
Karina makin muak melihat kedekatan Frans dan Serena, sudah beberapa kali ia mencoba menyingkirkan Serena dari sana namun selalu saja Frans datang menggagalkan rencananya
Saat mendapati orang suruhannya juga gagal mencelakai Serena, Karina yang sudah gelap mata kembali menyusun rencana baru
"Kali ini aku tidak boleh gagal" batinnya
Disaat restoran sedang ramai, ia dengan lihai menyelinap masuk di ruangan pemilik restoran. Karena sudah lama bekerja disana, ia yang sudah menghapal seluk beluk ruangan itu langsung mematikan CCTV sehingga bisa bergerak dengan leluasa
Ia mengambil segepok uang yang masih ada di laci meja kerja bosnya, lalu menyimpannya di dalam baju. Kemudian ia keluar sebelum ada yang memergokinya itupun setelah ia menyalakan kembali CCTV tersebut
Ia tersenyum puas dengan aksinya, meskipun nantinya ia harus mencari cara memasukkan uang tersebut ke dalam tas milik Serena
***
"Baru beberapa hari kita tidak berangkat bersama dan berakhir kau jadi seperti ini" ucap Frans sambil membantu mengobati luka di tubuh Serena
__ADS_1
"Anggap saja keberuntungan ku sedang buruk" kilahnya seraya memamerkan deretan giginya yang putih
"Apa kau tidak mengenal siapa orang yang hampir mencelakai mu?"
"Saya baru di kota ini jadi tidak begitu banyak mengenal orang, namun pengendara motor itu juga sengaja menutup mukanya dengan helm jadi saya tidak bisa mengenalinya"
"Kau baru disini dan sudah memiliki musuh, Apa ada yang kau sembunyikan dariku Serena?"
"saya pindah ke kota ini karena ada satu alasan pribadi, tapi saya harap chef tidak menanyakan lebih jauh tentang hal itu"
"Apakah berhubungan dengan ayah dari anak yang kau kandung saat ini?"
"Aku menghargai privasimu, tapi jangan lupa kau berhutang cerita padaku dan bila waktunya sudah tepat aku akan menagihnya"
Frans sudah selesai mengobati luka Serena, ia lalu memandang wajah gadis di hadapannya itu. Entah mengapa ia selalu merasa ingin menjaga Serena walaupun mereka belum lama saling mengenal, mungkin karena Frans kasian melihat Serena yang harus berjuang bertahan hidup di tengah kondisi yang lagi hamil.
__ADS_1
Bunyi Suara pintu yang di dorong dengan kencang mengalihkan perhatian keduanya, apalagi saat Karina dengan muka masamnya muncul setelah pintu itu terbuka
"Kalau mau bermesraan jangan disini, kalian sudah membuat yang lain merasa tidak nyaman" Ketus Karina menatap dua orang di hadapannya
Ia semula berniat melakukan aksinya namun ternyata malah mendapat tontonan yang membuatnya merasa jijik
Ia sengaja berkata kasar supaya secepatnya mereka meninggalkan ruangan ini sehingga apa yang di rencanakannya bisa berjalan lancar
"Sebaiknya kita pergi dari sini Serena, sebelum kita melihat ada singa yang mengamuk"
Frans menarik tangan Serena keluar dari ruangan itu, sedangkan Serena menunduk sambil tertawa mendengar ucapan Frans yang mengatakan kemarahan Karin seperti seekor singa yang lagi mengamuk
"Breng*** kau Frans"
***
__ADS_1
Sepeninggalan Frans dan Serena, Meskipun masih dengan amarahnya Karina yang tidak ingin membuang waktu lalu membuka tas Serena dan memasukkan uang yang di bawanya. Namun saat hendak menutup tas tersebut ia melihat ada obat yang terjatuh, ia pun mengambil obat itu dan membaca tulisan yang tertera di kemasan obat tersebut
"Kali ini kau tidak akan lolos lagi Serena" Karina tersenyum licik sambil memasukkan obat itu kedalam kantong celananya, lalu pergi meninggalkan tas Serena yang ia biarkan tergeletak di atas meja