PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 6 (perjodohan)


__ADS_3

Triinggg...tringggg...


"Halloo.. dad.."


"Daddy hanya mau mengingatkan, di hotel acoure jam 7 malam nanti"


"hhh..sorry dad malam nanti saya ada rapat penting"


"Berhenti membuat Daddy kehilangan muka di hadapan tuan Arnold, Rey.."


"tapi dad.."


"Daddy tunggu nanti malam..pastikan kau datang"


Rey melempar hp nya asal setelah ayahnya mematikan sambungan telepon


Rey sangat tau sifat ayahnya yang tidak suka kalau perintahnya tidak di ikuti, tapi kali ini Rey tidak memiliki alasan untuk tidak datang mengingat kejadian terakhir kali ia menolak keinginan ayahnya yang berakhir ayahnya terbaring di rumah sakit


"aarrrgghhh..."teriak Rey frustasi


Melirik jam di tangannya, ia pun mengambil kunci mobil dan melajukan mobilnya ke arah bar milik sahabatnya


"Selamat datang Presdir Rey..." sambut Mike mempersilahkan Rey duduk dan menyajikan wine untuk sahabatnya itu

__ADS_1


Rey meminum wine itu dalam diam, ia tak berniat berbicara ataupun sekedar berbasa basi


"melihatmu disini, sepertinya hari ini sangat buruk. Ada apa Rey?"


"Daddy kembali menjodohkanku dengan anak kenalannya"


"hhh... Orang tua itu masih saja menjodohkanmu dengan gadis-gadis bodoh itu"


"aku heran Rey, apa sampai sekarang kau masih belum bisa melupakan Enzi?"tanya Mike yang hanya di tanggapi dengan diam oleh Rey


"Jangan habiskan waktumu hanya untuk memikirkan perempuan seperti dia, dia tidak pantas untuk seseorang yang sempurna sepertimu"


"Silahkan nikmati waktumu, aku pamit. Dan Rey... setidaknya datang di acara perjodohan itu tidak buruk, kalau kau tak suka biar perempuan itu buatku saja" kelakar Mike seraya menepuk pundak Rey dan berjalan keluar dengan suara tawanya yang khas..


Rey memandangi wine di gelasnya, sejujurnya ia tidak suka membicarakan mantan kekasihnya itu. Tapi ia juga tak menampik kalau perasaannya masih terikat pada gadis itu, ia pun menegak habis minumannya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Serena yang sedang beristirahat setelah mengelilingi kota, melihat seorang nenek yang hampir terjatuh dan segera menolongnya


"muka nenek pucat sekali, apakah nenek sakit"


"tidak nak.. nenek cuma kelelahan"jawab nenek sembari meminum air yang di berikan Serena


"kalau begitu nenek istirahat saja dulu disini nanti kalo sudah lebih baik baru pulang"

__ADS_1


"sudah nak, nenek mau pulang saja hari sudah hampir gelap"


"baiklah kalau begitu biar saya antar nenek sampai ke rumah"


Serena memapah tubuh nenek dan membantunya naik di mobil online yang sebelumnya sudah ia pesan


"kita sudah sampai nek, mari turun"ucap serena yang di angguki nenek tersebut


Beberapa orang yang sedari tadi berdiri di depan rumah langsung mendekat ketika melihat ibu mereka turun dari mobil


"Ibu kemana saja, membuat kami khawatir"


"Jangan pergi sendirian lagi, kami tidak mau terjadi apa-apa pada ibu" timpal anak yang lain


Merasa tugasnya sudah selesai Serena hendak beranjak pergi namun kemudian tangannya di tarik oleh seseorang


"Tunggu nak, restoran nenek membutuhkan seorang pegawai apa kamu mau bekerja disana?"


Melihat mata Serena yang berbinar, nenek tersebut tersenyum karena dugaannya benar ketika melihat map yang di pegang Serena


"mau nenek...saya mau.. terima kasih"


"kalau begitu besok pagi datanglah kesini dan mulai bekerja"

__ADS_1


Di jalan pulang Serena tidak henti-hentinya bersyukur karena hari ini Tuhan berbaik hati padanya


"ayo sayang kita pulang, besok kita sudah harus bekerja"gumam Serena seraya mengelus perutnya yang masih rata


__ADS_2