PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : kemarahan kristal


__ADS_3

...(╯°□°)╯︵(\ .o.)...


Malam sudah berganti pagi, suara aktifitas dari para rakyat terdengar dengan jelas. sang penempah mulai dengan menempah besi dan akhir nya bisa menjadi sebuah senjata yang bisa menghasil kan koin untuk nya


Para petani turun keladang mereka, dengan menanam bibit tananam sehingga bisa mendapat kan hasil panen dan menjual nya kepasar.


Kristal di dalam kamar nya masih tidur begitu pulas sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar. "sayang, kristal apakah kau bangun sayang? bunda masuk ya nak." teriak hana lembut memanggil kristal lalu masuk kedalam


"Ck, ck, ya ampun putri bunda mengapa belum bangun? ayo sayang bangun lan dan segera mandi." ujar hana dengan memegangi pipi kristal dan terus membangun kan nya


Perlahan tubuh kristal menggeliat seperti se ekor ulat dan pelan namun pasti ia membuka mata nya, kristal menguap lalu terduduk dengan tersenyum pada hana


"Good morning, bunda hehe." sapa nya tersenyum pepsoden lalu mencium hangat pipi sang ibunda. hana sedikit heran dengan bahasa yang dibicara kan oleh kristal, ia membalas tersenyum dan menanyakan arti dari good morning tersebut


"Good apa? apa arti nya sayang?" tanya hana mengangkat satu alis nya lalu menggaruk kulit kepala yang tak gatal. "good morning adalah ucapan selamat pagi, jadi bunda bisa membalas good morning to pada kristal." jelas kristal tersenyum lalu berdiri dan menuju ruang mandi untuk membasuh wajah


Hana mengikuti langkah kristal lalu kembali bertanya, "good morning to, tapi-tapi apakah anak bunda sudah memikir kan cara bagaimana menghindari keluarga adipati? bunda sangat kawatir jika mereka akan membawa mu kehadapan kaisar."ujar hana sedih, ekspresi nya tidak bisa berbohong dan terus mengikuti kristal kemana pun, disaat kristal mencuci muka, mengambil kain untuk mengeringkan wajah dan bahkan disaat kristal merapikan rambut didepan kaca


"Tenang saja, anak bunda ini kan pemberani." canda kristal pada sang bunda, keadaan sedikit mencair dan hana bisa sedikit melupakan beban yang ia pikir kan


Namun dari luar terdengar suara ribut dari orang orang, kristal dan hana penasaran lalu keluar dari kamar menuju luar dan mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi. namun setelah keluar mereka malah disambut oleh puluhan prajurit dengan senjata pedang sedang berada di depan kediaman ates

__ADS_1


Jibong beserta ketiga anak nya sedang menghadang puluhan prajurit agar tidak masuk kedalam dan menjemput paksa sang putri, kristal dan hana hanya melongo melihat puluhan prajurit didepan mereka


"Mau apa kalian kesini?" tanya lantang jibong kepada puluhan prajurit itu, secara ia memiliki tanggung jawab lebih sebagai pemimpin ates. berdiri dengan gagah menghadap kearah puluhan prajurit


Sementara long dan kedua adik nya juga turut menghadang sebisa mereka supaya para prajurit kekaisaran tidak bisa masuk kedalam kediamaan ates


"Ini adalah perintah dari kaisar, jangan memberat kan kami! setuju atau pun tidak itu bukan urusan kami." ujar lantang dari pimpinan para prajurit dan kemudian memberi isyarat kepada para bawahan nya untuk menangkap paksa kristal, jibong beserta ketiga anak nya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghadang mereka,, akan tetapi mereka tak sehebat para prajurit kekaisaran apa lagi mereka telah kalah telak dalam jumlah


Para penduduk bergumpul menyaksikan kegaduhan itu, mereka hanya bisa memperhatikan dengan prihatin tanpa mau menolong sedikit pun,. kristal hanya diam disaat para prajurit berjalan kearah nya untuk membawa nya kekaisaran ling


Hana histeris saat melihat para prajurit ingin menangkap putri nya, ia memeluk kristal se erat mungkin, "jangan bawa putri ku, aku mohon pada kalian." tangis nya pecah sembari memeluk erat kristal dan mengajak nya masuk kedalam kediaman


Namun para prajurit melepas hana dari kristal secara paksa, Kristal melihat kearah prajurit dengan begitu sinis. bagaimana mereka bisa memperlakukan ibunda hana dengan begitu kasar? mereka benar benar cari mati


Jibong dan ketiga anak nya berlari menghampiri kristal dan hana, mereka berpelukan dengan wajah yang begitu panik..


