
"Jadi benar Rey sudah menikah siri dengan perempuan kampung itu??"
"Seperti yang kau lihat di rekaman itu sayang, pernikahannya baru beberapa hari yang lalu di lakukan"
"Sial** kau Rey, apa yang kau lihat dari perempuan kampung itu?? di bandingkan dengan dia, aku jauh lebih pantas bersanding denganmu" geram Clara yang tidak terima dengan fakta tersebut
"Kau dengan dia bagaikan langit dan bumi sayang. Rey saja yang tidak bisa melihat keindahan dari tubuhmu ini" ucap Leo sambil menyusuri lekuk tubuh Clara dengan tangannya
"Aku harus menyingkirkan perempuan kampung itu sebelum ia mengacaukan pernikahanku dengan Rey"
"Apa yang kau takutkan sayang, bukankah lusa kau akan menikah dengan Rey di hadapan semua orang?? sedangkan dia hanya istri secara agama saja bahkan tidak ada yang akan mengakui kalau dia adalah istri dari Rey"
"Apa kau bodoh sampai tidak bisa berfikir?? aku mau Rey hanya menjadi milikku seorang, tak boleh ada perempuan lain yang boleh memilikinya"
"Hhh..Lalu sekarang apa rencanamu??"
"aku mau kau membantuku menyingkirkan perempuan itu besok"
"Menyingkirkan?? maksudmu membunuh perempuan itu??"
"Terserah kau mau membunuh atau membuangnya kemana aku tidak peduli asal besok perempuan itu sudah tidak ada lagi di apartemen Rey"
"Kenapa tidak menyuruh orang lain saja sayang?? aku tidak mau terlibat dalam urusanmu"
"Cih, katanya kau akan melakukan apapun untukku?? baru segini saja kau sudah tidak mau"
"Tapi bukan tindakan kriminal begini sayang, kalau sampai aku di penjara siapa lagi yang akan menjaga kamu dan anak kita"
"Sejak kapan kau jadi pengecut begini, kalau memang kau tidak mau ya sudah aku bisa melakukannya sendiri"
"Aku bukannya menolak sayang hanya saja rencanamu terlalu berlebihan"
"Sudah jangan banyak alasan, katakan apa kau mau membantuku atau tidak??"
"Baiklah sayang tapi ada syaratnya"
"haishh... masih saja kau meminta imbalan, cepat katakan apa syaratnya??"
"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku sampai kapanpun sekalipun nanti kau sudah menikah dengan Rey"
__ADS_1
"Hmmm.. baiklah" ucap Clara malas, ia akan terus memanfaatkan ke bucinan Leo padanya lagipula hubungan mereka berdua hanya sebatas simbiosis mutualisme saja dan tetap Rey yang paling utama
"Terima kasih sayang"
***
Serena terbangun dari tidur malamnya, ia mencari Rey yang biasa tertidur di sampingnya namun ia lupa kalau Rey mengatakan ia sedang ada tugas di luar kota dan baru akan kembali beberapa hari lagi
Serena tidak bertanya lebih jauh urusan apa yang membuat suaminya itu harus pergi bahkan tidak pulang ke rumah dulu untuk berpamitan dengannya. Meskipun pernikahan mereka cuma di akui agama saja tapi setidaknya Rey bisa menghargai posisi Serena saat ini
Ia pun berjalan keluar kamar karena sudah tidak lagi merasa mengantuk, ia pun mengambil minuman dan makanan ringan yang​ bisa menemaninya hingga ia tertidur
Biasanya kalau ia tidak bisa tertidur lagi setelah terjaga Rey akan menemaninya bahkan terkadang membantu memijat punggungnya hingga ia kembali terlelap
"Ah.. berhenti memikirkan pria kasar itu Serena toh saat ini dia mungkin sedang bersenang-senang" serena menepuk-nepuk wajahnya berusaha mengusir Rey dari pikirannya.
