PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 74 (Pria berhati iblis)


__ADS_3

Rey telah tiba di kota tempat anak perusahaannya berdiri, ketika sampai di kota tersebut ia putuskan untuk langsung datang ke kantor cabang supaya segera bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan kembali menemani Serena di rumah sakit


Meskipun mata dan otaknya ia fokuskan pada berkas-berkas di hadapannya tapi entah mengapa perasaan tidak enak itu selalu saja menghantuinya, bahkan hampir setiap jam ia akan menghubungi bi Inah untuk sekedar tau keadaan istrinya


"Sebaiknya anda beristirahat dulu tuan, sedari tadi anda terus bekerja bahkan makan pun tidak" Indra mengkhawatirkan keadaan atasannya itu, apalagi melihat raut wajah cemas yang terus terpampang di wajah tanpa ekspresi itu


"Tidak perlu, aku hanya ingin secepatnya menyelesaikan urusanku disini"


"Apa terjadi sesuatu tuan?! sepertinya anda sedang mencemaskan sesuatu"


"Hhh..aku hanya mencemaskan Serena, entah rasanya seperti akan terjadi sesuatu yang buruk padanya"


"Bukannya nona Serena berada di tempat yang aman tuan, lagipula ada bodyguard kita yang juga ikut menjaga disana"


"Yah kau benar, mungkin ini cuma kekhawatiran yang tidak beralasan"


"Apa perlu saya mengirim bodyguard lagi untuk menjaga nona Serena disana, tuan?!"


"Tidak usah, nanti dokter cerewet itu akan mengomeliku karena membuat rumah sakit menjadi ramai lantaran kehadiran orang-orang kita"


"Baiklah kalau begitu, bila ada yang tuan inginkan silahkan panggil saya"


Rey mengangguk kemudian kembali larut dalam pekerjaannya


***


Serena melihat jam di ponselnya, ini sudah dua jam berlalu semenjak bi Inah pergi membeli makanan untuknya. Ia sangat ingin makan mie ayam bahkan membayangkan saja air liurnya sudah hampir menetes, beruntung bi Inah menawarkan diri untuk membelikannya padahal ia baru saja hendak menyuruh salah satu bodyguard yang sedang menjaganya


Serena berusaha berpikiran positif karena mungkin di sekitar rumah sakit tidak ada yang menjual mie ayam sehingga harus berjalan sedikit jauh untuk membelinya makanya ia menyibukkan diri dengan melihat foto-foto yang ada di galeri ponselnya


Ia mengelus wajah yang seminggu ini ia rindukan, wajah yang setiap hari selalu ia lihat ketika ia tidur hingga terbangun. Wajah yang telah memberinya banyak hal, bahagia dan sedih yang kerap kali datang bersamaan


"Maafkan aku mas!!" lirih Serena Dengan air mata yang mengalir

__ADS_1


Entah sudah berapa lama Serena terlarut dalam kesedihannya hingga ia tersadar karena merasa ada yang aneh dari biasanya, para perawat yang terkadang datang mengontrol sebelum ia tertidur hingga detik itu belum juga terlihat bahkan bi Inah juga belum datang


Ia sudah menghubungi nomer telepon bi Inah tapi justru tidak aktif, baru hendak keluar untuk menanyakan pada salah satu penjaga namun tiba-tiba seseorang masuk dengan mengenakan pakaian perawat


"Maaf apa para penjaga itu ada di luar?!" Serena mengamati pria yang mengaku sebagai perawat itu karena menurutnya ia belum pernah bertemu dengannya


"Mereka ada di luar nyonya"


Serena mengernyit heran, selama ini para perawat memanggilnya dengan sebutan nona bukan nyonya. Merasa ada yang tidak beres Serena mengambil ponselnya kemudian menghubungi Rey namun setelah beberapa kali panggilan,Rey tidak juga mengangkat teleponnya


"Bisakah kamu memanggil mereka kesini soalnya aku ingin menyuruh mereka mencari seseorang"


"Baik nyonya" perawat itu segera keluar namun begitu ia masuk kembali bukannya bersama dengan salah satu bodyguard justru ada seorang pria asing bersamanya yang tidak pernah Serena temui sebelumnya


"Si-siapa kalian?!" Serena beringsut dari tempat tidurnya, ia merasakan pria itu bukan lah pria yang baik karena dengan melihat wajahnya saja membuatnya​ takut


"Hai nyonya Rey, akhirnya kita berjumpa juga" Ucap pria itu dengan senyum yang menakutkan


