PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 39 (Dokter Mei)


__ADS_3

Rey yang masih di penuhi dengan amarah meninggalkan Serena yang ia kira telah tertidur karena kelelahan akibat perbuatannya


Ia melajukan mobilnya ke tempat yang sering ia kunjungi saat suasana hatinya sedang memburuk seperti saat ini


"Bagaimana kabarmu Rey?! sudah lama tidak melihatmu datang kesini" ucap Mike menyambut sahabatnya yang sudah beberapa bulan ini baru ia jumpai


"Yah seperti yang kau tau, aku sibuk mengurus perusahaan" Rey meneguk habis wine di tangannya


"Mengurus perusahaan selalu membuat kepalaku sakit, makanya aku belum mau di suruh mengambil alih perusahaan milik ayahku" ia lalu menuangkan kembali minuman ke gelas Rey yang telah kosong juga meminum wine yang berada di gelas miliknya


"Terakhir kali melihat wajahmu seperti ini saat putus dari Enzi, lalu ada hal apa lagi yang membuat wajahmu muram seperti ini?!"


"Wanita... percintaan...ah dua hal itu selalu saja tidak menjadi keberuntungan ku"


"Kau sedang jatuh cinta Rey?! jangan katakan kalau kau sudah menyukai tunanganmu itu"


"hhh...kau sendiri tau bagaimana seleraku terhadap wanita jadi mana mungkin aku bisa menyukainya apalagi hampir saja aku terjebak dalam permainan wanita ular itu"


"Maksudmu?!"


Rey menceritakan semua hal kepada Mike yang dengan sabar mendengarkan keluh kesah sahabatnya itu termasuk mengenai Serena


"Kenapa baru sekarang kau ceritakan semuanya Rey?! apa kamu lupa kalau punya teman yang bisa di andalkan macam diriku ini"


Tidak banyak yang tau pekerjaan orang tua Mike yang sebenarnya karena yang selama ini tersorot kamera hanya perusahaan tambang yang sedang di kelola oleh ayahnya


Namun itu semua hanya sebagai pencitraan saja karena sebenarnya orang tua Mike merupakan pemimpin salah satu gengster yang cukup di segani di negara ini


"Hah... aku hanya berusaha menyelesaikan urusanku sendiri"


"Tenang saja Rey, urusan Leo biar aku yang urus nanti kau tinggal terima beres saja. Kau fokus saja menyingkarkan wanita ular itu secepatnya"


"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas bantuanmu"


"Tak perlu sungkan Rey!! oh ya mengenai gadis itu, ada dimana ia sekarang?!"


"Di apartemen sedang tidur, mungkin kelelahan karena hukuman yang aku berikan padanya"


"Hukuman?!"


"Ya.. aku kesal karena sudah lama tidak bertemu justru dia datang dengan kondisi seperti itu"


"Memangnya kau sudah mencari informasi mengenai gadis itu?!"

__ADS_1


"Belum..aku terlalu sibuk mengurusi hal lain"


"Parah!! Apa kau sadar kalau sudah berlaku buruk pada wanita yang sedang hamil terlebih lagi kau tidak tau dia sudah menikah atau belum"


"Sudah menikah atau belum itu bukan urusanku"


"Ckckckck.. sebaiknya kau pulang sekarang kasian gadis itu sendirian disana"


"Biarkan saja toh aku tidak peduli juga dengannya"


"Jadi kau tidak peduli kalau nanti kau pulang dan mendapati dia sudah jadi mayat"


"Pikiranmu terlalu jauh Mike"


"Percaya padaku, sekarang pulang karena menurut firasatku gadis itu sedang tidak baik-baik saja"


Setelah menghabiskan minumannya, Rey beranjak pulang. Ia sedang malas mendengarkan kebawelan Mike yang sudah seperti ibu-ibu komplek yang sedang bergosip


***


Serena terbangun dengan perut yang terasa sakit, serta seluruh tubuh seakan habis di pukuli orang sekampung


Ia memandangi sekeliling berharap Rey sedang berada disana dan menolongnya namun ia harus kembali kecewa karena satu-satunya orang yang bisa menolongnya itu tidak terlihat Batang hidungnya


Pada saat yang bersamaan pula, Rey sudah sampai di rumah dan hendak membuka pintu kamar tersebut


Cklek!!


