PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : Benar juga,


__ADS_3

Selamat membaca...


Tepat di tengah hari itu, meili sedang berada di dalam kamar nya bersamaan dengan beberapa tabib yang terkenal di penjuru negri. dia terlihat begitu kesakitan dan merintih, wajah nya semakin mengerikan dan timbul nanah yang berbau busuk. "ayo kerja yang benar! mengapa mengatasi bintul sialan ini saja kalian tidak becus."pekik meili kesakitan kepada semua tabib yang ada disana, tabib sedikit kesal terhadap meili.


Meili ini sangat bodoh, disaat seperti ini saja dia tidak bisa mengenyamping kan ego nya itu. dia terus saja bercermin menggunakan cermin kecil, dia merengek karena kulit yang dahulu nya cantik dan halus kini telah berubah menjadi sangat mengerikan. "kulit mu ini sudah terkena infeksi yang sangat parah, ini bisa disembuh kan akan tetapi sulid bagi kami untuk menghilang kan bekas luka diwajah mu ini." jelas tabib sembari menganalisa luka bernanah di sekujur tubuh maupun wajah meili, "apa? jadi-jadi apakah aku tidak akan bisa menjadi cantik lagi?" kawatir meili dan kemudian terus mengamati luka nya itu


"Hmph kami belum bisa memastikan, tetapi kami akan membuat topeng kulit buatan agar bekas luka mu tidak terekspos oleh masyarakat, dan kau bisa keluar tanpa takut orang - orang melihat wajah mu." jelas tabib kembali, meili mengangguk mengerti,, namun dia terus saja bercermin sampai - sampai tabib saja jengah melihat nya


"Pakai bubuk obat ini selama 3 kali dalam sehari, jika ini terlewat satu hari saja, maka luka mu akan sulit untuk disembuh kan."jelas tabib beberes mempersiap kan barang, setelah berbincang bincang tentang obat, mereka kini sudah meninggal kan kediaman adipati dan kembali pulang. jujur saja, sebenarnya mereka tak ingin membantu meili untuk mengatasi luka nya itu, akan tetapi mereka berpikir bahwa mereka adalah seorang tenaga kesehatan yang bearti harus menyembuh kan siapa pun itu. mau itu teman, keluarga, musuh, penjahat, mereka harus tetap mengobati nya tanpa melihat siapa orang nya.


Meili sedang duduk di kasur nya dengan terus memandangi wajah buruk rupa nya itu, entah mengapa dia teringat pada ling ling yang selama ini dia ingat memiliki wajah yang buruk rupa percis seperti diri nya. "wajah ini, wajah ini percis seperti wanita jala*g tak tau diri itu! mengapa aku jadi teringat kepada nya? hmph apa mungkin ini adalah karma? ah tidak - tidak, ini bukan lah karma, tapi sebuah kebetulan yang kemungkinan sama dengan nya."gumam nya jengkel karena harus mengingat ling ling kembali, jujur saja dia sangat membenci kakak tiri nya itu, dia iri bagaimana bisa ling ling lahir sebagai anak sah sementara dia hanyalah seorang anak selir sahaja.


Keluarga adipati sangat sunyi dan gelap gulita, tak sesiapa pun yang boleh memasuki area kediaman lotus. selir memey bahkan sampai sekarang masih mengidap sakit perut yang tak kunjung sembuh, dia terus terbaring tengkurap di kasur nya sembari menahan rasa sakit yang tiada henti. dia heran, siapa yang berani mempermain kan klan adipati? orang ini memang pantas untuk dihabisi


Disaat klan adipati sedang resah dengan penyakit yang melanda mereka, kini klan guso tengah sibuk ketar ketir dikarenakan ketua klan mereka meninggal akibat ditimpa oleh tumpukan material bangunan yang amat teramat berat, apa lagi sejak mereka tahu bahwa putri yang bisa mereka andal kan untuk membuat klan mereka semakin diatas justru sedang hancur dan dinikah kan dengan seorang bandit kaya raya yang serakah dan playboy


Mereka benar akan hancur sekarang, tak ada lagi nama nya kekuasaan yang mereka dapat kan. harapan mereka untuk menjadi nomor satu kini telah sirna dan timbul rasa khawatir jika mereka akan hancur sehancur nya sampai dasar tanah terdalam. apa yang menyebab kan hal ini bisa terjadi? apakah ini karma atau hanya sebuah kebetulan, hanya dewa yang tau.


Mereka sudah rugi dan bangkrut, tak ada lagi pemasokan mereka, semua biaya yang biasa nya ditanggung oleh kaisar kini tak ada dan tak kunjung diberikan lagi. bagaimana mereka akan bangkit lagi? hmph aku rasa mereka tidak akan pernah bisa bangkit lagi dan berjaya seperti dulu, bagaimana bisa bangkit, nama baik saja sudah hancur.

