
Meskipun tidak lama lagi restoran akan tutup, namun tidak ada tanda-tanda restoran ini akan sepi dari pengunjung. Semua orang terlihat sibuk hilir mudik mengantarkan pesanan
Biasanya pada akhir pekan baru akan seperti ini namun entah kenapa hari ini berbeda. Nanti ketika waktu telah menunjukkan pukul 10 malam baru restoran benar-benar di tutup
"lelahnya" Serena menyeka keringat yang menetes di dahinya, ia mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah bekerja seharian
Di ruangan itu pula semua karyawan yang lain berkumpul, ada yang terlihat sedang bersiap untuk pulang, ada pula yang sekedar mengobrol sambil beristirahat
"Siapa diantara kalian yang sudah berani masuk dan mengambil uang di ruangan kerjaku?"
Pemilik restoran memukul pintu untuk meluapkan emosinya setelah tadi ia menyadari kalau uang yang ia letakkan di laci meja tidak ada
Semua yang ada disitu saling memandang, mereka semua masih tidak habis pikir dengan bosnya itu. Bukannya datang memberi bonus karena mereka sudah bekerja cukup keras hari ini malah sebaliknya
"Apa maksud anda pak? Mana berani kami masuk keruangan anda" tanya seorang karyawan perempuan memberanikan diri
"Saya kehilangan uang dan saya yakin pencurinya ada diantara kalian"
"Jangan asal menuduh pak, kami bekerja disini bukan untuk mencuri" ucap karyawan yang lain membela diri
"Betul itu pak, sudah lama kami bekerja disini tapi tidak ada kejadian begini. Apa mungkin karyawan baru yang melakukannya?" karin sengaja memprovokasi bos dan rekan kerjanya membuat semua mata tertuju pada Serena karena saat ini memang cuma dia yang belum lama bekerja
"Kenapa kalian semua menatapku? aku tidak mungkin mengambil uang itu" Serena membela diri
"Ah mana ada pencuri yang mau mengaku" teriak yang lain
"iya kalo pencuri pada ngaku penjara bisa full" Semua orang saling sahut menyahut membuat kebisingan terdengar sampai di luar ruangan itu
"Maaf pak ada apa ini?" Frans yang tadi ada di ruangannya langsung keluar begitu mendengar ada keributan
"Baguslah kalau kau masih disini Chef, sekiranya kau bisa membantuku mencari orang yang berani mencuri uang di ruangan kerjaku"
"Bapak kehilangan uang?"
"Ia dan aku mencurigai salah satu di antara mereka yang mengambilnya?"
__ADS_1
Frans menatap mereka satu persatu, selama bekerja disana dan mengenal rekan kerjanya itu ia merasa tidak ada yang berani bertindak seperti itu.
"Apa bapak yakin uang itu hilang? atau jangan-jangan bapak lupa sudah meletakkannya dimana"
"Aku yakin uang itu hilang karena aku sendiri yang sengaja menyimpannya disana, lagipula daya ingatku masih kuat"
"hmm... sudah begini saja, kalian semua keluarkan tas kalian dan taruh di atas meja ini nanti saya sama bapak yang memeriksanya"
Mereka semua mengikuti instruksi Frans, masing-masing mulai meletakkan tasnya di meja yang di maksud
Frans dan pemilik toko pun mulai memeriksa satu persatu tas tersebut, hingga sampai pada tas milik Serena
"Apakah ini uang yang bapak katakan hilang itu?" tanya Frans sambil menyerahkan setumpuk uang yang ia temukan di dalam tas
"Wah betul chef, ini uangku yang hilang itu"
"Cepat katakan siapa pemilik tas ini?" tanya Frans mengangkat tas itu supaya pemiliknya dapat melihatnya
Serena terkejut melihat kalau uang itu ternyata berada di dalam tasnya. Sebelumnya ia tidak sempat memeriksa isi tasnya karena sibuk bekerja
