
Rey telah kembali ke kantor namun di sepanjang perjalanan tadi ia terus memikirkan tentang alasan Serena meminta ponsel miliknya sedangkan ia sama sekali tidak tau dimana keberadaan ponsel tersebut
Rey meyakini kalau gadis itu akan menghubungi kekasihnya yang ia tau bernama Dani setelah membaca laporan yang di bawa Indra tempo hari
Bisa saja Rey memberikan ponsel baru kepada Serena tapi itu tidak ia lakukan untuk menutup jalan bagi Serena untuk pergi dari sisinya.
Sudah menjadi watak Rey dari dulu ketika menginginkan sesuatu bagaimana pun caranya akan ia dapatkan, apalagi kasus Serena bukan cuma tubuhnya saja yang menginginkannya tetapi hatinya pun sangat menginginkan gadis itu
'Cepat keruanganku' Rey mengirim pesan pada Indra dan tidak lama kemudian Indra telah berada di depan bosnya itu
"Ada apa Tuan?!"
"Cepat temui Evan dan minta ponsel Serena padanya"
"Maksud tuan ponsel nona Serena ada pada tuan Evan?!"
"Ya Indra, apa kau tuli sampai tidak mendengar ucapanku"
"ma-maaf tuan. Kalau begitu saya berangkat sekarang"
Indra segera menjalankan perintah bosnya itu, semula ia heran sebelum pergi tadi bosnya itu tampak mencemaskan sesuatu tetapi kenapa setelah kembali malah moodnya memburuk. Tapi ia tau benar watak bosnya itu yang selalu berubah-ubah jadi ia tidak mau ambil pusing asalkan pekerjaannya lancar pasti akan selamat
***
"Mom serius akan mempercepat pernikahan kak Rey dengan perempuan menakutkan itu?!"
"Namanya Clara sayang, masa sama calon kakak ipar panggilnya begitu"
"Aku tidak suka sama perempuan itu mom. Memangnya tidak ada perempuan lain yang bisa Mom jodohkan dengan kak Rey?!"
"Clara itu calon yang sangat cocok untuk kakakmu itu sayang. Orangtua Clara teman baik papamu, mereka orang terpandang sudah pasti jelas bebet dan bobotnya"
"Tapi kak Rey pasti akan tertekan kalau sampai menikah dengan perempuan itu mom"
"sssstttt... anak kecil tidak usah ikut campur urusan orang dewasa. Sana kembali ke kamarmu, Mom mau menghubungi kakakmu dulu"
Rebecca kembali ke kamar sambil menyentakkan kakinya, tidak mudah membujuk orang tuanya untuk tidak menikahkan kakak satu-satunya itu dengan perempuan semacam Clara. Ia bisa menduga kalau kakaknya juga tidak suka dengan perempuan itu tapi posisi Clara yang di dukung oleh kedua orangtuanya membuatnya susah menjauhkan perempuan itu dari hidup kakaknya
"Halo Mom, ada apa?!"
"Kamu sibuk Rey, kok tidak pernah mengunjungi mom lagi"
"Maaf Mom, Rey memang lagi sibuk banyak pekerjaan yang harus Rey selesaikan. Nanti Rey usahakan bisa pulang ke rumah"
"Mom tunggu ya nak. Oh iya Rey bagaimana hubunganmu dengan Clara?!"
"Baik Mom"
__ADS_1
"Mom kesepian Rey, papa lagi mengurus bisnis di luar negeri jadi tidak ada yang menemani Mom di rumah"
"Kan ada Rebecca Mom"
"Iih kamu gak peka amat sih Rey, maksudnya Mom pengen cepet-cepet nimang cucu biar rumah rame lagi"
"Maksud Mom apa?!"
