PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 82 (keajaiban)


__ADS_3

Serena membuka matanya namun tidak terlihat apa-apa, sejauh ia memandang hanya warna hitam saja yang terlihat tanpa ada sedikit pun cahaya yang menerangi tempatnya berada


Ia mencoba untuk melangkah mengikuti kata hatinya tapi makin ia berjalan bukannya menemukan sesuatu justru ia merasa semakin kehilangan arah


Ia terus berteriak, memanggil orang-orang yang di kenalnya hingga menangisi kesendiriannya tetap saja cahaya yang ia cari tidak kunjung ia temukan


Karena kelelahan ia pun memilih untuk duduk beristirahat, memejamkan matanya dan mengingat kenangan indah yang telah ia lewati selama ini untuk mengusir ketakutan yang sedari tadi menghantuinya


Cukup lama ia terlarut dalam kenangannya entah berapa lama karena ia sendiri tidak tau saat ini sudah pukul berapa, masih pagi kah atau justru sudah malam


Serena ingin bertanya, apakah ia sudah mati?! apakah neraka itu seperti ini?! tapi semua pikirannya ia tepis karena menurut buku yang ia baca neraka penuh dengan penyiksaan yang menyakitkan tentu saja tempatnya saat ini berbeda jauh dengan gambaran di buku itu


Tapi Kalau memang ia masih hidup, kenapa hanya warna hitam saja yang terlihat di sekelilingnya padahal sebelumnya ia masih bisa melihat matahari yang terbit dan tenggelam serta pepohonan yang menjulang tinggi di luar sana


Terlalu banyak pertanyaan yang bahkan ia tidak tau akan mempertanyakan kepada siapa, hingga ia perlahan mulai berdamai dengan keadaan karena mungkin Tuhan menyuruhnya untuk introspeksi diri sebelum nanti ia kembali pada kehidupannya​ yang sesungguhnya


***


"Bangun bee..putra kita membutuhkanmu"


Serena terhenyak saat mendengar suara yang sangat ia kenali itu, suara milik Rey suami yang sangat ia rindukan


Ia bangkit dan mencari asal suara itu, namun setelahnya tidak ada lagi suara yang ia dengar


"Mungkin aku berhalusinasi karena terlalu berharap bisa bertemu dengannya" batin Serena, ia pun kembali duduk namun suara Rey kembali terdengar bahkan jauh lebih jelas dari sebelumnya


"Aku merindukanmu bee.."


Deg


Suara itu bukan sekedar halusinasinya, suara itu benar-benar terdengar jelas di telinganya


Merasa menemukan sebuah harapan, ia kembali berjalan mengikuti asal suara itu

__ADS_1


"Sampai kapan kau mau tidur bee?!"


Serena kini bukan saja berjalan namun ia sudah berlari, ia tidak mau kehilangan kesempatan yang sudah lama ia nantikan


Ia terus berlari hingga ia menemukan setitik cahaya, semula ia ragu apakah cahaya itu akan mengantarkannya kembali pada kehidupannya atau malah akan kembali mengurungnya di tempat asing


Namun suara Rey yang terus terdengar seolah menjadi penyemangatnya, apalagi saat ia juga mendengar suara tangisan putranya seketika tekadnya menjadi kuat tidak peduli apa yang menunggunya di ujung sana karena yang terpenting saat ini ia ingin memeluk tubuh mungil itu


***


Rey tengah menenangkan anaknya yang menangis, hampir tiap hari ia akan mengajak putranya itu menemui ibunya dengan harapan Serena akan segera sadar ketika berada di sisi putranya


Hari ini tepat lima bulan sudah Serena terbaring tak berdaya disana. Sedangkan putranya setelah sebulan di rawat sudah di perbolehkan untuk pulang


Rey tidak pernah lelah menemaninya, mengajaknya berbicara bahkan kebanyakan waktunya ia habiskan untuk berada di sisi istrinya


Namun Penantian Rey berakhir hari ini juga karena ternyata Tuhan menjawab doa tulus yang selalu ia panjatkan setiap hari, mata yang telah lama tertutup itu secara perlahan akhirnya terbuka


Dengan air mata yang berlinang, Rey mendekati Serena memastikan bahwa istrinya itu benar-benar telah terbangun dari tidur panjangnya


"kamu sadar bee..kamu sudah sadar..dokter!!!" Rey berlari memanggil dokter ia terlalu bahagia, begitu pula dengan pria kecil dalam gendongannya yang seketika berhenti menangis saat melihat ibunya


Tak berapa lama dokter memasuki ruangan​ rawat Serena memeriksa kondisi pasiennya yang sempat ia prediksi kemungkinan sadarnya hanya tinggal dua puluh persen saja


"Alhamdulillah doa anda terkabul, saat ini kondisi pasien makin membaik tapi saya harap untuk tidak membiarkan pasien merasa kelelahan ataupun tertekan"


"Baik dok, saya akan ingat itu"


"Kalau dalam beberapa hari kondisi pasien makin membaik, pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan"


"Saya mengikut yang terbaik menurut dokter"


"saya permisi kalau begitu, bila ada apa-apa anda bisa langsung memanggil saya"

__ADS_1


Selepas kepergian dokter, Rey kembali mendekat pada istrinya yang tengah tersenyum kepadanya. Meletakkan putranya di sisi pembaringan istrinya, membiarkan kerinduan itu terbayarkan dengan linangan air mata


"Dia putra kita bee, wajahnya sangat tampan sepertiku tapi keras kepalanya menurun darimu" Rey memperkenalkan pria kecil yang sedang bergelung manja di lengan Serena


Serena hanya menanggapi dengan senyuman karena bibirnya serasa sulit ia gerakkan saking terharunya dia di anugerahi jagoan tampan itu


"Aku belum memberinya nama karena aku mau namanya di pilihkan olehmu, wanita yang sangat mencintainya" Rey menghapus air mata yang masih mengalir di sudut mata istrinya itu


"Te-ri-ma ka-sih ma-mas"


"Aku yang harus berterima kasih padamu bee karena kamu sudah berjuang untuk tetap hidup demi aku dan anak kita" Rey mengecup puncak kepala Serena, sekali lagi Tuhan menunjukkan kebesarannya dengan mengangkat beban berat yang selama ini menghimpitnya


Keluarga kecil itu saling menikmati kebersamaan yang sempat terambil dari mereka, meski bukan dengan senyuman tapi air mata itu menjadi bukti kebahagiaan mereka saat ini


*


*


*


*


*


*


*


Mohon maaf updatenya kelamaan, saya lagi kehabisan ide untuk menulis jadi harap di maklumi 😊


Selamat tahun baru 2022


Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT 😇

__ADS_1


__ADS_2