
Serena terbangun saat matahari telah mencapai puncaknya, ia benar-benar merasa lelah setelah pertarungan panjangnya dengan Rey semalam bahkan tubuhnya serasa akan remuk saat ia gerakkan
Ia lalu menoleh pada suaminya itu yang entah mengapa tetap saja terlihat tampan meskipun sedang tertidur
Perlahan ia mulai menyentuh wajah tampan itu, mengagumi bahkan mulai mensyukuri bahwa pria itu adalah miliknya meskipun terkadang masih terlintas di benaknya kalau ia yang biasa ini tidak pantas mendapatkan seseorang yang sempurna sepertinya
"Sejak kapan kau memiliki tubuh yang bagus seperti ini" gumam Serena saat tangannya menyentuh perut Rey yang seperti roti sobek yang di jual di minimarket
Seketika Serena melepaskan tangannya dari perut Rey saat tersadar kalau Rey belum memakai pakaiannya, begitu ia mengangkat sedikit selimut yang menyelimuti tubuh mereka berdua betapa terkejutnya ia melihat tubuhnya yang juga sama polosnya dengan Rey
Ia pun menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, saking lelahnya ia sampai terlupa untuk memakai pakaiannya kembali setelah melakukan hal itu membuatnya mengutuk kebodohannya itu
"Kenapa berhenti bee?! bukannya kau mau mengenali seluruh tubuhku ini" bisik Rey di telinga Serena membuat istrinya itu merona karena menahan malu saat ketahuan telah menyentuh Rey tanpa izin
"ka-mu sudah bangun mas??"
"sejak pertama kali tanganmu itu menyentuh wajahku"
"Ma-af mas"
"Untuk apa bee, aku malah suka dengan sentuhanmu itu aku juga tidak keberatan kalau kau mau terus menyentuhku seperti itu"
Muka Serena makin merona, ia sebenarnya juga suka menyentuh Rey hanya saja ia terlalu malu untuk melakukan hal itu saat suaminya itu masih dalam keadaan sadar
"Apa kamu mau kita mengulang yang semalam bee?!" tanya Rey sambil memeluk tubuh Serena yang membeku mendengar ucapannya
"Aku mau mandi, badanku rasanya lengket sekali" Serena menepis tangan Rey lalu berdiri dengan membawa selimut untuk tetap menutupi tubuhnya
"Kau tidak mau mengajakku bee?!"
"Kau lanjut tidur saja, selesai mandi aku akan membangunkan mu"
Bukannya mengikuti perkataan istrinya, Rey justru ikut bangun dari tempat tidur dan berjalan dengan tanpa menutupi tubuh polosnya menuju ke kamar mandi membuat Serena lagi-lagi harus memalingkan wajahnya
"Kau mau kemana mas?!"
"Tentu saja mandi bee, seperti katamu badanku ini butuh di segarkan supaya bisa kembali bertarung denganmu"
__ADS_1
"Ka-kalau begitu kau duluan saja"
"Oh ya ampun bee, bukan kah lebih baik kalau kita melakukannya bersama untuk menghemat waktu"
"Tapi.." belum selesai berkata, Rey dengan gerakan cepatnya sudah menggendong Serena dan membawanya ke kamar mandi
Awalnya Rey hanya mandi seperti biasa supaya Serena tidak curiga dengan niatnya sebenarnya dan begitu Serena sudah tidak menyadari barulah mandi biasa itu berubah menjadi pertempuran untuk yang kesekian kalinya
***
Serena sedari tadi mengerucutkan bibirnya, ia terlalu kesal terhadap suaminya yang terus-terusan mengerjainya. Bukannya ia tidak suka dengan kenikmatan yang suaminya itu berikan namun ia juga manusia biasa yang tetap membutuhkan makanan untuk menambah tenaganya yang telah banyak terbuang
"Makan lah yang banyak bee, aku tidak mau kau terlihat kurus setelah pulang dari sini" ucap Rey sambil menahan tawanya melihat wajah kesal istrinya itu.
