PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 63 (Rekan media)


__ADS_3

Berita tentang gagalnya pernikahan pebisnis muda dengan tunangannya menjadi trending nomer satu dalam setiap pencarian berita di televisi maupun internet


Para rekan media berbondong bondong mencari informasi tentang hal itu dengan mendatangi rumah orang tua Rey, ke kantor bahkan di depan apartemen Rey beruntung petugas jaga membantu menahan para pencari berita dengan tidak mengizinkan mereka menemui Rey di rumahmya


Meskipun berada di lantai sepuluh tapi suara keributan terdengar jelas hingga ke telinga Rey yang membuat suami istri itu terbangun dari tidurnya


"Suara berisik apa itu mas??!"


"Tidak tau, biar aku memeriksanya dulu" Rey berjalan ke arah balkon kamar karena ia mendengar suara keributan dari arah sana, ia cukup terkejut melihat banyaknya orang yang berkerumun disana dengan membawa kamera


"Ada apa mas??!" tanya Serena saat melihat suaminya hendak berbalik ke kamar sedangkan ia baru saja akan ikut melihat apa yang sedang di saksikan oleh suaminya itu


"Aku mau menghubungi Indra dulu bee, kamu lanjutkan saja tidurnya"


"Aku hanya ingin melihat sebentar saja mas soalnya kedengarannya mereka menyebut nama kamu"


"Kamu salah dengar bee, sudah sana mending kamu mandi biar seger badannya" Rey menarik tangan Serena supaya mengikutinya, ia tidak mau orang-orang tau tentang Serena dan mengaitkan kegagalan pernikahannya karena kehadiran istrinya itu


Serena tidak ingin berdebat sehingga ia mengikuti keinginan suaminya setidaknya dengan berendam di air hangat pagi-pagi begini bisa membuat moodnya membaik


"Apa mereka juga sedang menungguku disana??!" tanya Rey pada Indra saat panggilannya tersambung


"Ya tuan, sedari tadi mereka sudah berkumpul disini meskipun keamanan sudah membubarkan mereka justru bukannya berkurang mereka malah makin bertambah banyak"


"Sial!! mereka juga sampai datang kesini"


"Sebaiknya tuan tidak usah kemana-mana dulu karena mereka akan terus mengejar tuan sampai kemana pun"


"Tapi jika di biarkan mereka akan semakin berulah, hhh.. cepat kau urus mereka, aku tidak mau sampai Serena merasa tidak nyaman dengan kedatangan mereka kesini"


"Baik tuan"


Rey menghela nafas kasar, baru juga terbebas dari satu masalah kini masalah baru lagi yang muncul. Sedari dulu ia tidak menyukai kehidupan pribadinya menjadi konsumsi publik karena ia kurang nyaman menjadi sorotan banyak orang terlebih lagi kaum hawa

__ADS_1


Bukan sombong atau terlalu berlebihan tapi terkadang apa yang berita sampaikan berbanding terbalik dengan kenyataan sedangkan ia hanya ingin di anggap biasa saja meskipun memiliki ketampanan dan juga kekayaan yang membuat iri banyak orang


tok!!tok!!tok!!!


"Maaf tuan, di luar ada petugas keamanan datang katanya ingin bertemu dengan tuan"


"Baik bi, tolong katakan untuk menunggu sebentar"


"siap Tuan"


Rey hanya mengganti celana pendeknya dengan celana panjang, ia memilih untuk mencuci muka saja serta menggosok gigi karena kalau sampai mandi bisa-bisa petugas keamanan itu akan bosan menunggunya


"Maaf tuan Rey kalau kedatangan saya mengganggu istirahatnya"


"Tidak apa-apa pak, silahkan duduk"


"Terima kasih"


"Ada hal apa sampai bapak datang kesini??!" Rey berpura-pura tidak tahu padahal ia hanya sengaja supaya petugas itu datang menemuinya sehingga ia bisa memerintahkan mereka untuk mengusir orang-orang itu


"Bisakah bapak saja yang mewakili saya menemui mereka??! katakan saja kalau saya masih bersedih dan juga lelah jadi belum bisa menemui mereka"


"Baik tuan, akan saya beritahukan pada mereka. Kalau begitu saya permisi"


"Terima kasih atas bantuan bapak, ini sebagai bukti terima kasih saya" Rey menyelipkan beberapa lembar uang ke tangan bapak keamanan itu


"Tidak perlu tuan, saya senang bisa membantu anda"


"Tolong di terima pak, ini bukan sogokan tapi perwakilan dari rasa terima kasih saya"


"Baiklah kalau begitu saya permisi"


Huuffttt!!!

__ADS_1


Rey bisa sedikit bernafas lega, satu masalah sudah ia atasi meskipun itu berlaku untuk hari ini karena besok sudah pasti orang-orang itu akan tetap datang lagi


***


Serena sudah selesai memakai pakaiannya, ia mencari-cari suaminya yang tadi masih ia lihat sibuk mondar mandir di kamar namun begitu ia selesai mandi Batang hidungnya pun tidak terlihat


drrrrttt!!! drrrrttt!!


Serena melihat nama yang tertera pada layar ponsel milik Rey, ia tidak mengetahui siapa yang menghubungi suaminya itu karena Rey sama sekali tidak pernah menceritakan apapun padanya perihal orang tua maupun saudaranya sekalipun Serena sangat penasaran akan hal itu


"Kamu disini ternyata, teman wanitamu sedari tadi terus menghubungimu" Serena memberikan benda pipih itu pada Rey, sedangkan Rey bingung akan ucapan Serena yang mengatakan perihal teman wanitanya


"Rebecca" gumam Rey saat membaca nama yang tertera di ponselnya, ia baru tau maksud dari istrinya itu hingga ia tersenyum mengingat wajah kesal yang tadi di tunjukkan Serena padanya


"kakak kemana saja sih??! capek tau dari tadi di telpon gak nyambung-nyambung"


"Maaf Re, kakak tadi ada tamu. Ada apa telepon kakak pagi-pagi begini??!"


"Re pusing dengerin orang-orang itu panggil nama kakak terus, padahal sudah di suruh pulang sama pak Sanip tapi mereka masih tetap saja ada disana"


"Hhh..mereka sampai kesana juga ternyata"


"Eh.. memangnya mereka juga menemui kakak disana??!"


"Iya tapi tadi kakak sudah suruh keamanan bilang kalau kakak masih capek jadi tidak mau di ganggu"


"Berarti orang-orang itu sudah pergi sekarang??!"


"Sepertinya begitu soalnya kakak sudah tidak dengar suara teriakan lagi dari bawah sana"


"Kalau begitu, Re juga mau suruh pak Sanip bilang begitu"


"Hmm..ya sudah sana temui pak Sanip"

__ADS_1


"ok kak, jaga diri baik-baik disana"


__ADS_2