hal yang ingin dia sampaikan.
***
"Jadi memang benar kalau paman Evan yang sudah menculik Serena!!" geram Dani begitu mereka telah kembali kerumahnya
"Tadi aku tidak sengaja mendengar obrolan dari para pria itu kalau Serena hampir di perkosa oleh anggota pamannya itu"
"aku juga mendengar hal yang sama denganmu Frans tapi begitu mau mendekati mereka justru aku mendapat tatapan mesum dari orang-orang itu karena jijik aku segera saja kabur dari sana" Nisa menambahkan
"Baji****!!! Mau apa lagi kepa*** itu pada Serena?!" Dani mengepalkan tangannya marah
"Sayangnya aku masih belum tau dimana mereka menyembunyikan Serena" ucap Frans sedih
"Tidak apa Frans besok kita masih bisa kesana lagi untuk mencari informasi"
***
Keesokan harinya seperti yang sudah mereka bicarakan, Dani dan Frans kembali mendatangi pameran seni itu
Begitu sampai disana mereka tidak menemukan Evan dan anak buahnya begitu pula hari-hari selanjutnya ketika mereka pergi kesana lagi keadaan masih sama, cuma ada para panitia serta pengunjung yang terlihat berlalu lalang
"Lagi-lagi seperti ini, apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Frans kembali kehilangan semangat setelah beberapa hari mereka tidak menemukan orang yang ia cari
"hhh... Mungkin kita harus tetap disini hingga malam nanti"
__ADS_1
"Apa kau yakin paman Serena akan kesini lagi hari ini?!"
"Kalau pun orang itu tidak kesini setidaknya kita sudah melakukan apa yang kita bisa"
Setelah sejenak berpikir, Frans mendapat ide untuk mendatangi rumah yang Serena tinggali sewaktu masih disini kan mungkin saja Serena ternyata di sembunyikan disana
"Ah.. kenapa tidak terpikirkan dari kemarin ya!! kalau begitu kita berangkat kesana sekarang juga"
Dengan mengendarai motornya, Frans dan Dani melesat kerumah paman Serena yang berjarak cukup jauh dari lokasi nya saat ini
Dani sengaja memarkir motornya agak jauh dari rumah Serena karena melihat ada beberapa orang yang sedang berdiri di halaman rumah yang lumayan besar itu
Tidak lama kemudian terlihat Evan sedang menggandeng mesra seorang wanita memasuki mobil miliknya lalu mobil itu melaju kearah yang tadi di lewati oleh mereka berdua
Mereka melihat tidak semua yang tadi berada disana mengikuti bosnya itu sebab ada dua orang yang juga mengendarai motor berjalan kearah yang berlawanan
Dani pun memutuskan mengikuti pengendara motor itu tentu dengan alasan ketika tanpa sengaja mereka ketahuan, posisi mereka sama dua lawan dua
Sekitar setengah jam kemudian mereka melihat dua orang itu memasuki sebuah bangunan seperti gudang yang tidak terawat
"Tempat apa ini?!" bisik Frans sambil tetap memandang ke arah bangunan itu
"Itu seperti gudang tidak terpakai, apa jangan-jangan mereka menyembunyikan Serena disana?!"
"Bisa jadi begitu soalnya tempat ini sedikit jauh dari pemukiman warga lagian orang-orang tidak akan menyadari kalau disana ada orang yang tinggal"
"Menurutmu apa yang harus kita lakukan sekarang?!"
__ADS_1
"Sebaiknya kita kembali dulu toh kita sudah tau dimana Serena berada. Kalau bergerak sekarang kita tidak tau berapa orang yang ada di dalam sana lagipula mana mungkin kita membawa Serena yang sedang hamil besar itu naik motor ini"
"Baiklah!! kalau begitu kita pergi sekarang sebelum ada yang menyadari kedatangan kita"