"Aku akan ikut bersama kalian, tapi jika kalian kurang ajar kepada keluarga ku, jangan salah kan aku untuk menghabisi kalian semua!" ancam nya dengan pandangan tajam bak seperti pedang tajam yang siap menusuk sang target


Para prajurit hanya diam namun sambil tersenyum remeh terhadap kristal, rupanya mereka tak menganggap serius ucapan dari kristal. jujur saja kristal sangat kesal pada mereka dan ingin sekali membunuh mereka semua. akan tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan mengingat jika hal tersebut dilakukan, sama saja akan membuat sang kaisar murka dan mengibar kan bendera perang ke keluarga ates,


"Adik, apa yang kau katakan? mengapa kau mau ikut bersama mereka?" tanya long heran dengan terus memegangi tangan sang adik, kristal

__ADS_1


"Ya nak, jangan ikut bersama mereka." timpal jibong pada kristal. mereka begitu kawatir dan tak memperboleh kan kristal untuk ikut ke kekaisaran ling


"Percaya lah pada ku," kristal berusaha meyakin kan keluarga nya, awal nya mereka tak yakin akan tetapi mereka perlahan mengerti dan percaya jika sang putri/ adik pasti akan bisa melewati masalah ini dengan mudah


Dan akhir nya kristal dibawa dengan paksa oleh para prajurit dengan tangan dirantai dan berjalan kaki menuju sepanjangan perjalanan kekaisaran ling. kristal diarak oleh mereka didepan ribuan penduduk, para penduduk hanya bisa menunduk tanpa mau ikut campur masalah tersebut,, karena jika mereka ikut camput dan membantu kristal, otomatis mereka akan terseret kedalam sebuah masalah yang bukan urusan mereka


Kristal berjalan dengan tangan dirantai dan dengan sebuah ekspresi yang begitu datar, namun di benak nya kristal terus saja mengejek para prajurit dan keluarga kekaisaran." what the heck? seorang kristal diperlakukan seperti ini? kalau mengingat aku sedang menjaga identitas ku, aku pasti akan menghabisi kalian semua." batin nya kesal dan ingin sekali membunuh para prajurit ini


Tak jarang para prajurit menarik rantai sehingga dengan terpaksa kristal berjalan dengan cepat mengikuti laju gerak kuda yang sedang di pacu oleh para prajurit non akhlak tersebut. "ck, tangan ku sakit." pekik kristal pada prajurit yang menarik tangan nya itu dengan tajam. sang prajurit hanya mengacuh kan kristal dan terus memandang kedepan


"Apakah aku bisa membunuh nya sekarang." batin kristal memperhatikan prajurit dengan wajah yang begitu kesal dan bibir yang berkomat kamit


Perjalanan berlangsung selama satu jam, bayang kan saja kristal harus berjalan sejauh itu selama satu jam tanpa alas kaki, kristal yang baik hati dan rajin menabung itu pasti sangat lelah dan lesu


Dan kini mereka telah sampai dikekaisaran, kristal diseret dan kemudian dilempar di depan ruang pengadilan yang terdapat kaisar, pemaisuri, para selir, anak anak selir, dan para keluarga adipati beserta yang lain nya


"Ck, sialan sekali anda!" batin kristal sinis memperhati kan prajurit yang melempar nya. tak lama terdengar suara lembut bak seperti alunan piano sedang berbicara dengan nada yang begitu merasa tertindas


"Jangan terlalu kasar pada nya," ujar meili yang sedang duduk di kursi roda dengan perban yang melilit kepala dan tangan nya


"Aku ingat betul jika kepala nya tidak luka, tapi mengapa dia memperban kepala nya? aku rasa dia mengalami penyakit halu setelah aku melempar nya." batin kristal memperhatikan meili dengan malas

__ADS_1


Bersambung..


...Love you...


__ADS_2