PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 22 (fakta yang terungkap)


__ADS_3

Mobil Frans sudah terparkir di depan rumah Serena, ia berencana menjemput Serena untuk kembali ke restoran menyelesaikan urusan sekaligus mencari tau siapa dalang di balik kejadian itu


Sebenarnya semalam Frans menginap di rumah Serena menunggu Serena yang tak sadarkan diri siuman, nanti ketika hari sudah hampir pagi ia pulang ke rumahnya hanya untuk berganti pakaian terus ia kembali lagi ke rumah tersebut


Selama di rumah Serena, Frans menceritakan kejadian yang baru saja dialami oleh Serena kepada Dani dan Nisa yang baru ia ketahui merupakan kekasih serta sahabat karib Serena


Dani pun meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi diantara keduanya, ia sempat cemburu melihat kedekatan Frans dan Serena yang ia duga telah menjalin hubungan


Namun Frans justru mengira kalau Dani adalah ayah dari anak yang di kandung Serena tapi ia tidak menanyakan hal itu kepada Dani karena menurutnya itu urusan pribadi yang tidak bisa ia campuri


"Sebaiknya kita berangkat sekarang" Frans mengajak ketiganya untuk segera berangkat ke tempatnya bekerja karena tidak lama lagi restoran itu akan buka


Dani dan nisa memaksa ikut karena mereka juga tidak percaya akan tuduhan yang di alamatkan pada Serena, setidaknya keberadaan mereka disana bisa menguatkan Serena


Setelah setengah jam perjalanan mereka pun sampai di depan sebuah restoran mewah. Di dalam restoran itu sudah banyak orang berkumpul, ada pemilik restoran, para pekerja serta dua orang polisi yang terlihat sedang sibuk memeriksa sesuatu di ruangan itu


"Akhirnya kalian datang juga, polisi sedang melakukan penyelidikan jadi kita tinggal menunggu hasilnya saja" ucap pemilik restoran kepada Frans sambil melirik kearah Serena dan kedua temannya


"Semoga saja pelaku segera tertangkap" gumam Frans sembari melihat ke arah polisi itu


Serena hanya memandang kosong semua yang ada di hadapannya, ia sudah terlalu lelah untuk memikirkan banyak hal. Saat ini ia hanya bisa pasrah akan nasibnya selanjutnya, sekiranya Tuhan masih berbaik hati padanya dengan mengirim Nisa dan Dani disini menemaninya


Sementara Karina terkejut dengan kehadiran polisi-polisi itu, ia tidak menyangka bosnya itu melibatkan polisi dalam kasus ini. Ia sedari tadi sudah gelisah karena takut kejahatannya terbongkar di hadapan semua orang


"Permisi pak, saat kami memeriksa ruangan bapak kami menemukan sebuah anting yang kami curigai milik pelaku"


Pemilik restoran menerima anting tersebut lalu mulai menanyakan kepada pegawainya siapa yang memiliki anting yang berada di tangannya


Deg...jantung Karina berdetak kencang, wajahnya juga memucat. Ia tidak sangka anting miliknya jatuh di tempat itu padahal semalam waktu ia sadar antingnya hilang ia berharap kalau ia menjatuhkannya di tempat lain


"Anting itu bukannya milik kak Karin, saya pernah melihatnya memakai itu beberapa kali" ucap salah satu pegawai perempuan yang di benarkan oleh yang lain


Keadaan menjadi semakin ramai ketika semua mata menatap Karina seolah meminta penjelasan, mendapat situasi seperti ini wajah Karina kian memucat seakan darah tidak mengalir lagi di wajahnya

__ADS_1


"Bu....bukan...bukan...itu bukan milikku, lagipula anting seperti itu bukan cuma aku yang punya"


"Kau serius Karin? tapi kenapa wajahmu pucat sekali, apa kau menutupi sesuatu?" Frans yang melihat gelagat aneh Karin sudah curiga kalau sebenarnya Karin lah yang sudah memfitnah Serena


"Kenapa chef juga ikut memojokkan ku? bukannya sudah jelas kalau uang itu di temukan di dalam tas Serena lalu untuk apalagi melakukan penyelidikan tidak berguna macam ini"


"Kenapa omonganmu seperti orang yang ketakutan, aku curiga kalau ini semua adalah perbuatanmu"


"Ck... jangan asal menuduh chef, tidak ada untungnya buat saya melakukan itu" cibirnya berusaha setenang mungkin untuk menutupi kegugupannya


"Sudah Chef tidak baik menuduh Karin seperti itu lagipula ia sudah lama bekerja disini" pemilik restoran menengahi, berat rasanya untuk percaya kalau Karin lah pelakunya karena ia sudah seperti tangan kanannya sendiri


"Begini saja pak, bagaimana kalau kita sama-sama melihat hasil rekaman CCTV kemarin. Mungkin saja kita bisa mendapat petunjuk dari sana" salah seorang polisi mulai menyalakan rekaman CCTV di layar televisi yang ada di ruangan itu


Di rekaman tersebut ada beberapa kali kamera CCTV seperti ada yang mematikan sehingga ada bagian yang cuma warna hitam saja yang nampak


"Berhenti!!!" Dani menyuruh​ untuk menghentikan siaran rekaman itu karena melihat ada kejanggalan dari rekaman itu


Di layar nampak Karin yang seperti mengendap-endap masuk keruangan bosnya dengan sesekali memastikan tidak ada orang di sekitarnya


Ketika dua kali rekaman itu di putar ulang baru nampak jelas kalau apa yang dilakukan Karin di ruangan bosnya itu tidak terekam oleh kamera yang berarti saat ia di dalam sana dengan sengaja ia mematikan kamera.