__ADS_1


(○゚ε゚○)


Beralih pada kristal dan para saudara nya, kini mereka sudah sampai di bangunan sutong untuk meninjau lebih jelas nya perkembangan bangunan yang kristal pesan pada dua hari yang lalu. meneger bangunan datang dan menyambut kristal dan para saudara nya dengan sedikit hormat sekarang, dia tak berani lagi bersikap kurang ajar pada pengunjung setelah ketua bangunan menegur diri nya dan bahkan mengancam untuk memecat nya, yang benar saja? dia tidak bisa kehilangan pekerjaan ini, kalau sampai dia kihilangan pekerajaan ini bisa - bisa dia akan menjadi miskin dan tak berpenghasilan


"Selamat datang, silah kan masuk dan tunggu di ruang tunggu." sapa meneger sopan, namun dengan mimik wajah datar. "kak, aku rasa dia sudah berubah." bisik kristal kepada ketiga kakak nya. "ya, kakak rasa juga begitu, tapi apa ya?" balas bong berbisik, mereka heran, perubahan apa yang dialami oleh meneger itu? mereka benar - benar bingung


Mereka masuk dan mulai berada di ruang tunggu di istana sutong, banyak sekali para pengunjung melihat - lihat sketsa bangunan sutong dan perabotan disana. "silah kan duduk, dan lihat lah barang barang yang ada disini, saya rasa kalian akan menyukai nya." ujar meneger berlalu pergi dari sana. kristal dan saudara nya duduk dikursi sambil menunggu ketua memanggil mereka.


"Duduk lah, tubuh mu ini sangat berat!" ketus hong menurunkan boji dari bahu nya, boji hanya tertawa renyah dan sedikit tidak enak terhadap kakak nya itu, "hehe maaf kakak." ujar nya tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal


"Ini aneh, pada saat kita datang kemari, bukan kah bangunan ini sepi? namun mengapa sekarang sangat ramai?" tanya pelan bong melihat kesekitar. benar juga, apakah itu karena mereka membawa keberuntungan?


"Ya, kristal juga berpikir seperti itu." ujar kristal membenarkan kebingungan dari sang kakak, namun tak lama terdengar suara ribut yang berasal dari pengunjung, meneger berusaha untuk menenang kan akan tetapi pengunjung tersebut semakin marah dan bahkan mendorong meneger hingga terjatuh terkantal di lantai, "aku tidak peuli, pokok nya kau harus mendapat kan rumah itu kembali untuk ku! rumah itu harus menjadi milik ku." ujar dari pelanggan pria paruh baya yang terlihat seperti seorang bangsawan kaya raya, dia kesal karena rumah yang ia ingin kan sudah dibeli oleh orang lain,, sedang kan dia sudah menginginkan rumah itu sejak dulu dan sedang mungumpul kan uang agar benar benar cukup membeli rumah tersebut. akan tetapi kristal dan keluarga nya justru terlebih dahulu mendapat kan rumah tersebut dengan mudah nya


"Aku sudah bilang sebelum nya, aku mengingin kan rumah itu! tapi kenapa kau berikan kepada orang lain?" pria itu benar benar jengkel dan kesal terhadap meneger, tapi mau bagaimana lagi? siapa cepat dia yang dapat, dan pria itu tak bisa memaksakan kehendak pada orang yang sudah mendapatkan nya terlebih dahulu. "maaf, akan tetapi pengunjung sebelum nya memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah tersebut, sedang kan kau? kau bahkan waktu itu tak memiliki uang cukup untuk membeli nya." ujar meneger mencoba untuk tak bersabar lagi menghadapi pria di depan nya, bagaimana pun dia hanyalah wanita biasa yang tak memili hati malaikat sehingga bisa bersabar menghadapi segala masalah


"Kau! dasar kalian tidak bisa memegang sebuah janji, padahal kau tau bahwa aku mengingin kan rumah itu! aku bahkan rela menabung untuk mendapat kan nya."ujar nya kesal karena tak berhasil mendapat kan rumah tersebut, "bagaimana pun cara nya, aku harus segera mendapat kan rumah itu kembali! rumah itu harus jadi milik ku seorang! sebagai pejabat aku harus memiliki rumah besar sehingga bangsawan kekaisaran melirik keluarga ku dan menjadikan putri ku sebagai pemaisuri." batin nya kesal dan masih kekeh ingin mendapat kan rumah tersebut


Mereka masih saja bertengkar dan beradu mulut, kristal bahkan sampai terganggu karena ulah nya. "rumah apa yang dia maksud?" gumam bong, merasa terganggu karena ulah keributan yang tak jauh didepan mereka. "entah lah, tapi sebaik nya kita jangan ikut campur masalah ini."timpal long meminta agar para adik - adik nya tidak masuk kedalam masalah tersebut, sudah cukup untuk mereka ikut campur kedalam masalah orang lain, biar bagaimana pun itu masalah orang dan bukan lah masalah mereka

