PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 41 (berjanjilah untuk tetap disisiku)


__ADS_3

Rey memutuskan untuk tidak bekerja dan memilih untuk menemani Serena di rumah. Setelah sakit perut yang Serena alami mereda justru suhu tubuhnya yang meninggi, dengan telaten Rey mengurus gadisnya itu karena ia merasa bertanggung jawab atas apa yang di alami oleh Serena


Suasana hatinya membaik ketika dokter Mei mengatakan kalau perkiraan usia kandungan Serena sama dengan waktu terakhir ia bersama dengan gadis itu


"Apa kau benar anakku seperti perkiraan Mei?!" gumam Rey mengelus perut buncit Serena saat ia masih terlelap dalam tidurnya. Tanpa ia duga anak di perut Serena menendang nendang seperti merespon apa yang ia ucapkan membuatnya tanpa sadar tersenyum sambil terus mengelus perut Serena


"Apa kau akan memaafkan ku yang telah berlaku buruk pada ibumu tadi malam?!" anaknya itu kembali menendang nendang seakan mereka benar-benar sedang bercengkrama


Ikatan antara anak dan orang tuanya memang tidak bisa di bohongi, makin banyak yang ayahnya ucapkan makin banyak pula gerakan yang anaknya itu lakukan membuat sang ibu terbangun dari tidurnya


"Argh!!" Serena memegangi kepalanya yang sedikit pusing, ia berusaha untuk duduk namun karena badannya yang masih lemah jangankan untuk duduk mengangkat kepalanya saja ia tidak sanggup


"Jangan di paksakan, kamu masih belum sehat. Mau aku ambilkan makanan?!"


Serena mengangguk lemah, ia sebenarnya enggan menerima kebaikan lelaki di hadapannya itu tapi mengingat dari semalam ia tidak memakan apapun membuatnya berubah pikiran


"Tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya untukmu" saat Rey sudah keluar dari ruangan itu, Serena mengelus perutnya menenangkan anaknya yang pergerakannya begitu lincah di dalam sana mengira anak itu juga merasa lapar seperti dirinya


Serena ingin memakan makanannya sendiri tapi Rey menolak karena ia yang ingin menyuapi makanan itu ke mulut Serena


"Aku minta maaf sudah berlaku kasar padamu semalam"


Serena hanya terdiam, ia memang sengaja tidak mau bertatapan dengan pria itu selain karena takut ia juga masih tidak bisa percaya akan perkataannya


"Aku tau kau pasti tidak akan memaafkan ku. Tapi asal kau tau, selama ini aku merindukanmu padahal hari itu pertama kalinya kita bertemu"


"Entah kenapa melihatmu yang sedang hamil membuatku marah apalagi kau juga menyembunyikan identitas ayah dari anak itu"


Serena memperhatikan pria di depannya itu, apakah memang dia pria yang semalam berbuat kasar padanya? tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba berubah seperti ini


"Siapapun ayah dari anakku ini tidak ada urusannya denganmu!!"


"Hhh... aku hanya berharap bahwa janin di rahimmu itu anakku"

__ADS_1


"Cih.. aku tidak Sudi mengandung anak dari pria kasar sepertimu. Lagipula ayah anak ini sudah tiada jadi jangan membicarakannya lagi" Serena sengaja beralasan begitu, ia tidak mau ada orang lain lagi yang terluka karena ulahnya.


"Apa kau yakin dengan ucapanmu itu?!"


"Ya!! karena kau sudah tau sebaiknya sekarang lepaskan aku"


"Tidak, susah payah menemukanmu jadi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja"


"Aku bukan hewan yang bisa kau kurung seperti ini"


"aku akan memperlakukanmu dengan baik asal kau berjanji untuk tetap berada di sisiku"


"Kau pria kaya dan juga tampan, carilah wanita lain untuk hidup bersamamu"


"Aku dan tubuhku ini hanya menginginkanmu"


"Tapi aku bukan boneka pemuas ***** bejatmu!!!" Serena berteriak histeris, ia tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak pria itu


