
Dua hari lagi Pernikahan Rey dan Clara akan di gelar, hiruk pikuk sudah terlihat dari rumah kedua calon mempelai bahkan media serta surat kabar tak luput memberitakan perihal mereka karena pernikahan ini di gadang akan jadi pernikahan spektakuler di tahun ini
Beberapa orang suruhan mommynya tidak satu pun yang berhasil membawa pulang Rey kerumahnya padahal Rey sama sekali belum mencoba baju yang akan ia kenakan nanti saat resepsi pernikahan, hingga akhirnya mommynya sendiri yang harus turun tangan membawa anak lelakinya itu pulang ke rumah
"Aku masih banyak kerjaan Mom jangan memaksaku seperti ini"
"Mommy tidak mau tau, pokoknya hari ini kamu harus ikut Mom pulang ke rumah"
"Pernikahan itu masih dua hari lagi Mom, besok malam baru aku akan pulang ke rumah"
"Tidak bisa begitu Rey, kau bahkan belum mencoba baju yang akan kau pakai nanti"
"Aku tidak peduli Mom. Pekerjaan ku masih banyak sebaiknya Mom pulang dulu, kan Mom sedang sibuk mempersiapkan pernikahan calon menantu kesayangan Mom itu"
"Kau berani mengusir Mom dari sini Rey"
"Hhh.. Rey tidak mungkin mengusir Mom dari sini tapi Rey minta Mom mengerti kalau Rey juga masih punya tanggung jawab disini"
"Kau bisa menyuruh Indra menghandle semuanya"
"Tapi Mom.."
"Sudah pokoknya Mom tidak mau mendengar apa-apa lagi, sekarang ikut Mom pulang atau kau mau Mom berada disini seharian menemanimu"
"Sial!!" batin Rey, bukannya ia tidak mau ikut pulang bersama ibunya itu tapi ia tidak mau melewati malam tanpa Serena di sampingnya apalagi belum lama ini mereka baru saja berbaikan
Mustahil juga membiarkan Mom menemaninya disini seharian karena ia sadar pasti Mom mempunyai rencana lain kalau sampai ia tidak mengikuti keinginannya
"Baiklah.. ayo pulang"
Mommy tersenyum mengetahui rencananya berhasil, ia pun berjalan di samping anaknya yang terlihat tidak bersemangat itu
__ADS_1
***
Seseorang mengetuk pintu apartemen Rey, bi Inah yang mendengar langsung membukakan pintu dan disana nampak Indra yang berdiri dengan membawa bungkusan untuk Serena sedangkan Rey tidak terlihat bersamanya
"Eh mas Indra, tumben gak bareng sama tuan"
"Tuan lagi ada urusan bi, oh iya nona Serena kemana bi?!"
"Non lagi di kamarnya, mau saya panggilkan mas?"
"Tidak perlu bi, saya masih ada kerjaan. Saya titip ini saja buat nona Serena" Indra memberikan bungkusan yang ia bawa pada bi Inah setelah itu ia pun berpamitan karena pekerjaannya akan bertambah banyak selama bosnya itu libur
Selepas kepergian Indra, bi Inah mengetuk pintu kamar Serena hendak memberikan bungkusan itu. Ia tidak mau menunggu Serena keluar terlebih dahulu karena takut isinya adalah barang penting yang di titipkan Tuannya untuk istrinya itu
"Non lagi tidur ya, maaf ini ada titipan dari Tuan Rey buat non"
"Tidak apa-apa bi, memang Rey tadi pulang??"
"Oh ya sudah kalau begitu. Makasih ya bi"
"Sama-sama non. eh iya non mau makan siang apa biar bibi siapkan"
"Nanti saja bi, saya masih kenyang. Bibi istirahat saja dulu"
"Ya sudah kalau begitu saya ke kamar dulu ya non, kalau butuh apa-apa panggil bibi saja"
"iya bi"
Serena membuka bungkusan itu yang ternyata isinya sebuah telepon genggam, ia cukup terkejut karena Rey tiba-tiba saja memberikan benda pipih itu padanya. padahal sebelumnya ia mengatakan takut kalau ia lari hanya karena bisa menghubungi seseorang memakai telepon miliknya
drrrt!!! drrrrttt!!!
__ADS_1
"Halo bee, apa kau suka dengan hadiah dariku??!"
"Suka tapi apa kau tak salah memberikan ponsel semahal ini padaku?? bukankah aku cuma meminta ponsel lamaku saja"
"Untuk istriku tentu saja aku harus memberikan yang terbaik lagipula aku tidak menemukan ponsel milikmu itu" tentu saja Rey berbohong soal ini, ia sudah membuang ponsel Serena karena merasa cemburu melihat foto kebersamaan Serena dengan kekasihnya itu
"Baiklah, terima kasih sudah berbaik hati padaku"
"Sama-sama bee, ah seandainya aku bersamamu mungkin aku bisa memelukmu seperti tadi malam"
"Memangnya kau tidak pulang?!"
"Apa kamu sudah merindukanku lagi?"
"Ah.. bukan begitu, tapi kau sendiri yang mengatakan akan makan siang bersama di rumah"
"Hmm.. maaf bee, aku masih banyak pekerjaan. Tidak apa-apa kan kalau kau makan sendiri dulu"
"Ya tidak apa-apa, lanjutkan saja pekerjaanmu"
"Kau marah bee??!"
"Tentu saja tidak, aku sudah terbiasa makan sendiri dari dulu"
"Kalau begitu jangan lupa makan, aku lanjut kerja dulu bee. Luv yu"
klik!!
sambungan terputus, Serena bukannya mengharapkan sesuatu yang lebih dari pernikahan sepihak Rey padanya namun melihat perlakuan Rey yang penuh cinta membuat dinding kebencian Serena mulai terkikis
Serena berharap apa yang Rey lakukan merupakan ketulusan bukan hanya sebuah permainan semata yang setelah bosan akan ia tinggalkan
__ADS_1