
Serena masih terus bermimpi buruk semenjak kejadian yang menimpanya, ia terus berteriak bahkan keringat dingin juga ikut membasahi wajahnya
"Non...bangun non...non..." bi Inah menggoyang-goyangkan badan Serena hingga nonanya itu terbangun. Tadi tuannya sudah berpesan sebelum pergi kalau ia harus menemani Serena karena takut istrinya akan kembali berteriak-teriak saat tidur, makanya saat mendengar suara Serena ia lalu buru-buru membangunkannya
"hah..hah.." Serena terduduk sambil menatap nanar wanita paruh baya di depannya dengan nafas yang terengah-engah
"Di minum dulu non"
Serena menerima gelas dari tangan bi Inah kemudian menenggak habis isinya
"non tadi teriak-teriak, bibi jadi khawatir"
"Maaf ya bi" ucap Serena saat perasaanya sudah sedikit membaik
"tidak apa-apa non, yang penting sekarang non baik-baik saja"
"saya tidak apa-apa, bibi pasti lelah istirahat saja bi"
"Tapi non, tuan tadi pesan katanya nyuruh saya temenin non disini"
"Gak apa-apa bi, kalau saya butuh sesuatu nanti saya kasih tau bibi"
"Ya udah kalau gitu, bibi ke kamar ya non" Serena mengangguk, ia hanya butuh menenangkan diri mungkin dengan begitu mimpi-mimpi buruk itu tidak lagi menghantuinya
Ia memilih untuk berjalan ke arah balkon kamar, menikmati pemandangan ibukota dari sana karena cuma dari balkon saja ia bisa melihat pemandangan lain selain yang ia lihat setiap hari
Cukup lama Serena berdiri menatap hiruk pikuk kota di sore hari hingga sebuah lengan memeluknya dari belakang
"eh..hmm..ka-kamu sudah pulang??!"
"Kenapa berdiri disini bee??! seharusnya kamu beristirahat biar kondisimu cepat pulih"
"A-aku hanya bosan beristirahat terus seharian"
"Tapi aku tidak mau kamu sakit lagi karena kecapean bee"
"Tenang saja tuan muda, aku hanya berdiri diam disini dan tidak melakukan apa-apa jadi tidak mungkin bisa capek"
"aww..apa yang kau lakukan??!" Serena meringis saat Rey menggigit telinganya, ia pun melepaskan pelukan Rey lalu memegang telinganya
__ADS_1
"Itu hukuman karena kamu terus memanggilku tuan muda"
"Apa yang salah?? kau kan memang tuan muda dari keluarga Rainer"
"Kamu itu istriku bee, bukankah seharusnya memanggilku dengan sedikit romantis"
"panggilan tuan muda itu sangat cocok untukmu, jadi tidak perlu banyak protes"
"Kalau begitu setiap kali kamu memanggilku begitu maka aku akan memberikan hukuman padamu"
"Hukuman??!"
"Ya..hukuman seperti tadi"
"ckckckck.. kau ini sebenarnya manusia atau vampir, kenapa suka sekali menggigit??!"
