PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : Jangan mengutuk ku


__ADS_3

Selamat membaca..


...🦇🦇...


Disebuah ruangan yang terletak tak jauh dari ruang pengadilan istana, jendral xifeng dan kristal sudah sampai dan ingin masuk kedalam nya lalu berbicara empat mata.


Xifeng masuk dahulu dengan membelakangi kristal yang sedang perlahan menutup pintu lalu mengunci nya, "katakan, apa yang kau tahu tentang ling ling? apakah...


Perkataan nya terputus saat merasakan sebuah benda tajam yang meraba kulit leher nya, kristal mengarahkan belati di leher xifeng lalu berkata tajam pada nya," banyak hal yang aku ketahui tentang kejahatan mu! jangan pikir aku tidak tahu jika kau juga ikut dalam penggelapan dana kerajaan dan bahkan menyuruh seseorang untuk membunuh anak mu yang tak berguna itu." datar kristal dengan sedikit menggesek belati ke pada kulit xifeng sehingga menimbul kan sedikit darah


Xifeng terkejut, bagaimana rahasia yang telah ia simpan dengan begitu rapat bisa diketahui oleh orang asing seperti kristal? apakah ada seorang yang berkhianat kepada nya?


"Bagaimana bisa?" tanya nya shock dengan membola,"hahahah, apakah kau berpikir jika aku akan takut dan melepas kan mu? wanita murahan seperti mu memang layak untuk dihabisi!" ujar nya yang tadi ketakutan namun berubah kewujud asli dan mengeluarkan pedang chi dan menyerang kristal


Dengan mudah kristal menghindar dan kemudian menendang tubuh xifeng sehingga melayang menghantam tembok, ia sengaja tak mengeluarkan energi penuh sehingga dinding tak akan rubuh dan terdengar oleh orang luar, dan bahkan ia memasang aray kedap suara di ruangan tersebut


"Kau pikir kau ini hebat? menunduk lah dengan bijak dan lihat masih banyak orang yang mengungguli mu! aku tak akan segan segan mengabisi mu dan menghancur kan meridian mu apa kau mengerti?"pekik kristal menginjak tubuh xifeng yang sudah terkapar tak berdaya dan darah yang mengalir deras dimulut nya

__ADS_1


Meski tak terhantam dengan kuat, akan tetapi kristal menendang xifeng dengan menggunakan energi chi sehingga sedikit merusak organ dalam xifeng dan mengakibat kan nya muntah darah. dengan lirih xifeng berbicara pada kristal, "si-siapa kau?" tanya nya lirih dengan terbatuk batuk


"Jangan banyak bertanya! kau begitu sombong tadi namun mengapa dengan sekali tendangan ku menjadi seperti ini? orang besar omong memang akan berakhir seperti ini." ujar nya mengejek dan terus menginjak tubuh xifeng


"Ak-aku mohon tolong ampuni aku, aku akan membebas kan mu dari hukuman dan melupakan semua nya." ujar xifeng berjanji akan melepaskan kristal dan melupakan hal yang terjadi


Kristal menghela nafas panjang lalu membuang nya, "berdiri lah," ujar nya memapah tubuh xifeng agar bangun dan berdiri


Dengan tertatih xifeng berdiri, kristal dengan wajah santai nya itu membersih kan debu yang berada di kerah baju xifeng, "apakah aku bisa memegang janji mu?" bisik kristal dengan mengangkat satu alis nya. senyum sinis terukir di bibir nya


Nafas xifeng berderu lalu dengan lirih berbicara, "aku berjanji." singkat nya gugup pada kristal. kini orang tua bangka yang dikenal sebagai jendral besar adipati tersebut telah kalah telak pada seorang gadis berusia 16 tahun seperti kristal, ia bisa saja melawan, namun ia merasakan jika energi chi nya seperti tertahan akan sesuatu


