PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 92 (Membela diri)


__ADS_3

Rencana Serena untuk mengajak Rebecca berbelanja kembali gagal saat Rebecca mengatakan kalau ia sudah memiliki janji untuk bertemu dengan kawannya.


Berhubung rencananya sudah gagal, Serena akhirnya memutuskan untuk mengantar makanan pada suaminya yang tadi pagi tidak sempat sarapan


Setelah selesai menyiapkan makanan yang akan ia bawa, ia pun mulai bersiap lalu dengan di antar oleh supir pribadinya serta dua orang pengawal yang tidak ketinggalan setiap kali ia bepergian Serena pun berangkat menuju ke kantor suaminya


"Permisi...Saya mau keruangan tuan Rey, apa kalian bisa tunjukkan jalannya?!" tanya Serena pada dua gadis cantik di hadapannya


"Apa anda sudah punya janji dengan tuan Rey?!" tanya gadis berambut pendek tanpa menjawab pertanyaan Serena sebelumnya


"Saya belum membuat janji, tapi bisa kah kalian mengatakan padanya kalau saya datang membawa makan siang"


"Maaf nona, kami cuma mengizinkan orang-orang​ yang sudah memiliki janji dengan tuan Rey saja yang boleh bertemu dengannya" tolak gadis itu sambil terus memandang serena dari atas ke bawah karena merasa aneh melihat seorang wanita datang mengantar makanan untuk atasannya itu


"Apa kalian tidak bisa menolongku kali ini saja?! aku janji hanya akan memberikan makanan ini pada bos kalian itu setelahnya aku akan pergi"


"Tidak bisa nona, kami tidak mau di pecat hanya karena menolong anda. Lagipula belum tentu juga tuan Rey mau menerima makanan dari orang sembarangan"sengit gadis yang memiliki rambut sedikit lebih panjang


"Oh baiklah, maaf kalau sudah menyusahkan kalian"


Serena pun berjalan keluar dari bangunan megah itu namun langkahnya terhenti saat ia mendengar seseorang memanggil namanya


"Pa-paman!!" pekik Serena terkejut


"Rena akhirnya kita bertemu juga, Paman sangat merindukanmu" Evan hendak memeluk Serena namun gerakannya tertahan karena Serena yang langsung menghindar


"Ada apa paman kesini?!" tanya serena menyelidik


"Paman ingin bertanya kabar tentangmu pada Rey karena selama ini sangat susah untuk bisa bertemu denganmu"


"Apa yang paman inginkan?! tidak mungkin paman tiba-tiba​ mengatakan merindukanku padahal selama ini paman tidak pernah memperdulikanku"

__ADS_1


"Ckckck!!! ternyata kau tidak bisa di tipu, baiklah sebenarnya paman ingin membicarakan sesuatu denganmu. Jadi apa kau ada waktu?!"


Serena terdiam sambil terus menatap curiga pada pamannya itu, ingin rasanya ia menolak tapi ia juga penasaran tentang sesuatu yang akan di bicarakan oleh pamannya itu


"Aku kasih paman waktu sepuluh menit"


"Ya tidak masalah, dimana kita akan berbicara?!"


"Kita ke cafe depan saja, aku tidak mau Rey melihatku berduaan dengan seorang pria meskipun pria itu adalah paman" mereka pun berjalan ke cafe depan kantor Rey sedangkan pengawal Serena mengawasi nyonyanya dari kejauhan sesuai permintaan Serena


"Sebenarnya paman ingin meminta bantuanmu untuk membujuk Rey menolong perusahaan paman yang sedang krisis" ucap Evan saat keduanya telah berada di cafe tersebut


"Kenapa tidak paman sendiri yang mengatakannya pada Rey?!"


"Sudah tapi dia tidak mau, makanya paman meminta tolong padamu karena paman yakin Rey akan mengikuti semua ucapanmu"


"Kalau memang dia tidak mau, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa"


"Bukannya perusahaan itu milik paman, tapi kenapa sekarang paman mengatakan kalau perusahaan itu milik ayahku"


"Perusahaan itu memang milik ayahmu tapi sebelum meninggal ia memberikannya padaku karena mengira kau pun tidak selamat dari kecelakaan naas itu" Evan menyeringai saat melihat Serena yang mulai percaya akan ucapannya​


Serena kembali memutar memorinya, mengingat serpihan ingatan yang sudah berusaha ia lupakan demi mencari kebenaran dari tiap perkataan yang di ucapkan pamannya itu


"Kau berbohong paman, ayah tidak mungkin memberikan perusahaannya pada pria brengs*k sepertimu"


"Tapi itulah kenyataannya, kalau kau tidak percaya Paman bisa memberikan buktinya padamu asal kau mau membantu paman membujuk suamimu itu"


"Ti-dak, aku tidak percaya pada paman dan aku juga tidak akan pernah membujuk Rey untuk menolong orang seperti paman"


Brakk!!!

