
Setelah menjalani perawatan selama seminggu di rumah sakit Clara akhirnya di perbolehkan pulang ke rumah
Clara lebih banyak terdiam dari pada berbicara sama seperti ketika ia di rawat di rumah sakit, hal itu membuat kedua orang tuanya khawatir namun dokter mengatakan kalau hal itu wajar mengingat ia baru saja mengalami hal yang tidak mengenakkan
tok!!tok!!!
ibu membuka kamar putrinya di ikuti papa yang juga turut masuk ke dalam kamar
"Apa ada yang kau pikirkan sayang?! beberapa hari ini kau diam saja, ibu jadi khawatir"
"Tidak ada Bu, aku hanya sedang malas berbicara"
"Kalau ada yang mengganggu pikiranmu, kau bisa mengatakannya pada ibu dan papa sayang"
Clara hanya mengangguk, ia benar-benar tidak ingin berbicara banyak hal sekarang. Ia masih memikirkan tentang nasib kekasihnya yang ia tidak tau kabarnya sekarang
"Papa dan ibu sudah memutuskan kita akan tinggal di Perancis setelah kamu sembuh" papa membuka suara setelah beberapa menit tak ada pembicaraan yang terjadi di antara ketiganya
"Aku tidak mau pah" bantah Clara tanpa memalingkan wajahnya dari jendela
"Itu sudah keputusan kami Clara, dan kamu harus ikut suka ataupun tidak"
"Clara akan tetap disini pah, silahkan kalau papa sama ibu mau pindah kesana"
"Kita berangkat dua hari lagi, papa harap kamu persiapkan barang yang akan kamu bawa kesana" papa hendak keluar dari kamar menghindari penolakan dari putrinya
"Kenapa papa jadi memaksa begitu?! aku masih punya banyak urusan disini pah, aku tidak akan kemana-mana sebelum urusanku selesai"
__ADS_1
"Bukannya dendammu sudah terbalaskan Clara?! bahkan kamu juga sudah merasakan pembalasan serupa, apa semua itu masih kurang?!"
"Papa tidak tau apa-apa, aku tidak bersalah dalam hal ini. Semua hanya rekayasa pria breng*sek itu"
"Cukup Clara, selama ini papa sama ibu selalu mendukung apa yang kamu lakukan tapi sekarang kamu sudah keterlaluan apalagi perempuan itu sedang hamil"
Clara meradang orang tuanya justru menyalahkannya atas semua yang di alami Serena tanpa mendengar penjelasan yang akan ia katakan, hal itu karena ia tidak tau kalau asisten Rey sudah memperlihatkan bukti kejahatannya pada orang tuanya
"Bukan aku pelakunya pah"
"Ya papa tau bukan kamu tapi kekasihmu yang mafia itu tapi dia melakukan itu semua karena perintahmu Clara, apa kamu masih belum sadar juga?!"
Deg!!! Clara tidak percaya apa yang papanya ucapkan, padahal selama ini ia selalu menyembunyikan hubungannya dengan James tapi ternyata papanya bisa tau tentang pria itu yang banyak orang bahkan tidak tau
"Papa tidak mau mengatakan ini sekarang tapi papa mau kamu berkata jujur, kenapa kamu tega menggugurkan kandunganmu?!"
"Aku keguguran pah, bukan sengaja menggugurkan kandunganku"
"Jangan berbohong Clara, sebelum kesabaran papa habis" papa bisa melihat kalau ucapan anaknya bukan yang sebenarnya
"Kalau papa sudah tau yang sebenarnya untuk apa papa bertanya padaku?!"
" Papa mau kenyataan itu papa dengar dari mulutmu sendiri" papa hanya memancing supaya Clara mengungkap kejadian sebenarnya karena sebenarnya ia juga tidak tau apa yang terjadi dengan anak yang di kandung Clara
"Cih merepotkan!! papa benar aku menggugurkan anakku, aku tidak menginginkannya​ bahkan ayah kandungnya juga tidak menginginkannya jadi untuk apa anak itu hidup di dunia ini"
plakkk!!!
__ADS_1
"Kalau kau tidak menginginkan anak itu setidaknya jangan bunuh dia, biar kami yang merawat anak itu" papa geram dengan alasan tidak masuk akal yang Clara katakan
"aku tidak mau melahirkan tanpa suami pah, aku malu"
"Leo mau bertanggung jawab tapi kamu yang tidak mau, sekarang kamu bilang tidak mau melahirkan tanpa suami. Apa sebenarnya yang ada di otakmu itu Clara?!"
Papa sudah tidak tau lagi harus berkata apa pada Clara, ia tidak tau apa sebenarnya yang anaknya itu pikirkan sampai bisa hidup tanpa memiliki perasaan seperti itu. Papa pun keluar dari kamar itu untuk meredakan amarahnya yang tengah memuncak
Ibu yang mengerti kemarahan suaminya segera berjalan mendekat kearah Clara yang masih memegang pipinya yang memerah
"Ceritakan pada ibu sayang, dimana makam anak itu?!" tanya ibu yang sedari tadi hanya melihat perdebatan suami dan anaknya tanpa ikut bersuara karena sebelumnya ia sudah berjanji untuk tidak ikut campur apapun yang terjadi sebelum tadi ia dan suaminya memasuki kamar clara
"Aku tidak tau bu, setelah mengeluarkan anak itu aku mengirimkannya pada Leo setelah itu aku tidak tau lagi apa yang leo lakukan pada anak itu" ucap Clara jujur
Flashback on
Waktu itu ia memang sudah berniat untuk menggugurkan janinnya karena merasa kesal dengan Leo namun begitu bertemu dengan James ia berubah pikiran karena berharap pria itu akan menerima dirinya dan juga anaknya
Tapi di luar dugaan justru James secara terang-terangan memintanya untuk menggugurkan kandungannya dengan dalih akan menikahinya setelah ia selesai menggugurkan janinnya
Clara pun menyetujui dan mulai mengatur jadwal dengan dokter yang akan mengeluarkan janinnya tersebut
Saat hari yang di maksud tiba, ia yang di temani dengan James melakukan a*bor*si kemudian janin itu di kirim ke apartemen Leo ketika Clara masih belum sadar setelah tindakan itu tentu saja anak buah James yang melakukan itu semua atas suruhan bosnya
Flashback off
Ibu meneteskan air matanya begitu mendengar cerita putrinya, ia tidak tau seberapa berat hidup yang putrinya itu alami karena selama ini ia jarang bercerita padanya
__ADS_1
Ia pun memeluk tubuh Clara untuk menumpahkan semua rasa sedihnya dan berjanji untuk terus melindungi putrinya dari orang-orang yang berusaha untuk menyakitinya terlebih dari pria be*jat semacam James yang hanya berpura-pura mencintai putrinya