PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 50 (malam pertama yang kelabu)


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya​ Mei?!" tanya Rey saat melihat dokter Mei keluar dari kamar miliknya


"Kondisinya lagi tidak stabil, perutnya tadi mengalami kontraksi mungkin itu yang membuat ia tidak sadarkan diri"


"Syukurlah..aku sangat mencemaskan dia"


"Apa yang membuatnya seperti itu Rey?! tidak mungkin perutnya tiba-tiba kontraksi tanpa ada kejadian yang membuatnya tertekan"


Rey menggaruk kepalanya, ia bingung harus menjelaskan kejadian yang sebenarnya karena akan memakan waktu lama tapi melihat tatapan membunuh dari Mei mau tidak mau ia pun menceritakan semua yang sudah terjadi


"Hhh... kau sungguh bodoh Rey" Mei menghela nafas panjang, ia menyayangkan sikap Rey yang tergesa-gesa dalam bertindak


"Ya aku tau itu Mei tapi sekarang aku sedang menyelesaikan masalahku dengan perempuan itu"


"Cepat selesaikan urusanmu itu sebelum Mom dan Daddy tau tentang Serena. Aku yakin perempuan itu pasti akan mengatakan tentang Serena pada mereka"


"Aku tidak peduli akan hal itu, yang terpenting sekarang bagaimana caranya mengembalikan kepercayaan Serena padaku"


Mei seperti melihat sosok Rey yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, Rey yang saat ini duduk di depannya sungguh berbeda jauh dengan Rey yang ia kenal dulu. Bagaimana tidak, baru kali ini Rey seperti orang yang kehilangan arah hanya karena seorang perempuan


"Kau sangat mencintainya Rey?!"


"Ya, aku sangat mencintainya"


"Bukannya kau bilang akan menikahinya setelah tau hasil dari tes DNA waktu itu"


"Aku tidak peduli sekalipun anak itu bukan anak kandungku, aku akan tetap menyayanginya seperti anakku sendiri"


"Kalau begitu ini hasil tesnya silahkan kau baca kebetulan aku kesini jadi sekalian aku membawanya"

__ADS_1


Rey membuka kertas pemberian Mei dengan tangan gemetar, ia masih berharap hasil tesnya seperti yang ia harapkan


"Ya Tuhan.. Mei ini kenyataan kan, bukan mimpi"


"ini nyata Rey, dan selamat sebentar lagi kau akan jadi ayah yang sesungguhnya. Aku harap kau tidak lagi meragukan Serena karena menurutku ia perempuan baik-baik"


"terima kasih Mei, aku berjanji akan terus menjaganya​"


"Kalau begitu aku pamit, tolong perhatikan kesehatan Serena karena aku khawatir perutnya akan terus mengalami kontraksi dan itu bisa memicu kelahiran sebelum waktunya"


"Sekali lagi terima kasih Mei, maaf tidak bisa mengantarmu sampai ke bawah"


"Tidak masalah Rey, selamat atas pernikahanmu semoga kalian selalu berbahagia"


Mei pun meninggalkan apartemen Rey yang akhir-akhir ini selalu ia kunjungi, ada kelegaan di sudut hatinya mengetahui Rey yang sudah menemukan cinta yang ia cari selama ini dan ia pun mendoakan yang terbaik untuk teman masa kecilnya itu


***


Ia berencana melaporkan perbuatan Rey pada calon ibu mertuanya, namun Clara mengurungkan niatnya karena penasaran akan perempuan hamil yang ia lihat di apartemen Rey tadi


Ia merasa pernah bertemu dengan perempuan itu tapi ia tidak ingat bertemu dimana, ia juga merasa aneh karena tidak mungkin Rey mempekerjakan seorang pembantu yang sedang hamil besar begitu


Clara diam-diam kembali ke apartemen rey, tapi begitu sampai didepan pintu ia mendengar sayup-sayup obrolan Rey dengan seorang wanita. Clara menajamkan pendengarannya namun ia tidak bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan, saat masih menempelkan​ telinganya di pintu rumah Rey ia mendengar langkah kaki mendekat ke arah pintu Clara pun buru-buru bersembunyi


Dalam persembunyiannya Clara bisa mendengar dengan jelas ucapan Rey dengan wanita itu namun betapa terkejutnya ia saat mendengar wanita itu mengucapkan selamat atas pernikahan Rey sedangkan ia dan Rey baru akan menikah Minggu depan


"Aku harus mencari tau siapa perempuan hamil itu dan apa hubungannya dengan Rey"


setelah memastikan situsi aman, Clara keluar dari persembunyiannya menuju mobilnya terpakir. Ia pun melajukan mobilnya menuju ke kediaman Oliver untuk meminta bantuan ibu mertuanya itu mencari tau tentang identitas perempuan yang ia lihat di apartemen Rey

__ADS_1


***


Serena terbangun dengan kepala yang terasa sakit, ia menatap langit-langit kamar mengenang kejadian yang belum lama ia alami. Air matanya kembali​ mengalir entah saat ini apa yang ia sesali, pernikahan dengan Rey ataukah kenyataan yang terlambat ia ketahui


Rey baru saja selesai membaca semua laporan yang tadi sempat di berikan oleh asistennya termasuk laporan tentang Clara yang kemarin ia minta. Ia tersenyum puas karena hasilnya sesuai yang ia harapkan


Ia hendak melihat keadaan Serena di kamar tapi ia di kejutkan dengan suara Isak tangis istrinya itu.


"Maafkan aku bee, aku tidak bermaksud membohongimu. Aku berniat mengatakan semuanya saat waktunya sudah tepat" Rey menggenggam erat tangan Serena menenangkannya


Namun Serena tidak menjawab justru suara tangisannya kian terdengar, hal itu membuat Rey makin merasa bersalah. Baru juga ia merasakan kebahagiaan karena pernikahannya tapi secepat itu pula berganti jadi kesedihan.


"Orang tuaku dan orang tua Clara cukup dekat jadi mereka berencana menikahkan kami berdua supaya kekeluargaan mereka makin terjalin terlepas dari keuntungan bisnis yang nantinya di peroleh saat kedua keluarga kami sudah bersatu"


"bee aku tidak ada perasaan apa-apa pada Clara, aku menerima pertunangan dengannya hanya karena Daddy sakit jadi aku tidak sampai hati menolaknya"


"Menolak pertunangan tapi menerima tubuh perempuan itu" sela Serena tajam


"Aku akui waktu itu aku hampir masuk kedalam perangkapnya tapi aku tidak sampai melakukan hal itu padanya, aku bersumpah bee"


"Perempuan itu sedang hamil anak kekasihnya tapi ia berencana membuatku mengakui kalau aku adalah ayah dari anak yang di kandungnya makanya malam itu dia mengundangku untuk makan malam bersama dan mencampur minumanku dengan obat perangsang"


"Tolong percaya padaku bee, aku akan membuktikan semua yang perempuan itu katakan adalah bohong"


"Pergi!! aku tidak butuh bukti, aku tidak butuh kamu, pergi!!!"


"Bee"


"Pergi!!"

__ADS_1


Dengan langkah berat Rey meninggalkan Serena yang masih setia dengan tangisannya, tidak pernah terbayangkan malam pertamanya akan berakhir tragis seperti ini


__ADS_2