PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 66 (Trauma)


__ADS_3

Serena sangat kelelahan sehingga setelah mandi ia langsung tertidur sedangkan Rey sudah sibuk dengan pekerjaannya


"Hah..hah..pergi!! aku bilang pergi!!!" Serena kembali mengingat kejadian saat ia di culik bahkan saat ia hampir di lecehkan oleh anak buah Evan


Kilasan-kilasan sedih yang selama ini ia alami juga kembali teringat padahal belasan tahun ia sudah berdamai dengan hal itu


"Mama..papa..jangan pergi!! hah...hah!!!" suara deru nafas Serena terdengar seakan sedang berkejaran hingga ia akhirnya terbangun dengan keringat yang mengucur deras di wajahnya


Orang tua Serena meninggal karena kecelakaan, saat itu mereka sekeluarga hendak pulang ke kampung halaman ibu Serena namun di tengah jalan dari arah berlawanan datang mobil truk melaju kencang kemudian menabrak mobil yang mereka kendarai


Serena kecil yang duduk di kursi belakang berhasil selamat namun tidak dengan kedua orang tuanya yang meninggal saat itu juga. Kejadian yang terjadi di depan matanya itu menyisakan trauma yang cukup mendalam bagi Serena kecil, beruntung seiring waktu ia bisa berdamai dengan keadaan. Namun entah karena kejadian buruk yang ia alami beberapa waktu terakhir kembali mengingatkannya​ akan kejadian buruk itu


Serena mengusap keringat di wajahnya, biasanya dalam keadaan begini selalu ada Rey yang memenangkannya​ namun pria itu bahkan tidak ada saat ia membuka matanya


"Hhh.. aku sampai lupa membawa minum" Serena bangkit lalu keluar kamar hendak mengambil air minum, ia melewati Rey yang masih fokus dengan pekerjaannya


"Kamu belum tidur bee?!" Rey menghentikan pekerjaannya, ia lalu menatap Serena yang​ duduk tidak jauh darinya


"Sudah hanya saja aku haus jadi terbangun" jawab serena sembari memejamkan matanya.


"Apa kamu bermimpi buruk lagi bee?!" Rey mengusap rambut Serena, karena tidak di perbolehkan oleh Serena untuk tidur di kamar ia pun menyibukkan diri dengan pekerjaan sampai ia lupa kalau istrinya itu akan terbangun karena mimpi buruk


"Aku takut mas..mimpi-mimpi itu seolah nyata"


"Jangan takut bee, aku tidak akan biarkan hal buruk lagi terjadi padamu" Rey memeluk istrinya yang langsung​ menumpahkan air matanya di dada bidang miliknya


"Tapi hiks...ingatan itu kembali lagi mas, kecelakaan mama papa, darah, teriakan kesakitan semuanya kembali mas" Rey mengernyit, ia tidak mengerti tentang yang Serena katakan karena selama ini ia memang hanya tau tentang mertuanya yang sudah meninggal tapi tidak pernah tau apa penyebabnya


"Ingatan apa bee?! coba ceritakan padaku"

__ADS_1


Serena masih dengan tangisnya mulai menceritakan semua yang menjadi mimpi buruknya selama ini, Rey yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangan apalagi saat mengetahui anak buah Evan yang hampir menodai istrinya


"Aku akan buat perhitungan denganmu Evan" batin Rey, ia tidak menyangka begitu banyak hal yang harus Serena hadapi seorang diri. Bahkan untuk kematian orang tua Serena, Rey yakin pasti ada ikut campur dari paman Serena itu


"Kita ke kamar lagi ya bee, ini sudah larut malam dan kamu butuh istirahat"


"Tidak, aku mau disini saja" Serena menghapus air matanya, ia merasa sedikit lega setelah menceritakan segalanya pada Rey


"Badanmu nanti sakit kalau tidur di sofa ini bee"


"Aku takut bermimpi buruk lagi"


"Tidak akan sayang, kan ada aku yang temenin kamu" semula Serena ragu tapi mengingat Rey yang juga butuh istirahat ia akhirnya mengikuti kemauan suaminya itu


"Bagaimana kalau besok kita ke makam mama papamu bee?!" tanya Rey saat mereka telah berada di tempat tidur


"Kamu serius mas, kita akan kesana"


"Mau mas, sudah lama aku tidak kesana tapi apa boleh dengan perut besar begini kesana?! kan perjalanannya cukup lama"


"Nanti kita tanyakan pada Mei sekalian memeriksakan kandunganmu"


"Baiklah mas, aku mau" Rey tersenyum melihat binar mata istrinya, ternyata untuk membuat istrinya bahagia tidak sesulit yang ia bayangkan


"Sekarang tidur, biar besok kita bisa pergi kesana" Rey mengecup puncak kepala Serena kemudian memeluk istrinya itu


"Terima kasih mas"


"Sama-sama sayang, senang mendengarmu memanggil begitu"

__ADS_1


Serena tersenyum mendengar ucapan suaminya, perasaan hangat menyusup ke dalam hatinya akan perlakuan lembut Rey padanya. Ia pun akhirnya tertidur dalam dekapan suaminya


***


"Breng***!! kalian laki-laki semua breng***" Clara mulai meracau tak jelas karena pengaruh minuman yang di minumnya. Setelah di usir paksa oleh Leo disini lah ia berada, di bar tempat ia dan Leo dulu sering bersama


Sudah beberapa orang pekerja disana yang menyuruhnya untuk pulang tapi semua di usir oleh Clara yang mengancam akan melempar mereka dengan botol minuman yang berserakan di mejanya


Hal itu membuat seorang pria mendekati Clara yang terlihat sangat kacau, ia pun duduk di depan wanita itu dengan tersenyum lebar


"Sepertinya kau mengalami hal buruk baby" ucapnya seraya mengelus pipi Clara yang langsung di tepis olehnya


"Jangan menyentuhku bajing**, kau sama saja dengan pria-pria breng*** itu"


"Kau sudah mabuk baby, aku akan mengantarmu pulang"


"Aku bilang jangan menyentuhku!! apa kau tuli, hah!!!"


Pria itu menyeringai, sedari dulu Clara selalu saja menjadi wanita yang sulit ia dapatkan apalagi saat Leo berada di sisi wanita tersebut membuat pria itu semakin sulit menjangkaunya​. Namun melihat wanita itu disini sendirian bahkan terlihat berantakan seperti sekarang, bisa ia pastikan kalau wanita itu telah di campakkan oleh kekasihnya


"Oke, aku tidak akan menyentuhmu tapi biarkan aku menemanimu disini"


Clara sudah tidak peduli akan kehadiran pria itu, ia masih terus menenggak minumannya hingga habis sedangkan pria itu menatap penuh nafsu pada Clara yang terlihat semakin seksi di matanya


"Rey..aku akan membunuh istrimu itu!! kau juga Leo akan aku kirimkan mayat anakmu ini" Clara terus berteriak-teriak membuat banyak pasang mata yang melihat kepadanya, bahkan ada juga yang memandang prihatin karena mereka tau pernikahan wanita itu gagal


Baru akan menenggak minumannya lagi, pria yang duduk bersamanya itu merebut minuman tersebut dari tangan Clara kemudian memapah tubuh Clara yang sudah mabuk berat itu kedalam mobil


"Kau semakin seksi ketika mabuk baby" gumam pria itu sambil mengecup bibir merah Clara yang justru mendapat balasan dari wanita itu

__ADS_1


"Cukup baby, kita akan bersenang-senang malam ini tapi bukan disini" seringai pria itu kemudian melajukan mobilnya


__ADS_2