
Keesokan harinya Evan kembali menelan pil pahit saat anak buahnya mengatakan kalau mereka sudah berhasil mendapat alamat rumah Serena namun karena penjagaan yang sangat ketat jangan kan untuk bertanya perihal Serena mereka bahkan tidak di perbolehkan untuk mendekat kesana
Begitu juga dengan nomor telepon genggam Serena yang tidak bisa juga mereka temukan karena sepertinya Rey sudah mengetahui hal ini akan terjadi sehingga ia sudah mengantisipasi dengan menyembunyikan keberadaan serta segala sesuatu yang berhubungan dengan istrinya itu
"Akh...kalian memang tidak berguna, mencari informasi seperti itu saja tidak bisa. Dasar bodoh!!!" Emosi Evan memuncak, ini merupakan cara satu-satunya untuk menyelamatkan perusahaannya dari kehancuran tapi penyelamatnya justru tidak bisa ia temukan keberadaannya
"Maaf bos, kami hanya mengetahui kalau saat ini tuan Rey beserta istrinya sedang tidak berada disini"
"Apa tidak ada yang bisa kalian lakukan selain menyusahkan ku,hah!!!"
"Ma-af bos"
"Melihat wajah kalian membuat darahku makin mendidih, pergi kalian dari sini!!!"
Para anak buahnya segera mengambil langkah cepat meninggalkan bosnya sebelum ada sesuatu lagi yang melayang ke arah mereka
"Aaaarrrgghhh..Brengs*k kau Rey!!!!"
***
Saat terbangun, Serena sempat mencari keberadaan Rey yang tidak ia temukan di sampingnya ketika ia melihat ke arah sofa baru lah ia melihat Rey yang sedang tidur disana
Sebenarnya ia tidak serius dengan ucapannya yang melarang Rey untuk tidur terpisah dengannya tapi siapa sangka seorang Rey mau melakukan hal yang tidak ia inginkan
__ADS_1
Serena lalu melangkah memasuki kamar mandi hendak menikmati waktu dengan berendam dan memanjakan diri namun baru saja ia menenggelamkan tubuhnya di bak mandi Rey sudah ikut masuk bersamanya
"Apa yang kau lakukan?!" pekik Serena terkejut
"Tentu saja mandi bee"
"Kau bisa mandi setelah aku selesai"
"Aku ingin mandi bersamamu,lagi pula semalam aku sudah menahan diri untuk tidak menyentuhmu"
"Kalau begitu kau mandi duluan saja, aku akan menunggumu di luar" Rey yang melihat Serena sudah berdiri tidak membiarkan istrinya itu pergi, ia menarik tangan Serena hingga terjatuh tepat di pangkuannya kemudian memeluk tubuh itu erat
Ia bahkan menghujani tengkuk Serena dengan ciuman hingga membuat Serena merasakan sensasi panas di tubuhnya, apalagi tangannya juga sudah ikut menyentuh daerah yang di sukainya
Perlahan Serena mulai ikut menikmati permainan suaminya yang selalu berhasil membuatnya mencapai pelepasan hingga beberapa kali
***
"Kau bisa masuk angin kalau tidak segera memakai baju bee" tanya Rey yang sedang mengambil pakaiannya di dalam walk in closet, tapi karena tidak mendengar sautan dari Serena ia pun berjalan mendekat ke arah Serena yang berbaring dengan handuk yang masih melekat di tubuhnya
Rey hanya tersenyum saat menyadari kalau Serena sudah tertidur karena kelelahan akibat pertarungan panjang dengannya tadi. Setelah menutupi tubuh Serena Dengan selimut ia pun memakai pakaiannya lalu berjalan ke arah sofa untuk menghubungi Indra yang tadi sempat mengirim pesan kepadanya
"Jadi Evan sudah mengirim anak buahnya untuk mencari tau keberadaaan Serena?!" tanya Rey saat Indra sudah mengangkat telepon darinya
__ADS_1
"Benar Tuan. Bahkan mereka sudah berani datang ke rumah tuan namun pengawal lebih dulu mengusir mereka"
"Perketat penjagaan disana, jangan biarkan anak buah Evan berani mendekat dan katakan juga pada para pekerja untuk tidak berbicara pada orang asing yang bertanya tentang istri dan anakku"
"Baik tuan"
"Kau harus pastikan, Serena tidak mengetahui semua ini sampai nanti waktunya tiba. Aku tidak mau rencana kita berantakan hanya karena Serena yang tidak suka melihat pamannya menderita"
"Baik tuan. oh ya kapan tuan akan kembali ke Jakarta, soalnya ada beberapa rapat yang tidak bisa kita tunda lagi"
"Hal sepele seperti itu saja tidak bisa kau atasi, apa kemampuanmu sudah menurun sekarang?!" cibir Rey
"Bukan begitu tuan, masalahnya ada beberapa perusahaan yang terus mendesak untuk mempercepat kerja sama kita dengan perusahaan milik mereka"
"Batalkan saja kerja sama dengan orang seperti mereka yang tidak bisa bersabar menunggu hingga aku datang"
Indra menelan salivanya dengan susah, mungkin terdengar mudah bagi yang mendengar karena tau seberapa besar kekuasaan Rey disini tapi tentu saja sangat sulit untuk Indra berkata demikian pada para pemilik perusahaan tersebut mengingat bukan cuma saat ini saja kerja sama antara mereka terjalin namun sudah dari jauh hari saat perusahaan itu masih menjadi milik tuan Rainer
"Nanti saya atur ulang jadwal tuan dengan mereka, sampai nanti tuan pulang dari berbulan madu"
"Terserah kau saja, istriku sudah menunggu untuk melanjutkan yang sempat tertunda karenamu"
"Ya tuan, silahkan lanjutkan kesibukan anda. Aku doakan anda kembali tokcer kali ini"
__ADS_1
"Cih..tentu saja kali ini pasti tokcer, aku kan beda denganmu yang tidak punya pengalaman dalam hal ini" kekeh Rey sambil menutup sambungan teleponnya
"Tentu saja kita berdua berbeda tuan, anda selalu di kelilingi wanita cantik sedangkan aku hanya di kelilingi berkas-berkas perusahaanmu ini" lirih Indra seraya menarik nafas panjang