"Aku bisa menjadi vampir kalau sudah berdekatan denganmu bee"
"Hhh..mana ada vampir di zaman modern begini, kau selalu saja bicara omong kosong" Serena berjalan menuju sofa santai yang berada disana, ia pun duduk karena kakinya sudah terasa pegal berdiri terlalu lama
"Kamu mau aku buktikan bee??! tapi bukan cuma telingamu saja yang akan aku gigit tetapi disini..disini juga disini.." Rey menunjuk leher dan bibir Serena namun saat tangannya hendak menunjuk gunungan kembar milik istrinya Serena sudah lebih dulu menyilangkan tangan di depan dadanya
***
Serena baru saja selesai mandi dan sedang memilih baju untuk ia kenakan saat Rey masuk kedalam kamar setelah bertemu dengan asistennya itu
"Kenapa tidak menungguku bee??! aku bisa membantu menggosok punggungmu" Rey kembali memeluk Serena yang membelakanginya, menghirup aroma sampo dari rambut istrinya membuatnya merasa nyaman
"hhh..tidak perlu, aku masih bisa melakukannya sendiri"
"Kapan kamu akan mengizinkanku melakukannya bee??! kita kan sudah menikah" Rey memasang wajah memelas, ia tau kelemahan istrinya yang tidak bisa menolaknya karena alasan seperti itu
"a-aku tau kita sudah menikah hanya saja aku belum siap, maaf"
"Heiii tidak perlu meminta maaf begitu bee, aku akan menunggu sampai kamu siap meskipun nantinya aku harus berpuasa cukup lama" Rey menangkup wajah istrinya, sebenarnya ia berharap Serena sudah mau melakukan dengannya mengingat ketika nanti Serena melahirkan ia akan berpuasa cukup lama sehingga waktu sebelum melahirkan adalah waktu yang tepat untuk melakukannya​
"terima kasih sudah mau mengerti"
"sama-sama bee, sudah seharusnya aku mengerti akan keinginan istriku sendiri"
__ADS_1
"Hmm..apa kau akan terus memegangi wajahku seperti ini??! aku kesulitan mengambil pakaianku kalau kamu terus disitu"
Rey berbalik, ia memilih pakaian yang akan di gunakan Serena lengkap dengan pedalaman yang hanya melihatnya saja membuat pikirannya melayang
"terima kasih" Serena menerima pakaian dari tangan Rey, ia cukup merasa malu saat Rey juga ikut memilih dalaman yang akan ia kenakan
"Bukan kah kau sebaiknya mandi juga?? ini sudah hampir malam, bi Inah pasti sudah menyiapkan makanan"
"Aku akan menunggumu selesai berpakaian"
"Oh ya ampun, masih saja kau mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan"
"Aku hanya ingin melihatnya sedikit bee"
"Sudah sana mandi" Serena mendorong Rey hingga masuk ke dalam kamar mandi kemudian ia bergegas memakai pakaiannya kemudian memilih pakaian yang akan di gunakan Rey dan meletakkan di atas kasur
***
"Apa yang kamu lakukan bee??! kamu seharusnya duduk saja biar bi Inah yang melakukan semuanya" Rey duduk di kursi memperhatikan istrinya yang sibuk menata makanan di meja
"Aku hanya ingin melayani suamiku saja, apa tidak boleh??!"
"Jangan memaksakan diri begitu, badanmu belum terlalu siap untuk di paksa bekerja"
"Anda terlalu berlebihan tuan muda, sekarang makan makananmu" Serena meletakan piring yang telah berisi berbagai macam lauk di depan suaminya kemudian ia pun ikut memakan makanannya
"Apa ada hal penting sampai Indra menemuimu disini??!" tanya Serena saat mereka telah berada di ruang nonton
"Cuma masalah pekerjaan saja bee, sudah berapa hari aku tidak kekantor jadi banyak pekerjaanku yang menumpuk"
"Bukan kah kamu bilang keluar kota karena ada pekerjaan??!"
"Hmm...sebenarnya waktu itu aku pulang kerumah karena mommy memaksaku untuk ikut dengannya. Maaf bee sudah membohongimu"
"Ternyata kau berbohong, padahal aku kesepian disini sendirian" Serena memanyunkan bibirnya, ia merasa kesal karena Rey yang memilih berbohong dari pada mengatakan yang sebenarnya padahal Serena tidak keberatan kalau Rey menginap di rumah orang tuanya
"Kamu juga merindukanku bee??!"
"bu-bukan begitu hanya saja aku tidak suka kalau kau berbohong padahal aku tidak keberatan kalau kau mau mengunjungi orang tuamu"
__ADS_1
"Iya aku usahakan untuk tidak berbohong lagi pada istriku yang cantik ini" Rey mencubit pipi serena yang di balas dengan kelitikan pada pinggangnya. mereka berdua tertawa melepaskan seluruh beban yang selama ini menghimpitnya