"Si-apa kalian?! apa mau kalian datang kesini" Serena berusaha mengumpulkan keberaniannya​, ia bahkan sudah memegang gantungan selang infusan untuk berjaga-jaga kalau pria itu berniat buruk padanya


James merasa sangat sayang karena akan menghabisi wanita cantik di hadapannya itu, padahal ia pun merasa tertarik dengan wanita itu sekalipun saat ini ia sedang mengandung


"Aku tidak mengenalmu dan tidak merasa punya urusan denganmu, jadi sebaiknya cepat pergi dari sini atau aku akan panggil keamanan untuk mengusirmu"


"Kau sungguh manis nona tapi percuma kau memanggil mereka karena mereka sudah aku usir jauh dari sini supaya tidak mengganggu kesenangan kita berdua"


Serena merasa nyawanya terancam, mulai melemparkan segala yang bisa di ambilnya kemudian melemparkan ke arah pria itu berada


Perawat palsu yang merupakan anak buah pria itu langsung keluar dari sana setelah mendapat kode dari bosnya itu


"Anda sepertinya sudah tidak sabar ingin bersenang-senang denganku nona, kalau begitu persiapkan diri anda karena malam ini akan terasa sangat panjang"


Pria itu mengeluarkan sebuah pisau dari dalam tas yang tadi anak buahnya bawa, kemudian melirik Serena yang berdiri mematung dengan seringai licik di bibirnya

__ADS_1


Mendapat signal bahaya, Serena segera berlari menuju ke pintu berusaha untuk meminta bantuan siapapun yang ia temui disana. Namun belum sempat membuka pintu pria itu sudah lebih dulu menarik rambutnya


"Kau mau kemana nona, permainan baru akan di mulai tapi kau sudah ingin pergi dari sini"


"Lepaskan!!!"


"Tidak akan nona sampai kau meminta ampunan padaku" James makin menarik rambut Serena hingga perempuan itu meringis kesakitan


"Cih.. jangan berharap"


James merasa geram melihat Serena yang secara tidak langsung meremehkannya sekalipun bukan wajahnya yang terkena ludah perempuan itu tapi secara tidak langsung perbuatan Serena telah membangunkan iblis di dalam tubuhnya


Ia pun mendorong tubuh Serena hingga perutnya menabrak tempat tidur, seketika itu juga rasa sakit yang luar biasa menyerang namun ia tahan karena tidak mau memperlihatkan pada pria iblis di hadapannya itu


"Apa rasa sakit yang aku berikan belum cukup membuatmu berteriak nona?!"


Serena mencengkram erat tepian tempat tidur untuk menahan rasa sakitnya, menatap tajam pria itu kemudian dengan sekuat tenaga ia menendang junior pria tersebut dan membuat pemiliknya meringis


Melihat ada kesempatan untuk kabur, Serena Dengan tertatih berjalan ke arah pintu namun ternyata pintu itu terkunci hingga ia hanya bisa berteriak meminta bantuan


"Aku sudah katakan tidak akan ada orang yang akan membantumu nona" Pria itu kembali menarik rambut Serena bahkan mulai menyeret perempuan itu kembali ke tempatnya semula


Air mata Serena mengalir mewakili kesakitan yang ia rasakan, seandainya bisa ia berharap malaikat maut itu benar-benar datang dan membawanya sebelum pria itu berbuat yang lebih menyakitkan lagi padanya


Pria itu merasa sangat tertantang karena Serena sama sekali tidak mau mengeluarkan jeritan kesakitannya, bahkan saat pisau yang di pegangnya menggores wajah cantiknya


"Kau sungguh wanita yang menarik, tapi sayang hari ini kau harus mati di tanganku" James mencengkram lengan Serena hingga terdengar bunyi tulang yang patah


"Aarrrgghhh!!!" teriakan Serena membahana membuat James tertawa kencang melihat perempuan itu akhirnya mengeluarkan jeritannya​


"terus menjerit sayang, sungguh terdengar sangat seksi"


Pria itu baru saja hendak melukai Serena lagi tapi terhenti saat pintu terbuka dan terlihat anak buahnya yang sedang memberikan kode padanya. Mengerti akan hal itu kedua orang itu pun keluar dari jendela kamar dan langsung di sambut oleh helikopter yang sudah menunggu disana

__ADS_1


Rey yang datang bersamaan dengan kepergian kedua orang itu, hanya mengepalkan tangannya menahan amarah karena terlambat menemukan pria yang membuat istrinya seperti ini


__ADS_2