"Mom mau kamu secepatnya nikahin Clara, masa gak ngerti juga sih Rey"
"Rey belum mau menikah Mom, bukannya kita sudah pernah membicarakan hal ini"
"Tolong lah Rey, kan kalau kau sudah menikah dengan Clara di rumah nanti Mom jadi punya teman"
"Tidak Mom, Rey tetap tidak mau"
"Rey sekali ini saja turutin keinginan Mom yah nak, Mom tidak mau kalau nanti kamu punya anak tapi Mom sudah tidak ada di dunia ini lagi"
"Hentikan Mom!!! Rey harap Mom tidak berkata yang aneh-aneh lagi. Rey sibuk mau bekerja lagi, dah Mom love you"
"Pokoknya kamu harus menikah dengan Clara Minggu depan Reeeeeyyyyy" teriak Mom sebelum Rey benar-benar mematikan sambungan telponnya
***
Rey pulang kerumah saat Serena sudah tertidur, hari ini cukup kacau karena ulah mamanya membuat ia tidak bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya
Ia pulang dengan wajah yang lelah, ingin rasanya ia langsung membenamkan wajahnya di rambut wangi milik Serena yang bisa membuatnya merasa nyaman. Tapi ia urungkan mengingat ia belum mandi hal itu nanti bisa membuat Serena menjadi tidak nyaman
"Lepaskan..kau membuatku tidak bisa bernafas"
"Aku lelah, lima menit saja biarkan aku seperti ini"
Serena mengikuti keinginan pria di sampingnya itu, ketika nafasnya terdengar teratur Serena lalu melepaskan tangan yang masih memeluknya dan bergerak perlahan dari sana seperti kebiasaannya selama berada di rumah itu
"Mau kemana?!"
"Toilet" jawab Serena malas
"kenapa tidak gunakan toilet di kamar ini saja?!'
"Suka-suka aku lah mau pakai yang mana, masa urusan itu saja harus kau paksakan juga" Serena segera berlalu dari hadapan Rey, ia tidak mau menguras tenaga untuk mendebatkan hal tidak penting di malam hari begini
Rey ikut menyusul Serena dan menunggunya sambil menyandarkan dirinya di sofa
"Untuk apa kau disini?!"
"Menunggumu"
__ADS_1
"Masuk lah, aku kesulitan tidur kalau sudah larut malam begini"
"Sejak kapan?!"
"Sejak datang ke rumahmu ini"
"Kenapa tidak mengatakannya padaku?!"
"Aku tidak terbiasa mengeluh pada orang asing"
"setelah beberapa hari kita tinggal bersama kau masih menganggapku orang asing?!"
"Aku bukan orang yang mudah menerima seseorang yang ingin masuk dalam hidupku, apalagi dengan cara seperti yang kau lakukan"
"Hhh... aku sangat lelah sekarang, bisa kah tidak memancing emosiku"
"Tidak ada yang memintamu berada disini, sana kembali ke kamarmu"
"Tidak, aku akan menemanimu disini"
"haishh.. terserah kau saja"
Serena menyalakan televisi sambil menunggu pria bodoh itu tertidur, ia masih kesal karena peristiwa sore tadi makanya ia berusaha untuk menghindari pria itu
Harapan Serena pupus saat Rey ternyata tidak juga tertidur padahal sudah setengah jam berlalu sejak ia menonton TV malah pria itu justru sedang menatap ke arahnya, merasa canggung Serena lalu mengambil makanan kecil dari kulkas
"Apa kau lapar bee?!"
"Sedikit"
"Tapi makanan itu tidak mengenyangkan"
"Cuma ini yang ada, lagian malam-malam begini dimana mencari yang masih berjualan makanan"
"Katakan saja kau ingin makan apa biar aku Carikan"
Serena berpikir mungkin ini kesempatan membalas perlakuan Rey padanya sore tadi, sehingga ia mulai mencari makanan yang pasti tidak akan mudah ia temukan
"Aku mau pizza"
"Pizza?! malam-malam begini tidak ada yang menjual pizza bee"
"Kalau tidak mau membantu jangan menawarkan apa-apa"
"Baiklah akan aku carikan. Ada lagi yang kamu inginkan bee?!"
"Hmmm.. aku juga mau makan sate, nasi goreng ati ampela, sama jus jeruk"
__ADS_1
"Sebanyak itu bee, apa kau yakin bisa menghabiskan semuanya?!" Serena mengangguk dengan mata berbinar membuat Rey tidak bisa menolak keinginan gadisnya itu
"Kau tunggu disini akan aku bawakan yang kau inginkan"