Dan yang lebih memperjelas lagi adalah ketika Karina masuk anting yang di gunakannya masih ada namun begitu keluar antingnya tinggal sebelah saja


"Sepertinya semua sudah jelas, bagaimana nona Karina?" polisi yang tadi berada di dekat Karina bertanya penuh menyelidik kepada Karina yang sedari tadi nampak gelisah saat rekaman mulai di nyalakan


"Hhh.. akhirnya ketahuan juga. Sebenarnya memang aku yang sudah merencanakan semua ini dan aku juga yang sudah memfitnah Serena"


"Kenapa kakak begitu tega sama saya?!, salah saya apa kak?! Serena maju mendekati Karina lalu mengguncang tubuh Karina yang masih menatapnya dengan sengit


"Kau sudah merebut Frans dariku dan membuatnya membenciku, sekarang kau membuatku harus kehilangan pekerjaan. Dasar kau perempuan jala**"


Karina berteriak-teriak​ dan terus mencaci maki Serena, ia yang sudah gelap mata menyerang Serena Dengan membabi buta tapi dengan sigap Frans yang di bantu salah satu polisi menahan amukan Karina sebelum mengenai Serena

__ADS_1


Plakkk..


Frans menampar pipi Karina hingga membuatnya berhenti memberontak. Ia menatap tajam ke arah Frans sambil memegang pipinya yang terasa panas


"Kenapa kau lebih membelanya Frans, kenapa?! apa karena Pela*** itu sudah memberikan tubuhnya padamu sampai kau jadi lupa diri seperti ini"


"Tutup mulut sampahmu itu, Serena perempuan baik-baik tidak seperti dugaanmu" geram Frans mencengkram dagu Karina


"Perempuan baik-baik yang saat ini sedang mengandung anak haram hasil menjual diri, begitu kah maksudmu Frans?!" Karina menyeringai menatap Frans yang terdiam mendengar ucapannya


Serena juga ikut menegang saat Karina menyinggung perihal kehamilannya, ia memang berencana​ mengakui hal ini kepada bosnya itu namun bukan di waktu yang tidak tepat seperti sekarang ini


"Kenapa diam Frans?! omonganku benar bukan?! atau aku perlu memberi bukti biar semua orang percaya akan ucapan ku"


"Tidak akan ada yang percaya ucapanmu karina setelah semua yang kau lakukan hari ini" Frans sengaja berkata demikian, ia yakin Karina hanya menggertak saja karena sudah tidak ada pilihan lagi untuk melarikan diri


Karina mengeluarkan bungkusan obat dari dalam tasnya lalu menaruhnya di hadapan bosnya yang sedari tadi memilih diam mengamati semua yang sedang terjadi


"Ini obat dan vitamin untuk ibu hamil yang aku dapat saat menaruh uang di dalam tas Serena, kalau bos juga tidak percaya silahkan tanyakan sendiri padanya"


"Apa benar yang di katakan Karina?!"


Serena bingung harus berkata jujur atau tidak, ia tidak tau harus menjawab apa nanti ketika ditanya tentang ayah dari anak yang di kandungnya. Ia pun akhirnya mengangguk membenarkan ucapan karina


"Apa kau juga sudah tau Frans?! atau jangan-jangan anak itu adalah anakmu?!" tanya pemilik restoran.


Frans yang baru akan menjawab telah lebih dulu di gantikan oleh Dani yang meskipun sempat terkejut mendengar pengakuan Serena namun memilih untuk menyelematkan kekasihnya dulu saat ini


"Maaf pak, sebelumnya perkenalkan saya kekasih Serena dan anak yang sedang di kandungnya adalah anak kami berdua. Apakah itu sudah menjelaskan rasa penasaran Anda?!"


Semua menatap tak percaya pada apa yang Dani ucapkan begitu pula Serena yang terkejut mendengar pengakuan Dani


"Luar biasa, sudah menjual diri ke satu pria sekarang dengan gampangnya berpindah ke pria lainnya. Sungguh kasihan anak itu memiliki ibu seorang pela***" cindir Karina bertepuk tangan mengejek Serena

__ADS_1


"Sebaiknya jaga mulut kotormu itu sebelum aku merobeknya"Dani terbakar emosi mendengar hinaan yang di ucapkan Karina, ia lalu mencengkram lengan Karina hingga ia mengaduh kesakitan kemudian mendorong Karina hingga membentur meja


Setelah melakukan semua itu, ia pun menarik tangan Serena dan meninggalkan restoran itu tanpa menghiraukan tatapan mata orang-orang yang melihatnya


__ADS_2