"Tak perlu berteriak seperti itu, kau berbicara pelanpun aku pasti mendengarnya. Sebaiknya lanjutkan makanmu, kasian anak itu pasti masih lapar"


"Hhh.. kalau kau butuh apa-apa panggil saja aku" ucap Rey seraya menutup pintu kamarnya tersebut


***


Di ruang kerjanya, Rey masih memikirkan ucapan Serena yang mengatakan perihal ayah dari anak yang di kandungnya. Salahnya juga yang tidak lebih dulu mencari tau tentang kehidupan Serena hanya karena ia tidak menduga hal ini akan terjadi


Rey lalu mengambil handponennya dan mulai menghubungi asisten yang sangat ia percayai itu


"Antar saya menemui si brengsek Evan itu"


"Apa terjadi sesuatu Tuan?!"


"Tidak perlu banyak bertanya, saya mau kamu secepatnya kesini"

__ADS_1


'baik tuan, saya berangkat sekarang"


Setelah sambungan telepon terputus, Rey mengambil baju di kamar yang sedang di tempati Serena sekalian memastikan kalau gadis itu saat ini sedang tertidur hingga bisa ia tinggalkan


Setelah selesai ia langsung menuju ke lantai dasar menemui Indra yang juga sudah menunggunya


Meskipun banyak pertanyaan yang ingin ia ucapkan, namun Indra memilih untuk diam saja mengingat sikap bosnya itu yang tidak dapat di tebak


Kedatangan Rey di kantor Evan membuat para pekerja perempuan bagai menemukan danau di tengah gurun yang panas. Sosok tampan dan juga mapan yang saat ini menjadi perbincangan banyak orang tiba-tiba datang ke kantor tempat mereka bekerja sudah pasti merupakan sebuah keberuntungan


"Selamat datang Tuan Rey, ada hal apa yang membuat anda tiba-tiba datang seperti ini" sambut Evan begitu melihat Rey yang sudah berdiri di depannya, namun ternyata sambutannya di balas dengan sebuah pukulan dari Rey


"Baj**ngan kau Evan!!! berani sekali kau membawa Serena yang sedang hamil itu padaku"


"Anda kan tidak mengatakan kalau anda tidak menginginkan perempuan hamil tuan Rey, jadi katakan dimana letak kesalahanku?!" ucap Evan menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya


"Si*lan kau!!! aku membayar mahal bukan untuk seorang perempuan dengan perut buncit seperti itu"


"Cih.. bukannya semalam anda sudah bersenang-senang dengannya tuan?! kalau memang anda sudah tidak menginginkannya​, anda tinggal membuangnya saja ke jalanan"


"Tutup mulutmu itu breng***. kalau tidak akan ku buat kau tidak bisa berbicara lagi"


"hahahaha... anda sudah jatuh cinta rupanya pada keponakanku itu. Bukan kah harusnya anda mengucapkan terima kasih padaku karena telah mempertemukan anda dengannya"


"Paman macam apa yang menjual keponakannya​ sendiri. Saya jadi curiga apa kau benar-benar paman gadis itu atau kau ternyata orang yang sudah menghamilinya"


"Aku tidak tertarik pada gadis bodoh seperti dia, aku hanya tertarik pada warisan ayahnya saja. Kenapa tidak menanyakan langsung padanya tentang ayah dari anak haramnya itu?! apa anda takut kalau ternyata Anda​ lah ayah dari anak haram itu"


"Jangan memutar balikkan fakta Evan, aku tau reputasimu yang selalu mengencani perempuan-perempuan bodoh di luar sana"


"ckck.. tes DNA saja tuan, biar pasti siapa ayah dari anak itu. apakah saya atau ternyata malah anda sendiri"


Rey melampiaskan​ kekesalannya pada Evan yang ia anggap sudah berhianat meskipun ia juga berniat untuk mengikuti saran dari paman Serena itu

__ADS_1


"Aku pastikan kau akan menerima akibat dari perbuatanmu ini" ucap Rey sambil mendorong tubuh Evan hingga terjatuh di lantai


Ia langsung keluar dari ruangan kerja Evan yang di ikuti oleh Indra yang sedari tadi menunggunya di balik pintu tersebut


__ADS_2