PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 61 (Harmonis)


__ADS_3

Rey membawa nampan berisi bubur buatan bi Inah untuk istri tercintanya​, ia lalu meletakkan di atas nakas di samping tempat tidur Serena. Serena bisa mencium wangi bubur yang menggugah seleranya hingga ia mengangkat tubuhnya hendak duduk namun tangan Rey sudah menahannya, Rey cuma membantu menyanggah kepalanya dengan bantal hingga posisi atas tubuhnya lebih tinggi sedikit dari kakinya


"Biar aku yang suapi kamu ya bee, buka mulutnya aaa..." Rey menyuapkan sesendok bubur kedalam mulut Serena yang terbuka


"Selera makanmu tidak berubah meskipun lagi sakit bee"


"Aku tidak sakit hanya lemas saja karena tidak makan"


"Ya..nona yang tidak sakit, kalau begitu makan perlahan jangan sampai kau tersedak"


"Ini cuma bubur tuan muda tidak mungkin bikin ter..uhuk..uhuk..." Rey mengambil air minum lalu membantu istrinya itu untuk minum


"Itulah akibatnya kalau kamu tidak mendengarkan omongan suamimu ini"


"Hhh..baiklah suamiku, aku minta maaf tapi bisa kah makanan itu sampai kemulutku lagi"


"Coba ulangi lagi ucapanmu barusan, aku senang mendengar kamu mengakuiku sebagai suamimu" Rey meletakkan kedua tangannya di kasur kemudian mendekat ke arah Serena sambil memasang wajah memohon


"A-aku sudah lupa, apa yang tadi aku ucapkan" Serena merona, ia juga tanpa sadar menyebut Rey sebagai suaminya meskipun memang sekarang status mereka sudah resmi tapi mengatakannya secara langsung membuat Serena merasa malu


"Kamu tidak pandai berbohong bee, kamu hanya malu karena sudah mengatakannya" Rey terkekeh melihat wajah Serena yang sudah seperti kepiting rebus


"Bukannya kita berdua memang sudah menikah, jadi sudah pasti kau itu suamiku. Ma-masa harus di perjelas lagi"


"Kalau begitu, berarti aku sudah boleh menyentuhmu bee??!" Ucapan Rey benar-benar membuat jantung Serena berdetak sangat kencang bahkan saat ini wajahnya sudah sangat memerah, mungkin Rey hanya menggodanya tapi bagi Serena kata-kata itu semacam permintaan yang sulit untuk ia tolak ataupun kabulkan

__ADS_1


Cup


Rey mengecup bibir Serena karena merasa gemas dengan ekspresi terkejut serta malu-malu dari istrinya itu. Karena tidak mendapat penolakan dari Serena, Rey kembali menempelkan bibirnya pada bibir kenyal dan lembut milik serena


Serena belum sempat mencerna situasi saat Rey tiba-tiba menciumnya namun ia juga tidak tau harus melakukan apa sehingga ia hanya menutup matanya saat Rey kembali mengec** bibirnya.


Awalnya Serena hanya merasakan bibir Rey yang menempel saja namun lama kelamaan ciuman mereka semakin intens karena kini bibir Rey terus menyes** dan melum** lembut bibirnya bahkan tubuhnya ikut menikmati sentuhan itu


"Kita lanjutkan nanti lagi bee, makananmu belum habis" Rey terkekeh sembari mengusap bibir istrinya yang sedikit membengkak karena ulahnya, Serena hanya tertunduk malu karena Rey mengetahui bahwa ia menikmati ciumannya itu


Rey kembali menyuapi Serena hingga makanan itu habis tanpa ada kata yang keluar dari mulut keduanya


"beristirahat lah bee, aku akan memberikan mangkuk kotor ini pada bi Inah"


Serena menutup wajahnya dengan bantal mencoba menetralkan irama jantungnya yang sedari tadi berdetak tak beraturan, sungguh berlama-lama dengan Rey membuatnya seperti orang yang kehilangan akal. ia akhirnya memilih berpura-pura tertidur karena ia terlalu malu untuk bertemu dengan suaminya itu


Kediaman Oliver


"Mom masih merasa sangat bersalah pada Rey, dad"


"Sudah lah Mom, semua ini di luar kuasa kita. Harusnya kita bersyukur Rey tidak jadi menikah dengan Clara"


"Mom benar-benar bersyukur akan hal itu, setidaknya detik-detik terakhir keburukan Clara terbongkar juga. Mudah-mudahan Rey tidak marah dengan kita berdua"


"Rey sudah dewasa sayang, hal ini tidak akan membuatnya membenci kita sebagai orang tuanya"

__ADS_1


"Tapi dia belum datang juga dad, Mom khawatir dia kenapa-kenapa"


"Mungkin urusannya belum selesai sayang nanti juga dia pasti akan kesini. Sebaiknya kita makan dulu sedari pagi kamu belum makan apa-apa"


"Mom tidak lapar, Mom mau menunggu Rey saja"


"Jangan begitu sayang, kalau kamu sampai sakit aku akan sangat sedih begitu juga dengan anak-anak kita" Mom tetap pada keinginannya, ia merasa setelah mengetahui perasaan Rey saat ini barulah ia bisa mencerna makanannya dengan baik


Oliver lalu menggendong tubuh istrinya kemudian membawanya ke meja makan


"Lepaskan dad!!" Mom terus berteriak sambil berpegangan erat pada leher suaminya karena takut jatuh mengingat suaminya itu sudah tidak muda lagi


"Ehem...sepertinya Rey datang di waktu yang tidak tepat" ucap Rey mengejutkan orang tuanya yang tidak menyadari kedatangannya​. Tadi saat melihat Serena yang kembali tertidur, ia lalu bergegas ke rumah orang tuanya karena ia tidak mau ayah dan ibunya mengkhawatirkan dirinya


"Kau baik-baik saja sayang?? Mom sangat mengkhawatirkanmu" Mom langsung memeluk anaknya setelah turun dari gendongan suaminya


"Rey baik-baik saja Mom, bahkan sangat baik"


"Syukurlah Rey, Mom senang mendengarnya. Tapi kau tidak marah kan sama Mom?"


"Tentu tidak Mom, bagaimana bisa Rey marah sama cinta pertama Rey"


"Terima kasih sayang.." Mom kembali memeluk anak lelakinya


"Aku sudah lapar mom!!" teriak Rebecca sambil meruncingkan bibirnya, ia sudah sangat lapar karena menunggu ibunya untuk makan bersama namun ibunya malah memilih mengabaikannya dan sibuk mengobrol dengan kakaknya

__ADS_1


"ayo Rey kita makan bersama sebelum tuan putri kita berubah wujud karena kelaparan" Mom terkekeh, ia pun menarik tangan putranya menuju ke meja makan.


Rey hanya mengacak rambut adiknya itu, sudah lama mereka tidak makan bersama seperti ini. Mungkin ini hikmah dari kejadian yang baru saja mereka alami, karena kesibukan masing-masing sehingga jarang bisa berkumpul seperti ini


__ADS_2