
Karina memegang pelipisnya yang berdarah karena terbentur meja sewaktu di dorong oleh Dani, ia menatap Dani dan Serena yang hampir keluar dari restoran itu dengan geram tanpa ada yang menyadari tangannya menarik pistol yang tergantung di pinggang polisi yang ada di dekatnya lalu mengarahkan senjata itu kepada Serena
"Mati kalian bang***"
Dooorrr....
Semua orang yang ada disana terkejut, ada yang menutup mulut mereka dengan tangan adapula yang menutup telinga karena kerasnya suara tembakan tersebut
Polisi pemilik pistol itu pun langsung menendang tangan Karina hingga pistol di tangannya terlempar kemudian dengan cepat meringkus Karina sebelum ia berbuat hal yang lebih jauh lagi
Saat mendengar teriakan karina, Serena membalik badan namun saat itu pula terdengar suara letusan senjata yang mengarah padanya.
Dengan Tubuh yang bergetar hebat Serena menutup matanya karena ia tidak tau harus berbuat apa, setelah beberapa saat ia pun membuka matanya ternyata Dani ada di hadapannya sedang melindunginya dari tembakan itu
"Kau tidak apa Sere?!"
"Sa-saya ti-tidak a-apa-apa"
"Jangan takut, ada aku disini. Semua sudah baik-baik saja" Dani memegang tangan Serena yang gemetar, dan membantunya untuk duduk
"ah...ya Tuhan, Dani darah...darah ini...kau berdarah..bahumu berdarah..." Serena melihat ada darah yang mengalir dari bahu Dani yang terkena tembakan
"Serena Dani kalian tidak apa-apa?!" Nisa mendekati keduanya saat merasa situasi sudah terkendali
__ADS_1
"Nis..hiks... bahu Dani..hiks.. bahu Dani berdarah"
"Ya Tuhan!!! ini pasti kena tembakan tadi, ayo cepat kita ke rumah sakit"
Nisa bingung harus menolong yang mana, ia hendak memapah Dani namun melihat kondisi Serena yang lemah tidak mungkin juga ia menyuruhnya untuk berjalan sendiri
"Ada apa nis?!" tanya Frans yang melihat kebingungan Nisa
"Untungnya ada kau Frans, tolong bantu aku membawa Dani kerumah sakit bahunya terluka"
"Kita naik mobilku saja.. ayo cepat" Frans membantu Dani berjalan sementara Nisa memapah tubuh Serena menuju mobil Frans
***
"Sebaiknya kami membawa nona Karina ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut" ucap polisi yang tadi meringkus Karina
"Tolong jangan bawa saya ke kantor polisi pak, saya mohon..saya mengaku salah...tolong saya pak" Karina terus memohon kepada bosnya itu untuk di selamatkan, ia tidak mau masa depannya hancur hanya karena emosi sesaatnya
"Bawa saja pak sekiranya dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya" bosnya itu berkata tegas sambil melihat Karina dengan tatapan kecewa
"Kalau begitu kami permisi, nanti kami akan menghubungi bapak kembali untuk menjadi saksi dalam kasus ini"
Petugas itu pun membawa Karina yang masih terus memberontak karena menolak untuk ikut bersama mereka
__ADS_1
Pemilik restoran itu pun menyuruh pegawainya yang lain untuk membersihkan restoran dari darah yang berceceran di lantai serta merapikan kekacauan yang baru saja terjadi
Ia pun memulangkan semua pegawainya dan memilih menutup restorannya untuk beberapa hari ke depan guna menyelesaikan urusannya
***
Di kursi ruang tunggu IGD terlihat Serena dan Nisa yang sedang duduk menunggu Dani yang masih ditangani oleh dokter sementara Frans masih mengurus administrasi
Tak berapa lama kemudian Frans datang lalu menyerahkan kertas yang di bawanya kepada salah satu perawat, sehingga Dani sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan
"Beruntung pelurunya tidak menembus terlalu dalam sehingga kami tidak terlalu kesulitan untuk mengeluarkannya, tapi kemungkinan pasien harus di rawat disini untuk beberapa hari" dokter mulai menjelaskan kondisi yang di alami Dani ketika mereka sudah berada di ruangan rawat inap
"Tapi dia tidak apa-apa kan dok?!" tanya Serena khawatir melihat Dani yang masih belum sadar
"Untung saja kalian cepat membawanya kemari, kalau terlambat sedikit saja bisa-bisa ia tidak selamat karena kehabisan darah. Tapi sekarang ia sudah baik-baik saja, sebentar lagi juga dia pasti bangun" dokter tersenyum menanggapi kecemasan Serena
"Syukurlah!!!" Serena bisa bernafas lega mendengar penjelasan dokter, ia pun mengambil kursi lalu duduk di samping Dani
"Kalau begitu saya pamit, silahkan beri tahu perawat kalau kalian butuh apa-apa"
"Terima kasih dok" ucap Frans sambil mengantar dokter sampai ke depan pintu
Melihat semua sudah membaik, Frans pun berpamitan hendak kembali ke restoran untuk mengetahui situasi yang terjadi setelah kepergian mereka serta bagaimana kelanjutan nasib Karina
__ADS_1