PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 2 (meminta penjelasan)


__ADS_3

"Apakah asisten tuan Rey sudah menghubungimu"


"Sudah tuan, asisten tuan Rey baru saja menghubungi saya dan mengatakan bahwa tuan Rey sangat puas dengan hadiah yg tuan kirimkan"


"Bagus..aku sudah khawatir kalau dia akan menolak perempuan yang sudah aku pilihkan. Apakah asisten tuan Rey menyinggung soal hutang perusahaanku?"


"Tidak tuan, namun asisten tuan Rey mengatakan akan mengirim bukti pelunasan hutang perusahaan hari ini juga"


"Baiklah..sampaikan salamku pada tuan Rey" ucap Evan yang tak lain adalah paman Serena seraya memutuskan panggilan teleponnya.


"Hmmm.. anak tidak berguna itu ternyata bisa menguntungkan juga, tidak sia-sia aku menampungnya selama ini" gumam Evan sembari menyunggingkan sebuah senyuman penuh arti.


Brakkk..!!!


Pintu ruangan terbuka dengan sangat keras menampilkan sosok gadis manis dengan amarah yang memuncak seakan ingin menerkam apa saja yang ada di hadapannya

__ADS_1


"Kenapa paman tega padaku?"


"Kenapa paman tega menjual keponakan paman sendiri?"


"Dimana hati nurani paman? dimanaaaaa..." cerca Serena di iringi dengan air matanya yang mengalir deras.


"Ck.. untuk apa kau semarah itu, bukannya kau sudah biasa melakukannya dengan banyak pria di luar sana" jawab Evan santai seakan sudah mengetahui maksud kemarahan Serena


"Anggap saja ini sebagai tanda terima kasihmu karena aku sudah mau menampungmu selama ini"


"Lagipula seharusnya kau merasa beruntung karena Rey alderald Rainer seorang pria yang tampan dan kaya raya itu mau menyentuh tubuhmu yg menjijikkan itu"lanjut Evan yang langsung berbalik memunggungi Serena


Evan yang mendapat serangan tiba-tiba tak menghindari serangan Serena namun ketika tubuh Serena sudah sangat dekat, tangan Evan langsung mencengkram dagu Serena Dengan kuat dan mendorong tubuh Serena hingga terjatuh di lantai


Sebelum sempat bangkit, tangan Serena sudah lebih dulu di tahan oleh security yang datang karena mendengar adanya keributan.

__ADS_1


"Bawa perempuan ini keluar dari sini dan pastikan dia tidak lagi menginjakkan kakinya di kantor ini" perintah Evan yg di jawab dengan anggukan


" Dan kau (tunjuknya pada Serena) jangan pernah lagi muncul di hadapanku dan juga pergi dari rumahku sekarang juga" geramnya


Security pun membawa tubuh Serena yang terus meronta keluar dari kantor tersebut, sedangkan Evan kembali ke kursinya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Dengan sisa air matanya, Serena dengan lunglai meninggalkan kantor tersebut.


Tak butuh waktu lama Serena telah sampai di halaman rumah yang sudah di tinggalinya selama 20 tahun tersebut, ia pun mengambil barang yang akan di bawanya pergi.


"ayah...ibu.. maaf karena aku harus meninggalkan rumah penuh kenangan ini" Isak Serena di sela-sela kegiatannya


Tak banyak yang tau kalau selama ini Serena menghabiskan waktu dengan bekerja dan bekerja, ya meskipun dia di asuh oleh pamannya sendiri namun tak pernah sekalipun pamannya memperlakukannya layaknya keponakan namun lebih kepada tuan dan pelayannya


Bukan tidak mampu untuk pergi dari rumah itu namun kenangan indah bersama orang tuanya membuat Serena tetap bertahan dengan segala keburukan yang di alaminya..

__ADS_1


Tangis Serena semakin menjadi ketika melihat setiap sudut rumah itu, tawa ayah ibunya, nyanyian, dongeng​ malam kembali terlihat jelas di matanya


Dengan memantapkan hati Serena pun melangkah keluar dari rumah itu dan pergi mengikuti kemana nasib akan membawanya..


__ADS_2