"Mau kemana kau?!" tanyanya dingin


"Dokter..tolong ba-bawa saya kedokter, perut-perut saya sangat sakit"


"Jangan beralasan untuk bisa pergi dari sini, kau tidak akan bisa kemana-mana"


"Sakit..tolong..ini sangat sakit" Serena memegang tangan Rey karena kakinya sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya


Rey memperhatikan Serena yang saat ini sedang terduduk memegangi perutnya, dengan keringat dingin yang mengalir deras dari dahi juga tangan yang masih memegang lengan Rey


"Kembalilah ke tempat tidur, aku akan meminta dokter untuk datang kesini" Rey keluar kamar untuk menghubungi dokter kenalannya meninggalkan Serena yang masih terduduk di dekat pintu


Emosi yang masih meluap-luap dalam hatinya membuat Rey tidak menyadari kebenaran ucapan Serena juga keadaannya saat ini. Andai ia mengikuti logika, tidak mungkin dengan kondisi baju yang sobek begitu Serena masih berani untuk keluar rumah sayangnya saat ini ia hanya mengikuti amarahnya saja


"Dimana gadis itu?!" tanya dokter Mei yang merupakan sahabat masa kecil Rey

__ADS_1


Jarak rumah dokter Mei dengan apartemen Rey yang tidak begitu jauh membuatnya tidak butuh waktu lama untuk tiba disana


"Di kamar" Rey membawa dokter Mei ke dalam kamar namun begitu terkejut saat melihat Serena yang masih merintih kesakitan di tempat yang tadi saat ia tinggalkan


Dokter Mei segera memeriksa kondisi Serena begitu Rey sudah membaringkan tubuh gadis itu di kasur.


Dengan cekatan dokter memberikan obat penghilang rasa sakit hingga gadis itu tertidur, serta memasangkan impusan karena ia tau Serena sangat kelelahan dan ia tau penyebabnya


"Apa kau tidak sadar yang kau lakukan bisa membahayakan Serena serta anak di kandungannya Rey?!" geram dokter Mei ketika mereka sudah berada di ruang tamu


"Dari mana kau tau nama gadis itu?! apa kau mengenalnya Mei?!"


"Dia pasienku yang pergi dari rumah sakit tanpa sepengetahuanku, dan betapa terkejutnya aku melihat dia ada disini bersamamu"


"Pasien?! kau mungkin salah orang Mei, pamannya sendiri yang datang mengantarkannya kesini"


"Oh... jadi kau berkomplotan dengan paman gadis itu untuk membawanya kabur dari sana, hah!!"


"Kau salah paham Mei" Rey bingung harus memberikan penjelasan seperti apa tentang Serena pada dokter Mei, ia juga sama terkejutnya saat tau dokter itu mengenal Serena


"Kalau begitu ceritakan yang sebenarnya atau aku akan melaporkan hal ini pada orang tuamu"


Rey hanya menceritakan garis besarnya saja pada Mei itu juga karena ia sudah mendapat ancaman dari temannya itu


"Kau bilang, tujuh bulan lalu sempat bertemu dengan gadis itu di hotel. Apa mungkin anak yang di kandungnya itu anakmu?! soalnya usia kehamilannya juga memasuki usia 7 bulan"


"Mana mungkin seperti itu, masa baru sekali terjadi dan dia langsung hamil"


"Bisa saja terjadi hal seperti itu Rey, faktanya saat itu kau tidak memakai pengaman dan mungkin juga Serena saat itu sedang dalam masa subur"


"Ah.. aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan Mei, aku juga tidak tau gadis itu sudah menjual diri kepada pria yang mana jadi tidak mungkin aku yang harus bertanggung jawab atas perbuatan orang lain"


"Hhh.. terserah padamu saja Rey, pokoknya sebelum Serena benar-benar dalam kondisi sehat kau tidak boleh sama sekali menyentuhnya"


"Tidak!! dia masih harus menerima hukuman dariku atas kesalahannya"


"Kalau kau bersikeras seperti itu, lebih baik Serena aku yang merawatnya di rumah"


"Kau tidak boleh membawanya pergi dari sini"


"Aku dokternya Rey, dan kau harus mengikuti semua ucapan ku kalau kau masih mau gadis itu menjadi pelampiasan ***** bejatmu itu"


Mau tidak mau Rey akhirnya mengiyakan ucapan dokter tersebut. setelah menerima resep obat dan vitamin yang harus diminum Serena, Rey mengantar dokter Mei yang akan pulang sampai ke depan pintu

__ADS_1


"Jangan pura-pura bodoh sampai melupakan apa yang aku ucapkan Rey. Kalau sampai terjadi apa-apa pada Serena kau yang akan terima akibatnya"


__ADS_2