PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 48 (pernyataan tak terduga)


__ADS_3

Sudah satu jam Rey mengelilingi kota tapi cuma beberapa pesanan Serena saja yang ia dapatkan sedangkan pizza yah sedari awal juga ia sudah yakin tidak akan ada yang menjualnya larut malam begini


Ia pun memutuskan untuk pulang, besok ia masih bisa membelikan Serena pizza sesuai keinginannya bahkan kalau Serena menginginkan toko pizzanya sekalipun pasti akan ia kabulkan


Serena melihat kedatangan Rey dengan mata berbinar, ia tidak menyangka pria kasar yang sangat di takuti banyak orang itu menuruti perkataannya padahal tadi ia cuma mengerjai Rey saja


"Akhirnya kau pulang juga"


" Apa kau menungguku bee?!"


"Tentu saja, kau pergi lama sekali"


"Apa saat ini kau sedang mengkhawatirkanku bee?!"


"iya..eh tidak..tidak... aku hanya menunggu makananku saja" Serena lalu mengambil makanan di tangan Rey kemudian berjalan menuju ke meja makan untuk menutupi rona merah di wajahnya


Rey mengikutinya dari belakang sambil tersenyum ingin rasanya mencium wajah yang sedang merona itu, jarang-jarang rasanya ia bisa membuat gadis itu bisa salah tingkah seperti itu


"Maaf bee, hanya itu yang bisa aku temukan tapi aku janji besok akan aku bawakan pizza yang kamu inginkan itu"


"Tidak perlu ini saja sudah cukup"


"Aku tidak mau anak itu ileran karena tidak bisa memakan makanan yang dia mau"


"hahaha... jangan khawatir itu bukan keinginan anak ini, tadi aku hanya ingin mengerjaimu saja"


Rey yang semula ingin marah tiba-tiba saja ikut tersenyum melihat tawa renyah dari Serena yang baru kali ini ia lihat. Akhirnya ia mendekat dan mencubit gemas pipi serena sebagai balasannya​


"Ampun.. iya..iya..aku minta maaf"


"Masih mau mengerjaiku lagi bee?!"


"Akan aku lakukan lagi kalau ada kesempatan"


"Apa??" Rey yang baru saja hendak kembali ke tempat duduknya menghentikan langkahnya dan berniat kembali memberi pelajaran pada Serena

__ADS_1


"Tidak...tidak...tidak lagi. aaahhhaaaahaaa" Tawanya makin keras saat Rey malah merubah serangannya menjadi gelitikan


"Selesaikan makanmu lalu tidur, ini sudah larut malam"


"Kau tidak usah menungguku, sebaiknya kau tidur saja katanya tadi kau bilang sangat lelah"


"Aku ingin tidur bersamamu"


"Kita bukan muhrim mana bisa tidur bersama"ucap Serena di sela kunyahannya


"Besok aku akan menikahimu"


Uhuk!!!uhuk!! Serena tersedak mendengar ucapan Rey, semudah itu Rey mengucapkan hal yang sakral pada perempuan yang tidak memiliki perasaan apapun padanya


"Menikah??"


"Ya menikah, apa perlu aku ulangi lagi perkataan ku"


"Aku tidak ingin menikah denganmu"


"Kapan aku berkata begitu?! kau sepertinya sedang mengigau"


"Kau bilang kita belum muhrim berarti sama saja kau menyuruhku untuk menghalalkanmu"


"Bu-bukan begitu maksudku tapi.."


"Sudah lah sebaiknya kau bersiap karena besok adalah hari pernikahan kita"


Serena kehabisan kata-kata, ia tidak tau harus bagaimana. Di hatinya saat ini masih ada Dani, sehingga berat rasanya harus hidup sama pria yang sama sekali tidak ia sukai


***


Rumah Dani


Sudah beberapa hari semenjak Dani di perbolehkan pulang ke rumah oleh dokter, ia sama sekali tidak di beri izin untuk sekedar keluar dari rumah oleh mamanya padahal kondisinya saat ini sudah benar-benar membaik

__ADS_1


Seringkali Dani berusaha untuk kabur dari mamanya tapi entah bagaimana caranya selalu saja gagal, hal itu membuatnya frustasi karena ia masih memikirkan kondisi Serena yang sudah sebulan tidak ia tau lagi keberadaannya


tok!!tok!!


"Apa aku boleh masuk Dan?!"


"Masuk saja Nis" ucap Dani seraya mengalihkan pandangannya pada pemandangan di luar jendela kamarnya


Akhir-akhir ini nama Nisa selalu saja menjadi bahan pembicaraan kedua orangtuanya, entah karena mereka yang simpatik karena kepedulian Nisa padanya atau karena mereka sudah memandang buruk pada Serena lantaran kejadian waktu itu. Yang pasti hal itu membuat Dani sedikit merasa kurang nyaman ketika Nisa datang mengunjunginya


"Sepertinya kau kurang suka dengan kedatanganku"


"Jangan prasangka buruk begitu, aku hanya lagi memikirkan nasib Serena"


"Oh jadi kau masih memikirkan Serena" gumam Nisa kecewa, ada sedikit rasa sakit saat Dani masih saja terbayangi oleh Serena dan tidak terusik sedikitpun akan kehadirannya


"Tentu saja, bagaimanapun Serena masih menjadi kekasihku hingga detik ini"


Nisa seperti tersadarkan tentang posisinya yang hanya lah sahabat dekat Serena setelah mendengar ucapan Dani. Tidak seharusnya ia mendekati Dani di saat ia bahkan tidak tau kabar dari sahabatnya itu


"Aku akan membantumu"


"Maksudmu?!"


"Ya aku akan membantumu keluar dari rumah ini. Aku yakin om sama Tante akan mengizinkan kalau kau pergi keluar bersamaku"


"Kau serius ingin membantuku Nis?!"


"Iya aku serius tapi tidak hari ini soalnya aku masih ada urusan lain"


"Tidak apa-apa asal aku bisa keluar dari sini. terima kasih Nis"


"Iya sama-sama"


Nisa tersenyum hangat, setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan untuk orang yang ia sukai.

__ADS_1


__ADS_2