
Tanpa terasa waktu seminggu telah berlalu dan kini keduanya sedang berada di dalam pesawat pribadi milik Rey yang akan membawa mereka kembali ke Jakarta
Meskipun saat ini Serena merasa sangat senang namun ia juga masih terlihat sedikit kesal dengan kelakuan mesum suaminya yang dua hari sebelum kepulangan mereka benar-benar mengurungnya di dalam kamar bahkan Serena harus selalu berada disisinya sepanjang hari
Sama seperti saat ini yang lagi-lagi Serena tidak di perbolehkan untuk menjauh darinya bahkan sepanjang perjalanan Serena harus duduk di pangkuannya layaknya seorang anak kecil
"Aku berat mas, kakimu akan sakit kalau aku terus duduk di pangkuanmu ini"
"Sayang no mas!! kan masih ada kamu yang akan memijat kakiku yang sakit" ucap Rey seraya mengecup bibir tipis Serena
"Memang apa yang salah dengan panggilan mas?!" tanya Serena yang merasa bingung pada Rey yang tidak suka dengan sebutan itu
"Kalau kau memanggilku begitu, apa bedanya aku dengan pedagang di pinggir jalan sana bee?!"
Serena yang tidak mau ambil pusing dengan perkataan Rey hanya bisa mengalah karena bagaimanapun juga ia tidak akan pernah menang melawan suaminya itu
"Baiklah sayang tapi bisa kah kau lepaskan aku dulu, pinggangku sakit duduk seperti ini selama dua jam"
"Kalau kau capek, kita bisa sambil tiduran di dalam sana" tunjuk Rey pada sebuah ruangan khusus di dalam pesawat itu sembari mengerlingkan matanya menggoda
"A-ku duduk begini saja tidak apa-apa" tolak Serena yang mengetahui dengan pasti niat terselubung suaminya
"Tenang saja bee, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu"
"Huh..Aku tidak percaya padamu" cibir Serena yang mendapat kekehan dari Rey
Setelah menempuh perjalanan dua setengah jam lamanya akhirnya mereka tiba juga di rumah yang kini ramai oleh para pengawal yang sedang berjaga
"Baby Ed, ibu pulang!!!" Serena berlari kecil saat melihat putranya yang di gendong oleh BI Inah sudah menunggunya di depan pintu
"Apa kau menjadi anak yang baik selama ibu pergi?!" tanya Serena sambil mencium pipi gembul itu
"Tentu saja Bu, aku tidak pernah menyusahkan aunty Re selama ibu tidak ada" jawab Re dengan menirukan suara anak kecil
__ADS_1
"Re!! aku kira kau sudah pulang ke rumah ternyata masih ada disini" peluk Serena pada adik ipar satu-satunya itu
"Aku kan sudah berjanji untuk menjaga si gembul ini ka, mana mungkin aku pulang sebelum kalian datang"
"Baik sekali adikku ini, kalau begitu nanti kakak traktir berbelanja apa saja yang kamu sukai sebagai balasannya"
"Aku boleh membeli apa saja yang aku inginkan?!"
"Tentu saja, kakak akan menuruti semua keinginanmu"
"Tapi Kak Rey pasti tidak menyetujuinya"
"Tenang saja, soal Rey biar kak Sere yang mengurusnya" bisik serena di telinga Rebecca lalu keduanya tertawa cekikikan
"Apa yang kalian berdua rencanakan?!" selidik Rey pada dua wanita yang disayanginya tersebut
"Aku berencana mengajak Re berbelanja, boleh kan sayang?!" rayu Serena dengan senyuman mautnya
"Tidak boleh!! kau tidak boleh kemana-mana,dan kau Re cepat pulang ke rumah dan jangan lagi berniat mengajak kakak iparmu pergi tanpa sepengetahuanku" tegas Rey pada keduanya
"Ish...kau ini tega sekali pada adikmu sendiri, dia sudah membantu kita kenapa kau malah mengusirnya" setelah mencubit pinggang Rey Serena yang merasa kesal menyusul Re ke kamar membawa serta putranya yang masih berada di gendongannya
"Maafkan kakakmu ya Re" lirih Serena
"Tidak apa-apa kak, pasti ada sesuatu yang terjadi makanya kak Rey begitu menjaga kak Sere dan juga si gembul ini"
"Memang apa yang terjadi Re?!"