"Uhuk uhuk, apa yang kau lakukan." tanya xifeng dengan lirih setelah menelan racun yang diberikan oleh kristal


"Kau pikir aku ini bodoh? agar kau mau menepati janji mu, aku berpikir untuk memberi sebuah racun mematikan yang bahkan bisa meleburkan tulang dalam satu bulan."ujar kristal cengengesan, ia nampak mengolok dan kemudian duduk disebuah kursi kayu


"Sialan! berikan aku penawarnya, uhuk uhuk."lirih xifeng kesal. "jangan kasar pada ku." ujar kristal dengan sikap manja yang dibuat buat nya, "kalau kau mau mendapat kan penawarnya, turuti perkataan ku dan jangan pernah melawan ku apa kau mengerti?" ujar nya pelan dengan menekan kalimat, 'turuti perkataan ku dan jangan pernah melawan ku'

__ADS_1


Xifeng tak bisa berbuat apa pun selain menuruti perkataan kristal, dengan terpaksa ia mengangguk dan menatap kearah bawah. dibenak nya ia terus mengutuk kristal dan ingin sekali mengabisi kristal dengan tangan nya sendiri. "hanya satu bulan, jika ini sudah berakhir lihat saja aku akan mengabisi diri mu!" batin xifeng dengan menyimpan sebuah dendam kepada kristal. kristal paham betul apa yang sebenar nya yang dipikir kan oleh xifeng


"Jangan mengutuk ku!" datar kristal pada xifeng, "ak -aku tak berani." jawab nya dengan gelagaban dan terus melanjut kan mengutuk kristal


Beralih diruangan pengadilan kerajaan ling, sang kaisar nampak sedang menggoda pemaisuri nya. para selir dan anak anak selir menyaksikan hal tersebut dengan pandangan muak, bagaiman mereka tak memiliki rasa malu dan malah melakukan hal tersebut didepan petinggi ke kaisaran? meski ia raja nya, akan tetapi sebuah sopan santun itu sangat penting yang harus dimiliki setiap kaisar


Meili dan ibunya sedang menunggu xifeng dan kristal datang keruangan tersebut, mereka sangat penasaran akan hal yang terjadi pada kristal setelah xifeng menghajar nya dan memberi sebuah pelajaran.


"Ibu, mengapa begitu lama? apa yang dilakukan ayah kepada gadis itu?" ketus meili sedikit muak dan bosan berlama lama di ruang pengadilan itu. namun tak lama pintu dibuka oleh para prajurit dan memperlihat kan xifeng dan kristal yang sedang berjalan masuk ke sana. wajah xifeng terlihat begitu tertekan dan terus melirik kristal dengan ujung mata nya, Kristal tersenyum penuh makna pada xifeng.


"Salam hormat kaisar." sapa xifeng pada kaisar, sang kaisar mengangguk dan acara kembali berlanjut dengan sebuah kertas yang dipinta xifeng pada para kasim.


Dengan ragu xifeng melihat kearah kristal lalu berkata,"aku telah memikir kan ulang tentang masalah ini, aku berpikir wanita ini tidak lah bersalah namun putri ku lah yang salah."ujar xifeng yang hampir membuat selir memey menjadi jantungan, bagaimana sang suami bisa mengatakan hal tersebut?


"Jadi hamba mohon agar yang mulia mau berbaik hati memaafkan kekeliruan ini dan melupakan segala hal yang terjadi."lanjut nya dengan bersujud pada kaisar. semua orang terkejut , bagaimana sebuah kesalah pahaman bisa terjadi dan merusak nama baik nona muda dari kediaman ates? hal ini sangat buruk


Meili sedikit shock namun hal tersebut segera ia sembunyikan dan terus melakukan ekting nya. "mengapa?" lirih selir memey tak mengerti dengan keputusan xifeng, suami nya

__ADS_1


Bersambung..


...⊂( ̄(エ) ̄)⊃...


__ADS_2