__ADS_1


Evan menggebrak meja membuat langkah kaki Serena terhenti. Serena pun berbalik menatap wajah pamannya yang terlihat memerah padam dan sedang menatap tajam pada dirinya


"Jangan sombong hanya karena kau sudah menikah dengan seorang keturunan Rainer, kau harus sadar diri tempatmu bukanlah disini karena sampai kapanpun kau tidak akan setara dengan mereka"


"Setara atau tidak itu bukan urusan paman, mulai saat ini aku harap paman​ tidak lagi datang dan mengganggu kehidupan kami"


"Cih!!! gadis tidak tau di untung sepertimu memang tidak bisa di ajak bicara baik-baik, seharusnya sejak orang tuamu meninggal aku membiarkanmu hidup di jalanan tapi ternyata aku terlalu bodoh sampai membesarkan anak yang tidak tau berterima kasih sepertimu"


"Aku tidak butuh di besarkan oleh paman, justru aku bersyukur bila harus pergi dari rumah yang sudah seperti neraka itu" Teriak Serena membela diri, sudah cukup rasanya selama ini pamannya itu selalu menyusahkan bahkan berbuat seenak hati padanya


"Kau...dasar bed*b*h!!!"


Evan yang sudah gelap mata langsung mendekati Serena hendak melayangkan tangannya​ ke arah wajah Serena beruntung para pengawal yang sedari tadi waspada dengan sigap melumpuhkan Evan dan menariknya keluar dari cafe tersebut di iringi tatapan mata orang-orang​ yang ada disana


"Paman akan membuat hidupmu menderita Serena, ingat itu!!!" teriak Evan sebelum tubuhnya menghilang dari pandangan Serena


Serena terduduk di lantai, kedua kakinya terasa tidak bertenaga. Sedari tadi ia menutupi ketakutannya dengan bersikap tenang dan seakan tidak takut pada ancaman pamannya itu namun yang sebenarnya terjadi ia sangat takut bahkan tubuhnya tadi sempat bergetar saat mendengar kata-kata ancaman dari mulut pamannya, beruntung keberanian yang entah datang dari mana membuatnya bisa menghadapi pamannya itu


"Kau tidak apa-apa bee?!" tanya Rey sembari membantu istrinya untuk berdiri, tadi selepas kepergian Evan ia langsung menghadiri rapat dengan para rekan bisnisnya tapi begitu mendengar kabar kalau Serena sedang berbicara berdua dengan Evan membuatnya menghentikan rapat yang sedang berlangsung lalu secepat mungkin berlari kesana karena takut istrinya itu di sakiti oleh Evan


"Aku tidak apa-apa sayang"


"Kenapa tidak mengabari kalau kau mau kesini?!"


"Aku ingin mengantar makan siang untukmu karena tadi pagi kau tidak sarapan" jawab Serena sembari mengangkat kotak makan yang di bawanya


"Terima kasih bee, tapi lain kali kau harus mengatakan padaku kemanapun kau pergi karena aku tidak mau kalau kejadian hari ini terulang lagi"


"iya sayangku" kekeh Serena seraya mengenggam tangan Rey memasuki kantornya dan tentu saja kedatangan Serena membuat heboh seisi kantor yang tidak pernah melihat bos tampannya itu memperlakukan seorang wanita dengan begitu lembut bahkan tatapan matanya seolah sangat memuja wanita yang kini berjalan di sampingnya


Tatapan sinis yang terkesan iri pun tidak luput menyertai langkah kaki Serena saat menginjakkan kakinya di kantor tersebut membuatnya sedikit merasa tidak nyaman namun genggaman tangan Rey seakan meyakinkannya bahwa sudah saatnya ia menegakkan kepalanya yang selama ini selalu ia tundukkan

__ADS_1


__ADS_2