Sebenarnya wajar saja Serena bersikap seperti itu mengingat ulah Rey yang terus saja membuat mereka berdua berada di puncak kenikmatan dan membuatnya lupa kalau mereka berdua belum mengisi perut padahal matahari sudah akan condong ke barat
Serena melampiaskan kekesalannya dengan memotong daging di piringnya dengan sekuat tenaga lalu memasukkan potongan besar daging itu ke dalam mulutnya sembari menatap tajam pada Rey yang terlihat tengah tertawa namun berpura-pura seakan tidak melihat tatapan kekesalan istrinya itu
"Aku akan membawamu berjalan-jalan setelah ini bee, jadi makan yang banyak karena aku tidak mau melihatmu pingsan karena kelelahan"
Mata Serena berbinar mendengar ucapan Rey, ia sempat berpikir bahwa Rey akan mengurungnya seharian di dalam kamar dan itu akan membuat suasana hatinya makin memburuk
"Kau tau apa yang aku pikirkan mas?!" tanya Serena terkejut
"Semua yang ingin kau katakan sudah tertulis jelas di wajahmu itu bee"
Serena menyentuh wajahnya, ia masih tidak percaya pada apa yang di katakan Rey padanya karena bisa saja itu hanya tebakan yang kebetulan benar adanya
"Jangan terlalu banyak berpikir, cepat habiskan makananmu sebelum hari kembali malam dan kita benar-benar akan terus berada di dalam kamar"
"Ah..aku hampir lupa" ucap Serena seraya memakan makanannya hingga habis
Dan seperti janji Rey tadi, ia menemani Serena berkeliling pulau itu bahkan Rey sudah seperti pemandu wisata yang selalu menunjukkan serta menjelaskan tiap tempat yang mereka datangi di pulau itu
"Kenapa disini sepi sekali?! aku bahkan tidak melihat ada orang lain selain kita sedari tadi" tanya Serena sambil melihat di sekelilingnya
"Aku memang sengaja mengosongkan tempat ini khusus untuk kita berdua" jawab Rey seraya menggenggam tangan istrinya. Saat ini mereka sedang berjalan-jalan di pinggir pantai menikmati keindahan pulau B serta sinar matahari yang hampir terbenam
__ADS_1
"Apa kau mengenal pemilik pulau ini?!"
"Ya aku mengenalnya"
"Kalau begitu nanti kau harus mengenalkan aku padanya"
"Untuk apa?!"
"Aku mau mengenalkannya pada temanku, lumayan kan kalau temanmu itu nantinya berjodoh dengan temanku"
"Kau yakin mau menjodohkan temanmu dengan pemilik pulau ini?!"
"Tentu saja, aku yakin pemilik pulau ini adalah seseorang yang tampan dan belum menikah"
"Baiklah kalau begitu, kapan kau akan mengenalkan aku dengan temanmu itu?!"
"Aku mau mengenalkannya dengan temanmu mas bukan denganmu" kekeh Serena yang menduga kalau suaminya itu tidak mendengar dengan baik ucapannya
"Aku tau, makanya aku tanya kapan kau mau mengenalkan temanmu itu dengan pemilik pulau ini?!"
"Secepatnya tentu saja, kalau perlu setelah pulang dari sini aku akan langsung mempertemukan mereka"
"Karena kamu yang menginginkannya maka sepulang dari sini aku akan berkenalan dengan temanmu itu dan kalau aku suka berarti aku boleh menikah dengannya, bukan begitu bee?!"
"Tunggu dulu mas, sebenarnya siapa pemilik pulau ini?!"Serena merasa ada yang salah dengan ucapan suaminya makanya ia mempertanyakan perihal pria yang menjadi teman suaminya itu
"Aku"
"Kamu gak bercanda kan mas?!"
"Aku serius bee"
"Kenapa tidak beritahu padaku sebelumnya mas?!"
"Karena kau tidak bertanya. Jadi bagaimana dengan temanmu itu, apakah dia lebih cantik darimu?!"
"Seharusnya kau beritahu padaku mas biar aku tidak sembarangan menjodohkan temanku"
__ADS_1
"Tidak apa bee, asal temanmu itu cantik aku tidak keberatan kalau menikah dengannya juga" goda Rey
"Ya sudah sana menikah lagi dengan wanita cantik yang selalu mengelilingimu, aku mau pulang ke rumah saja bertemu putraku" cibir Serena menepis tangan Rey lalu berjalan menuju villa meninggalkan Rey yang tersenyum menatapnya