PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 7 (pertemuan)


__ADS_3

Tok..tok..tok..


"Tuan sudah waktunya berangkat"


"baiklah.. ayo jalan"


Sedan mewah itu melaju membelah jalanan kota yang ramai, butuh waktu setengah jam untuk sampai di tempat pertemuan. Disana nampak tuan Arnold beserta istri dan putrinya, serta kedua orang tua Rey.


"Tunggu disini, saya tidak akan lama" ucap Rey yang di angguki oleh asistennya


Rey dengan tuxedo hitamnya nampak sangat menawan, membuat banyak pasang mata yang memandangnya kagum


Clara pun tak kalah menarik, dengan balutan gaun merah yang melekat indah di tubuhnya semakin menonjolkan keindahan lekuk tubuhnya


"Maaf saya terlambat, jalanan sedikit macet tadi" ucap Rey berbasa basi


"Tak apa Rey kebetulan kami juga baru sampai" ucap Arnold


Makan malam pun makin menghangat dengan kehadiran Rey, kedua keluarga saling bercerita dan tertawa seakan telah lama tidak berjumpa.


Clara sesekali mencuri pandang ke arah Rey sedangkan Rey asyik memakan makanannya dan akan berbicara hanya ketika di tanya


"Apakah kalian hanya akan saling memandangnya saja nak?" gurau Eveline ibu Clara yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik putrinya

__ADS_1


"Sepertinya pasangan muda ini masih sama-sama malu, mungkin kalian bisa berjalan-jalan​ sebentar untuk bisa saling mengenal" ucap Arnold


"ide yang bagus, Rey ajak lah Clara berkeliling"timpal oliver


Rey hanya melirik malas ke arah Clara yang sedang memperhatikannya, ia sebenarnya sudah malas berlama-lama disini tapi ia belum mendapat alasan untuk segera pergi


Drrrrttt... drrrrttt...


"Maaf tuan, saya baru mendapat kabar sepertinya ada yang menyabotase pembangun mall baru kita di Sulawesi"


Rey mengernyit mendengar laporan asistennya, ia tak percaya ada orang yang berani mengganggunya


"baiklah nanti kita bahas lagi masalah ini"


Rey mematikan sambungan telepon, ia segera berpamitan dengan orang tua dan pamannya itu


"maaf ayah tapi ada masalah mendesak yang harus segera di selesaikan"


"sebentar lagi ya sayang, kau kan belum lama datang"ucap Sherly ibu Rey


"maaf mom harga diriku sedang di pertaruhkan, aku harap Mom mengerti"


Oliver hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat Rey yang bersikukuh ingin pergi, Clara yang sedari tadi diam terus memandangi Rey dengan kesal akhirnya angkat bicara dan menengahi perdebatan ayah dan anak itu

__ADS_1


"kak Rey pasti sibuk om tante, kita jangan mencegahnya lagi" rayu Clara kepada calon mertuanya itu


"Benar kata Clara, nak Rey pasti sangat sibuk mengurus perusahaannya. Biarkan ia menyelesaikan urusannya, bukan begitu nak Rey?"timpal Arnold


"Terima kasih paman, maaf saya tidak bisa menemani kalian disini lebih lama lagi"


Clara terus memperhatikan kepergian Rey hingga menghilang dari pandangannya, ia sangat kesal karena baru kali ini dirinya dianggap tidak ada​ oleh seorang pria.


Harga dirinya yang tinggi serasa di injak oleh sosok Rey, namun ia juga tidak bisa menolak pesona calon suaminya itu


"aku pastikan kau nanti akan jatuh kepelukanku Rey Alderald Rainer" gumam Clara menyunggingkan senyum


---------------------------------------------------------------------------


"lapor bos, kita sudah berhasil menyabotase proyek pembangunan Mall baru perusahaan Rainer di Sulawesi"


"Bagus... pantau dan terus laporkan perkembangannya"


"Baik bos"


klik..


"kau lihat saja Rey, seperti apa balasanku karena sudah berani merebut kekasihku" gumam pria tersebut sembari menenggak habis minumannya

__ADS_1


Pria tersebut tidak menyadari kalau tindakannya saat ini menjadi awal kehancurannya.


Ia pun tidak sadar siapa lawannya kali ini sehingga merasa berada di atas angin


__ADS_2