PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 70 (Pendarahan)


__ADS_3

drrrrttt!!! Rey mengambil ponselnya yang sedari tadi berdering dengan mata yang masih setengah terpejam, mengutuk orang yang sudah mengganggu tidurnya padahal ia masih merasa sangat lelah setelah perjalanan kemarin


"Hmm.."


"Pulang ke rumah sekarang Rey Alderald Rainer"


"Ini siapa?!" dengan kesadaran yang belum terkumpul sempurna ia bahkan lupa dengan suara ayahnya sendiri


"Apa sekarang kamu sudah lupa dengan suara daddy mu ini Rey?!"


"Oh..ma-af dad aku baru bangun"


"Pulang ke rumah sekarang"


"Tidak bisa dad, aku lagi ada kerjaan di luar kota"


"Apa sekarang pekerjaan barumu berkencan dengan perempuan yang sedang hamil?!"


"Ma-maksud dad apa?!" Rey mengernyit tak mengerti dengan arah pembicaraan ayahnya


"Harusnya Daddy yang bertanya maksudmu apa Rey?!"


"Rey benar-benar tidak mengerti, ada apa sih dad?!"


"Pulang sekarang nanti kita bahas di rumah"


Tut!!Tut!!!


Rey yang masih tidak mengerti dengan ucapan daddynya hanya bisa memandangi benda pipih di tangannya tapi tidak lama kemudian asistennya mengirimkan sebuah pesan yang menjadi jawaban kebingungannya


(Ada seseorang yang mengambil gambar tuan dan nona yang sedang bergandengan tangan dan mengunggah di media sosial sekarang anda semakin di cari oleh rekan media bahkan mereka juga mulai menanyakan perihal nona Serena)


"S*all!!! kalau begini, Serena harus ikut menemui mereka juga bersamaku" Rey mengacak rambutnya kesal, rencananya gagal hanya karena orang-orang yang terlalu penasaran akan kehidupan pribadinya


Rey mengabaikan pesan Indra, ia segera mandi dan bersiap karena pagi itu juga mereka akan kembali pulang ke Jakarta membereskan kekacauan karena ia tidak mau Serena menjadi imbas dari berita miring yang sedang ramai di bicarakan


***


"Hmm... ma-af mas aku kesiangan" Serena yang melihat Rey yang hanya memakai jubah mandi bergegas mengambil pakaian untuk suaminya itu


"Tidak apa bee, kau terlalu nyenyak aku sampai tidak tega membangunkanmu"

__ADS_1


"Mas mau sarapan apa?! biar aku pesankan"


"Tidak perlu bee, aku sudah memesan makanan tadi. Sebaiknya kamu mandi karena kita akan pulang hari ini"


"Pulang?! kita kan baru kemarin sampai disini mas, aku bahkan belum kemana-mana"


"Maaf bee, ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan tapi aku janji nanti kita kesini lagi"


"memang tidak bisa kalau pulangnya besok saja, aku ingin makan cilok yang di jual di taman sana"


"Kita kan bisa singgah membelinya dulu baru pulang bee, kerjaan kali ini harus aku yang turun tangan sendiri"


"Tapi kan aku maunya makan sambil duduk di tamannya bukan di mobil" guman Serena sambil menekuk wajahnya, ia masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan suaminya itu tapi selalu saja ada yang menghalangi


"Maaf ya sayang, nanti kita ke taman yang ada di Jakarta saja nanti kamu boleh makan cilok sepuasnya disana"


Wajah Serena makin di tekuk, hidup dengan orang yang tidak peka seperti Rey membutuhkan kesabaran ekstra padahal ibu hamil kan paling tidak suka keinginannya tidak di penuhi (ya kalian tau sendiri kan alasannya)


"Ya sudah, mas pulang saja sendiri.Aku masih mau disini" ujarnya seraya berlalu dari hadapan suaminya menuju kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras


****


Selama perjalanan Serena hanya diam saja meskipun diajak bicara ia hanya akan menjawabnya dengan singkat saja bahkan lebih banyak ia habiskan untuk tidur dari pada menikmati pemandangan seperti waktu kemarin ia datang


"Kita akan ke rumah tuan besar nona" jawab Indra yang penasaran karena nonanya itu lebih memilih bertanya padanya dari pada kepada suaminya yang berada di sampingnya


"Tuan besar?!" Serena menatap suaminya yang hanya diam dan tidak memberikan penjelasan apapun padanya


"Orang tua Tuan Rey, nona" Indra akhirnya menjawab kebingungan Serena karena Rey sama sekali tidak berbicara padahal sudah mendapat tatapan mata dari istrinya


"Mas kenapa tidak bilang kalau kita mau ke rumah papa mamamu?!"


