
Seperti janji Daniel keesokan harinya berkas yang di butuhkan Rey sudah sampai di tangannya, semua bahkan sudah di selesaikan oleh Daniel yang mana di surat kepemilikan pun saat ini sudah tercantum nama Rey sebagai pemilik saham yang baru sehingga Rey tidak perlu bersusah payah untuk mengubahnya
"Kau yang terbaik paman!!" gumam Rey melihat tumpukan berkas di meja kerjanya
Saat ini semua berjalan sesuai dengan keinginannya dan secepatnya ia akan memulai rencananya untuk menguasai perusahaan milik tuan Adiaksa
Drrrrttt...
"Halo Mom, ada apa?"
"Haiii nak, Daddy setuju kalau kau mau bertunangan dulu dengan Clara bahkan ia sangat senang akhirnya kau menerima perjodohan ini"
"Sukur lah Mom, itu kabar baik"
"Kami juga sudah membicarakan dengan pihak keluarga Clara dan memutuskan untuk menggelar pertunangan kalian sebulan lagi. Apa kau keberatan nak?!"
"Yah bukankah lebih cepat lebih baik! Mom saja yang urus semuanya, aku sangat sibuk akhir-akhir ini"
"Baiklah nak, nanti Mom yang atur semuanya. Jaga kesehatan ya sayang"
__ADS_1
Rey hanya mendesah saat sambungan teleponnya sudah terputus, tinggal sebulan lagi lalu ia akan terus di repotkan oleh perempuan itu
***
Leo berada di ruang kerjanya sedang memijit pelipisnya yang terasa sakit, ia masih tidak tau bagaimana caranya Rey berhasil meyakinkan tuan Daniel untuk menjual saham miliknya padanya padahal sudah beberapa kali ia mencoba untuk membeli saham tersebut namun selalu mendapat penolakan dari Daniel
Saat ini mungkin bisa ia tutupi tapi lambat laun pasti kabar ini akan sampai juga ke telinga ayahnya karena bagaimanapun ayahnya masih lah pemilik tertinggi dari perusahaan ini sedangkan ia hanya membantu ayahnya saja
Brakkk...
"Bukankah sudah papa suruh kamu untuk mendapatkan kembali saham kita yang ada pada tuan Daniel tapi kenapa sekarang jadi seperti ini Leo?!" wajah Tuan Adiaksa memerah padam menahan amarahnya, ia sudah mendengar semua kabar yang terjadi dari orang kepercayaannya
"Beritahukan yang sebenarnya, awas kalau sampai ada yang kamu tutupi dari papa"
"Begini pa, aku sudah beberapa kali mendatangi tuan Daniel dan mengatakan kalau papa berniat membeli kembali saham yang dulu sempat kita jual padanya tapi tuan Daniel tetap tidak mau menjualnya meskipun saya sudah mengimingi dengan bayaran yang tinggi"
"Lalu kenapa malah saham itu jatuh ke tangan tuan Rey?!"
"Itu yang masih Leo selidiki pah, orang suruhan Leo masih belum memberi kabar"
__ADS_1
"Hhh...sekarang kita harus berhati-hati, meskipun papa kenal baik dengan orang tua Rey tapi papa juga tau bagaimana liciknya anak itu kalau berhubungan dengan bisnis"
Ketika ayah dan anak itu masih membicarakan seputar masalah ini, suara ketukan pintu mengalihkan keduanya saat sekertaris Leo memberitahukan kalau Tuan Rey datang dan meminta untuk menemui Tuan Adiaksa
"Selamat siang Tuan Adiaksa, maaf kalau saya mengganggu obrolan anda dengan saudara Leo" ucap Rey berbasa-basi
"Silahkan duduk Tuan Rey, senang bisa di kunjungi oleh anda. Sekiranya ada keperluan apa sehingga anda yang harus repot-repot berkunjung ketempat saya" tuan Adi menjamu tamunya dengan hormat, ia tidak menyangka Rey akan datang secepat ini sedangkan ia masih harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi
Leo hanya menatap dalam diam kedatangan Rey, tanpa berbicara saja karisma Rey sudah mengintimidasinya makanya ia berpura-pura pamit untuk mengurus pekerjaannya yang tertunda toh sekiranya sudah ada ayahnya yang menyambut kedatangan Rey
"Saya tau anda sangat sibuk Tuan, jadi biar tidak membuang waktu langsung ke intinya saja. Sebenarnya saya kesini ingin memperkenalkan diri kepada anda sebagai salah satu pemilik saham di perusahaan ini tapi alangkah baiknya kalau saya juga bisa berkenalan dengan yang lain saat rapat pemegang saham berlangsung"
"Oh ya saya mengerti maksud anda, kebetulan seminggu lagi akan di adakan rapat para pemegang saham jadi anda bisa datang untuk berkenalan sekaligus mengetahui sejauh mana kemajuan perusahaan ini"
"Baik kalau begitu, senang bisa bekerja sama dengan Anda kalau begitu saya pamit karena masih banyak yang harus saya urus"
"Terima kasih untuk kunjungannya Tuan Rey, saya harap kerja sama kita berjalan lancar"
Rey meninggalkan kantor tersebut dengan senyuman penuh arti, baru saja ia meledakkan bom kecil yang sudah mengguncang kedamaian di kantor ini dan seminggu lagi ia akan melemparkan bom yang sangat besar yang bahkan bisa menghancurkan perusahaan ini dalam sekejap
__ADS_1