Ia pun mengalihkan perhatian dengan menonton siaran televisi. Awalnya ia tidak terlalu memperhatikan apa yang sedang di beritakan tapi saat mendengar pembawa acara tersebut menyebut nama Rey ia langsung memfokuskan mata serta telinganya
"Menikah??" ia menutup mulutnya tak percaya kalau Rey yang di beritakan akan menikah dua hari lagi. Dan betapa syoknya dia saat melihat Rey yang berdiri berdampingan dengan Clara, perempuan yang pernah datang menemui Rey di hari pernikahannya
"Jadi Rey berbohong padaku?? Untuk apa dia melakukan itu?? kalau ia akan menikah terus apa gunanya keberadaanku disini"
Tidak sanggup rasanya Serena melihat kemesraan Rey dan Clara yang mereka tunjukkan di hadapan awak media, Serena lalu mematikan televisi kemudian masuk ke dalam kamarnya
Disana ia tumpahkan semua kekesalan dan sakit hatinya pada Rey, tapi berfikir untuk pergi juga percuma karena Rey pasti akan bisa menemukannya dengan mudah. Serena terus menangisi nasibnya hingga ia akhirnya terlelap karena kelelahan
***
Sama seperti halnya Serena, Rey juga tidak bisa tertidur dengan nyenyak berbeda saat ia bersama dengan istrinya itu. Sepanjang hari ia tidak berhenti mengkhawatirkan Serena karena ia hanya mengabari kalau ia tidak bisa pulang sebab ada urusan pekerjaan tapi ia juga tidak bisa mengatakan kebenaran pada Serena karena bagaimanapun hal itu akan menyakitinya
Ia sudah berusaha untuk kabur dari rumah orang tuanya itu namun gagal karena Mom menjaganya 24 jam bahkan ketika dirinya sedang berada di kamar mandi
Ia hanya bisa mengirim pesan kepada Indra tentang rencana yang sudah mereka susun saat pernikahannya di langsungkan, ia berharap kali ini Tuhan berpihak padanya dan melepaskan wanita ular itu dari kehidupannya
Rey mengambil ponselnya lalu mengecek CCTV di apartemennya, itu salah satu cara terbaik menjaga sekaligus melihat istri yang selalu ia rindukan itu.
Awalnya semua nampak biasa, ia melihat Serena yang terbangun lalu menonton televisi sambil memakan cemilan seperti kebiasaan Serena akhir-akhir ini namun ada hal yang ganjil saat melihat Serena menangis.
Rey yakin penglihatannya tidak salah, Serena benar-benar sedang menangis tapi Rey tidak tau apa yang membuat istrinya itu bersedih. Ia segera menghubungi Serena namun tidak ada jawaban begitu terus bahkan setelah berpuluh-puluh kali Rey menghubunginya
__ADS_1
"aarrrgghhh!!! Apa Serena sudah tau tentang pernikahanku? tapi mustahil ia tidak tau kalau semua siaran Televisi memberitakannya"
Rey menjambak rambutnya frustasi, ia tidak bisa berbuat apa-apa dan yang lebih buruk lagi bi Inah juga tidak memiliki ponsel sehingga ia tidak bisa meminta bantuannya untuk melihat keadaan Serena
"Ke apartemenku sekarang"
"Eh.. apa tuan??"
"Ke apartemenku sekarang juga, cek keadaan Serena"
"Tidak bisa besok saja Tuan, nona Serena pasti sedang tertidur sekarang"
"Apa kau mau aku pecat Indra??"
"Eh jangan tuan, baik saya pergi sekarang juga"
klik!!!
Indra mendengus kesal, bisa-bisanya tuannya itu menyuruhnya mendatangi istrinya di waktu orang-orang sedang tertidur seperti ini. Dengan kesadaran yang baru terkumpul setengah, Indra melajukan mobilnya menuju apartemen Rey
Tok!!tok!!tok!!
Setelah setengah jam berdiri di depan pintu baru lah bi Inah datang membuka pintu untuknya
"Eh mas Indra ngapain tengah malam begini kesini??!"
"Maaf bi, tuan Rey meminta saya mengecek Nona Serena apakah baik-baik saja sekarang"
"Ya ampun Tuan Rey itu merepotkan orang saja, nona Serena ada di kamarnya sedang tidur tapi biar percaya saya cekkan dulu mas Indra silahkan masuk dulu"
Bi Inah meninggalkan Indra di ruang tamu, perlahan ia membuka pintu kamar Serena yang memang tidak pernah terkunci itu. Setelah memastikan Serena sedang tidur, ia lalu kembali menemui Indra
"Bener kata saya mas, non masih tidur"
"Ya sudah bi, nanti saya beritahukan pada tuan. Kalau begitu saya pamit pulang bi"
"Gak nginep disini saja sekalian mas, dikit lagi juga pagi dari pada nanti di telpon suruh kesini lagi kan repot"
"Bener juga ya bi, ya sudah saya tidur di ruang tamu saja bi"
__ADS_1
"Ya sudah bibi ke kamar lagi ya mas"