"Kamu kan dari tadi diam saja, bagaimana aku bisa bilang kalau kita mau kesini"


"Ya tapi kan harusnya kamu bilang mas, apa kata orang tuamu lihat aku yang berantakan begini" Serena terus memperhatikan wajahnya, ia yang tidak berdandan, baju yang terlalu santai bahkan tidak membawa bingkisan padahal ini pertama kalinya ia menemui mertuanya


"Tenang saja, Mom dad pasti mengerti" Rey menggenggam tangan istrinya menenangkan ketegangan yang terlihat dari raut wajahnya


Indra membukakan pintu untuk tuan dan nonanya kemudian kembali ke mobil saat atasannya itu sudah masuk kedalam kediaman orang tuanya


"Mom dad perkenalkan ini istriku Serena" Serena hendak mencium tangan kedua mertuanya namun keduanya menolak bahkan hanya memperhatikannya dengan pandangan menyelidik.

__ADS_1


Genggaman tangan Rey makin erat seakan ikut menguatkan istrinya akan perlakuan orang tuanya, ia pun menuntun Serena untuk duduk


"Jangan bercanda Rey!! pernikahanmu baru saja gagal, apa kau lupa?!" daddy memandang tak suka pada perempuan yang di perkenalkan anaknya sedangkan mommy masih memandang tak percaya pada perut buncit perempuan itu


"Rey tidak bercanda dad, kami menikah seminggu sebelum rencana pernikahan Rey dengan Clara di lakukan"


"Menikah dengan perempuan yang sedang hamil besar seperti ini, apa kau sudah gila Rey?!"


"Rey mencintai Serena dad, Rey mau hidup selamanya sama dia"


"Omong kosong dengan cintamu itu Rey!! kalau memang kau ingin menikah dad bisa mengenalkanmu dengan anak teman daddy yang bahkan lebih menarik dari perempuan itu"


"Apa daddy lupa, semua yang daddy jodohkan hanya menginginkan uang kita saja. Mereka tidak ada yang benar-benar mencintai Rey"


"Kau pikir perempuanmu itu juga tidak tertarik dengan harta kita?! jangan bodoh Rey, dia sama saja dengan perempuan kampung di luaran sana"


"Cukup dad, Serena tidak seperti itu. Dia berbeda dari semua perempuan yang daddy kenal"


"Dia sama saja Rey, buktinya dia mendekatimu saat pria yang menghamilinya membuangnya kemudian dengan kata-kata manisnya ia membuatmu menikahinya"


"Ini anak Rey, anak kandung Rey. Bukan dia yang mendekati Rey tapi Rey sendiri yang memaksanya untuk menikah"


"Tutup mulutmu Rey, sejak kapan kau berani membantah kata-kata daddymu" Mom membuka mulutnya, ia terlalu lelah untuk mencerna semua kejadian yang terjadi di depan matanya


"Maaf mom, Rey hanya tidak suka kalau dad menjelek-jelekkan istri Rey"


"Tapi perkataan dad benar Rey, seharusnya kamu memeriksa dulu silsilah keluarga perempuan yang mendekatimu"


"Mom, tolong kali ini saja kalian menyetujui keinginan Rey"


"Ceraikan perempuan itu" dad memotong obrolan antara istri dan anaknya itu


Serena mengangkat wajahnya memandang papa mertuanya, ia tidak menyangka seburuk itu pandangan mertuanya itu padanya bahkan rela ingin memisahkan Rey dengannya. Sakit bahkan terlalu sakit sampai air mata Serena tidak bisa lagi ia bendung


"Tidak dad!! sampai kapanpun Rey tidak akan menceraikan Serena"


"Kalau begitu dad yang akan membuat kalian berpisah"


"Hentikan Tuan..cukup menyakiti hati saya. Saya memang tidak memiliki harta seperti anda tapi setidaknya saya masih memiliki harga diri. Permisi"


Serena melepaskan genggaman tangan Rey, meletakkan cincin pernikahannya kemudian berlari keluar dari rumah yang terasa seperti neraka itu. Mengabaikan rasa sakit di perutnya yang sudah sedari tadi ia tahan namun belum mencapai pintu ia sudah kehilangan kesadarannya beruntung Rebecca yang baru pulang segera menangkap tubuh kakak iparnya itu sebelum jatuh kelantai

__ADS_1


"kak Sere..bangun kak" Rebecca panik mendapati Serena dalam kondisi seperti itu, hingga kepanikan itu makin menjadi saat melihat darah yang mengalir dari kaki Serena


"Kak Rey darah!!!"


__ADS_2