
Sudah sepekan sejak Rey menghadiri rapat para pemegang saham, seperti rencananya disana ia bukan saja melempar bom yang sangat besar malah kehadirannya justru menjadi bom bagi yang hadir dalam rapat tersebut
Secara terang-terangan ia mengubah semua aturan yang selama ini berlaku di perusahaan tersebut dengan peraturan baru miliknya, serta menambah beberapa kebijakan yang mau tidak mau harus di lakukan oleh semua orang hanya karena saat ini posisinya lah yang terkuat yang mana sebagai pemegang saham tertinggi
Meski dengan tatapan dingin namun jelas terlihat sesekali ia tersenyum kala mengingat wajah-wajah yang terkejut dengan segala hal yang di ucapkannya, sungguh pemandangan yang menyenangkan bagi Rey melihat Leo yang hanya duduk diam dengan wajah yang memerah padam
Kesenangannya terhenti saat seseorang yang tidak di inginkannya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu
"Haii sayang!! kau sungguh tega membiarkan calon istrimu ini mengurus segalanya bahkan menemuiku pun tidak" ucapnya sambil bergelayut manja di lengan kekar itu
"Waktuku terlalu berharga untuk mengurus hal yang tidak penting" ucapnya datar tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop miliknya
"Hhh!!Meskipun kau tidak menginginkan hubungan ini, bukankah setidaknya kau harus sedikit ramah padaku?! sekiranya untuk menjaga nama baikmu di hadapan publik"
"Ck!! hentikan omong kosongmu itu, cepat katakan alasanmu datang kesini atau lebih baik secepatnya pergi dari sini"
__ADS_1
"Bukankah wajar kalau aku mendatangi kekasihku di kantornya?! setidaknya para pegawaimu harus terbiasa dengan kedatanganku karena nanti kalau kita sudah resmi menikah aku akan lebih sering berkunjung kesini"
Entah mengapa setiap kali menggoda dan terus mendapat penolakan dari Rey, Clara seperti mendapat kesenangan tersendiri. Jiwanya seperti tertantang agar bisa menaklukkan pria dingin di hadapannya itu
"Pergi sana!!melihatmu membuat kepalaku sakit" Rey jengah dengan perilaku Clara, ia seperti orang yang haus akan belaian padahal ia tau jelas kalau sampai saat ini ia masih berhubungan dengan Leo.
Semula Rey ingin bersikap manis terhadap Clara tentu saja demi berjalannya rencana yang sudah ia susun namun sayangnya pikiran dan hatinya tidak sejalan
"Aku akan membantu meredakan sakit kepalamu" belum sempat Clara memegang kepalanya, Rey sudah lebih dulu menepis tangannya
"Jangan coba-coba untuk menyentuhku!! pergi atau satpam akan kesini mengusirmu!!"
Setelah mengedipkan sebelah matanya, Clara pergi meninggalkan ruangan Rey dengan senyum kemenangan di wajahnya yang penuh riasan itu. Menurutnya wajah tanpa ekspresi Rey merupakan hal menarik yang membuatnya semakin jatuh cinta
***
__ADS_1
"Maaf bos, kami belum menemukan keberadaan nona Serena"
"Dasar tidak becus!! ini sudah sebulan dan kalian masih belum mendapatkan informasi tentang anak itu, hah!!!"
"A-ampun bos!! kami masih terus mencari, nanti kami kabari kalau ada petunjuk"
"Seminggu lagi kalau kalian tidak membawa anak itu ke hadapanku, jangan harap nyawa kalian masih ada di tubuh kalian"
"Baik bos!!" Orang-orang suruhannya itu pun keluar dari ruangan itu tanpa menunggu aba-aba lagi dari pria yang tak lain adalah Evan paman Serena
Evan menjambak rambutnya kesal, pameran seninya akan di laksanakan sebulan lagi namun tidak ada tanda kalau Rey akan memberikannya​ bantuan dana seperti kesepakatan mereka tempo hari
Kalau sampai seminggu lagi Serena tidak ia temukan maka bisa di pastikan pameran seni kali ini pun akan gagal dan ia harus mengalami kerugian yang tidak sedikit
Ia memang tidak peduli akan keponakannya itu, ia sama sekali tidak pernah mengetahui teman ataupun siapa yang menjadi kekasih Serena karena keberadaan Serena ia butuhkan hanya supaya bisa menguasai seluruh harta peninggalan orang tua Serena yang masih di atas namakan oleh gadis tersebut
__ADS_1
Begitu semua sudah ia kuasai barulah ia bisa mengusir anak itu dari rumahnya, namun ia tidak menyangka saat ini nasibnya bergantung pada Serena yang entah ada dimana
"aku ingat!!rumah itu..yah tidak salah lagi pasti anak itu ada disana"teriaknya senang, ia sempat terlupa akan rumah yang dulu pertama kali ia datangi sewaktu kakaknya melamar ibu Serena. Tidak ingin membuang waktu ia pun mengambil kunci mobilnya dan berniat untuk langsung menemui Serena disana