"Aku juga tidak tau kak, coba saja kakak tanya sama kak Rey. Aku pulang dulu ya kak, besok aku kesini lagi" pamit Rebecca sambil memeluk tubuh Serena
"Hati-hati di jalan Re,aku pasti akan menepati janji secepatnya" ucap Serena yang hanya di angguki oleh Rebecca
***
__ADS_1
Setelah setengah jam berkendara, Re sampai di rumah orang tuanya. Dengan sedikit gugup Re masuk ke dalam rumah dan betapa terkejutnya ia saat melihat kedua orangtuanya kini sedang duduk menatap tajam pada dirinya
"Mom...dad...apa kalian sedang menungguku?!" tanya Re dengan suara yang ia buat senormal mungkin supaya kedua orangtuanya tidak curiga
"Dari mana saja kamu Re?!" tanya daddy masih dengan tatapan tajam
"Tentu saja berlibur, masa dad sudah lupa" jawab Re sembari berjalan ke arah kamarnya berada untuk menghindari pertanyaan yang nantinya tidak bisa ia jawab
"Sejak kapan Rebecca Rainer menjadi seorang pembohong seperti ini!!" bentak dad membuat langkah kaki Re terhenti seketika
"Apa maksudmu dad?! aku berbicara jujur, bukan kah aku juga sudah meminta izin pada kalian"
"Kemarin Rey yang bertekuk lutut pada p*Lac*r itu dan sekarang kau pun sudah masuk dalam jeratannya juga"
"Apa maksudmu dad?! aku tidak mengerti apa yang dad bicarakan"
"Jangan pura-pura tidak tau Re!! untuk apa kau mau menjadi pengasuh anak h*r*m itu sementara ibunya kesenangan menikmati uang kakakmu yang bodoh itu. Seharusnya kau membantu Mom dan dad untuk memisahkan mereka berdua bukan malah sebaliknya"
"Cukup dad!! kak Sere tidak seperti yang kau tuduhkan itu. Mereka saling mencintai, apa Mom dan Daddy tidak bisa melihat hal itu dengan jelas" Re yang tidak terima dengan ucapan daddynya kini emosinya mulai terpancing
"Jaga ucapanmu Re, kau harus ingat sedang berbicara dengan siapa" Mom menyela pembicaraan anak dan suaminya, ia sungguh merasa sedih karena putrinya kini berbicara ketus pada kedua orangtuanya hanya untuk membela seseorang yang bukan siapa-siapa bagi mereka
"Luar biasa perempuan j*l*ng itu, baru sebentar saja ia sudah berhasil membuatmu berubah menjadi pembangkang" sinis dad dengan tepukan tangan yang menggema di ruangan luas itu
"Aku mohon dad, biarkan kak Rey berbahagia dengan pilihannya. Aku yakin kalau kak Sere adalah perempuan yang tepat untuk mendampinginya"
"Cih!! tau apa anak kecil sepertimu yang hanya melihat dari tampilan luarnya saja. Perempuan itu hanya menginginkan uang saja nanti setelah ia dapatkan Rey pasti akan ia tendang ke jalanan seperti seekor b*nat*ng"
"Kau salah dad, kak Sere tidak mungkin melakukan itu. Mereka saling mencintai"
"Kembali ke kamarmu dan mulai saat ini kau tidak boleh keluar dari rumah ini"
Rebecca pun berlari ke kamarnya dengan air matanya yang sudah meleleh, ia tidak marah karena di larang keluar rumah namun ia yakin mulai detik ini pasti daddynya akan melakukan segala cara untuk memisahkan Serena dan Rey sedangkan Rebecca tidak sanggup harus melihat kakaknya menderita lagi karena kehilangan orang yang di cintainya
__ADS_1
"