"Benarkan dugaan saya!!! Sudah pak bawa saja dia ke kantor polisi"ucap Karin makin memperkeruh suasana
"Pecat saja pak, buat apa pelihara pencuri macam dia" sahut yang lain
"Cantik-cantik ternyata maling"timpal yang lain
Keadaan semakin memanas, cacian makian makin terdengar dari semua yang ada disana bahkan tidak sedikit yang mulai memojokkan Serena dengan mendorong tubuhnya hingga ia menabrak tembok di belakangnya
"Saya bersumpah pak bukan saya yang mengambil uang itu hiks..." tangis Serena kian menjadi saat pemilik restoran itu menarik tangannya paksa dan berniat membawanya ke kantor polisi seperti yang diusulkan teman-teman kerjanya
Melihat hal itu Frans dengan cepat menolong serena, ia masih tidak yakin kalau Serena pelakunya karena disini ia yang lebih mengenal Serena dari yang lain
"Sabar dulu pak, saya tidak percaya kalau Serena pelakunya"
"Jangan membelanya Chef, jelas-jelas uang ini ada di dalam tasnya dan kamu sendiri yang menemukannya tadi"
__ADS_1
"Sepertinya ada orang yang menjebaknya pak, harap bapak menyelidikinya terlebih dahulu"
"Tidak ada yang perlu di selidiki lagi, pokoknya perempuan ini akan saya masukan ke dalam penjara"
Amarah pemilik restoran sudah sampai di ubun-ubun, ia sudah tidak menerima penjelasan apa pun bahkan ketika Serena berteriak kesakitan karena tangannya di tarik dengan kencang tidak ia hiraukan
"Begini saja pak, ini sudah malam. Bagaimana kalau besok kita sama-sama ke kantor polisi dan melaporkan kejadian ini? saya pastikan Serena tidak akan lari dan bapak bisa jadikan saya sebagai jaminannya"
pemilik restoran itu terdiam sesaat, ia semula tidak setuju dengan perkataan Frans namun tidak ia pungkiri juga kalau saat ini bukan waktu yang pas untuk datang ke kantor polisi
"Sudah pak jangan dengarkan ucapan Chef, itu hanya tipuan supaya bapak tidak jadi melaporkan perempuan itu. Bisa saja mereka berdua bersekongkol"teriak Karin yang geram melihat Frans yang terus berusaha menolong Serena
"Tutup mulutmu Karin, jangan sampai tanganku ini yang menutupnya" Frans menarik lengan Karin sambil memperlihatkan tangannya yang terkepal berusaha mengancam Karin supaya diam dan tidak lagi mengadu domba
"Kalau bapak masih ragu, saya akan dengan senang hati keluar dari restoran ini kalau memang terbukti Serena pelakunya"
Mata Serena membulat, ia tidak mau masalahnya ini malah menyeret dan merugikan orang lain
"Jangan lakukan itu Chef saya mohon" air matanya makin deras mengalir menatap Frans yang masih tetap teguh dengan pendiriannya
"Baiklah saya setuju, tapi saya harap besok pagi chef harus membawa perempuan itu kembali kesini"
"saya berjanji pak"
Semua orangpun membubarkan diri meninggalkan restoran karena besok pagi mereka harus bersiap untuk melihat kelanjutan dari kejadian hari ini
Frans mengantar Serena yang masih menangis pulang ke rumah, begitu sampai di depan rumah ternyata sudah ada dua orang tamu yang sudah lama menunggu kepulangan Serena
"Sere....na" ucapan tamu pria itu menggantung saat melihat Serena yang di antar oleh pria yang tidak ia kenal dalam keadaan sedang menangis pula
Pria itu tanpa basa basi langsung melayangkan pukulan ke wajah Frans membuat Frans yang tidak siap Sampai terjatuh
Melihat hal itu Serena hanya mematung, ia masih mencerna apa yang terjadi sampai kemudian pandangannya mulai menggelap dan ia pun terjatuh di tanah
"hentikan!!! Da...ni"
__ADS_1