__ADS_1


"Tapi aku rasa, mereka membicarakan rumah yang sekarang kita tempati. apakah kita harus ikut campur atau tidak? tapi kalau kita ikut campur, itu sama saja memperburuk keadaan kita, dia pasti dengan sekuat tenaga mengusir kita dari rumah yang sekarang kita tempati."ujar bong pelan duduk mengarah pada keributan itu, pandangan nya tajam memperhatikan


"Sebaik nya jangan! tunggu kristal disini, kristal akan masuk ke ruangan ketua untuk membahas sesuatu." ujar kristal dengan segera pergi dari sana. dia pergi menuju bagian terdalam ruangan dan kemuadian sampai didepan pintu sebuah ruangan, dia mengetuk pintu lalu menyapa, "apa kah aku boleh masuk?" tanya kristal sembari menunggu jawaban di dalam, "masuklah, dan tutup pintu kembali," jawab ketua mempersilah kan kristal untuk masuk dan menyuruh untuk menutup pintu itu kembali


Kristal membuka pintu perlahan lalu masuk kedalam, tak lupa juga untuk menutup pintu kembali. sang ketua mengangkat kepala nya melihat keberadaan kristal, kristal hanya berdiri sampai sang ketua memperboleh kan nya untuk duduk, "huh menyebal kan, untuk duduk saja aku harus menunggu begitu lama." batin kristal jengkel.


"Duduk lah," suruh ketua pada kristal, kristal segera duduk setelah ketua mempersilah kan nya untuk duduk didepan nya, "kalau kau mau tanya masalah pembangunan, maaf perumahan yang kau ingin kan belum sepenuh nya siap, jadi pulang lah kalau tak ada kepentingan lagi."ujar ketua berterus terang pada kristal, "ck, basa basi dulu kek, kenapa pria tua ini sangat menyebal kan? apakah dia sudah bosan bernafas?" batin kristal jengkel dan ingin sekali menampar wajah dari pria tua didepan nya itu.


"Benarkah?" ujar kristal berpura pura terkejut, "oh astaga, tapi apakah 20 bangunan itu sudah siap? aku rasa untuk usaha mu yang sangat terkenal ini mana mungkin selama itu untuk mengatasi 20 bangunan?" tanya kristal lagi, dia tersenyum pepsoden pada ketua dan melihat ketua seolah dia ingin menguliti ketua secara hidup hidup. "hey anak kecil! mau seterkenal apa pun usaha ku, tapi yang kau pinta bukan lah 2 - 5 bangunan, akan tetapi dua puluh bangunan, dua puluh bangunan!." kesal ketua pada kristal, bagaimana orang bisa membuat 20 bangunan hanya dalam dua hari? walau pun terbantu dengan tenaga sihir akan tetapi tak akan selesai secepat itu bukan?


"Santai saja dong huhf." sungut kristal sebal melipat kedua tangan didada, "aku baru ingat, didepan terjadi keributan, dan ada seorang pria marah karena kau memberikan rumah yang dia ingin kan pada orang lain." ujar kristal baru teringat dengan hal tersebut. ketua sedikit penasaran dengan keributan macam apa yang diucap kan oleh kristal, "rumah macam apa itu?" tanya ketua agak sedikit penasaran dan memajukan badan agar mendengar jelas ucapan kristal, "cih, rupanya pria tua ini senang bergosip rupanya." batin kristal lagi


"Rumah yang kau berikan pada ku, dia marah karena itu." ujar kristal lagi, ketua mulai paham dan mengangguk. benar juga, dia sekarang mengingat jika 3 minggu sebelum kedatangan kristal, ada seorang pria bangsawan datang untuk membeli perumahan terbesar milik istana sutong. akan tetapi dia tak memiliki cukup koin untuk membeli perumahan tersebut, mau berutang pun tak bisa,, dikarenakan prinsip dari istana sutong tak memperbolehkan orang untuk berutang mau pun mengutang


"Benar juga, aku mengingat nya sekarang." ujar ketua mengerti dan menaruh tangan di dagu. "lalu apakah kau akan memberikan rumah itu?" tanya kristal menyelidik,, "mana mungkin, rumah itu sudah menjadi milik mu. dan bahkan kau sudah membayar dengan lunas." ujar ketua, kembali sibuk dengan berkas - berkas di meja nya


"Hmph baik lah, kalau begitu aku harus pergi." pamit kristal dan kemudian berdiri dari kursinya, "pergilah, tak akan ada yang ada menahan mu."ujar ketua mempersilah kan kristal pulang, "padahal aku masih ingin bersama mu." batin ketua lagi


Pria ini pasti sangat kesepian, akan tetapi dia memiliki ego yang terlalu besar sehingga tak dapat berterus terang terhadap kristal agar tetap tinggal sebentar menemani diri nya, akan tetapi hal tersebut tak bisa dia lakukan karena gengsi nya yang amat teramat besar yang ia miliki

__ADS_1


Kristal berlalu pergi dan meninggal kan ruangan tersebut...


Bersambung..


__ADS_2